LINTAS PAROKI

Misa Lansia dan Sakramen Perminyakan di Dekenat Bali Tengah

NUSA DUA – Gereja Maria Bunda Segala Bangsa – Nusa Dua, diadakan Misa Kakek Nenek Sedunia dan pemberian Sakramen Perminyakan kepada para lansia sedekenat Bali Tengah, Senin, 27 Juli 2026.

Misa berangsung secara konselebrasi dipimpin oleh RD. Evensius Dewantoro Boli Daton (Romo Venus), selaku Romo Deken Dekenat Bali Tengah, bersama Romo Clemens CDD – Ketua BAK Dekenat Bali Tengah, dan RD. Adianto Paulus Harun – Romo Paroki MBSB – Nusa Dua. Selain itu juga dihadiri para Imam, Diakon, dan Frater dari paroki-paroki di Dekenat Bali Tengah.

Romo Venus, dalam pengantar misa menjelaskan tema tahun ini adalah “Aku tidak akan pernah melupakan engkau.” Tema ini bermakna bahwa walau anak cucu dapat melupakan opa dan oma, tetapi Tuhan akan selalu ingat dan mengasihi opa-oma semua.

Dalam homilinya, Romo Venus mengatakan, “Seperti pohon yang akarnya kuat dan buahnya lebat, opa dan oma juga seperti akar pohon, sudah banyak memberi dan masih terus memberi kepada anak cucu.”

Menurut Rm. Venus, Kebahagiaan tidak hanya diukur dengan kekayaan materi. Orang mencari parameter lain yang dapat menentukan bahagia tidaknya seseorang.

“Saya boleh sebut ada empat; yang pertama sehat lahir batin, kedua adalah ketakjuban/kekaguman pada sesuatu atau seseorang yang baik dan benar dapat membuat bahagia. Ketiga, bahagia diukur dari kebijaksanaan, yaitu dapat membedakan yang benar dan salah. Seperti permintaan Raja Salomon yang minta kebijaksanaan kepada Allah. Keempat, ukuran bahagia ada pada sikap memberi. Meskipun kekurangan tapi masih dapat memberi yang memberikan kebahagiaan kepada yang menerimanya, dan akhirnya membawa kebahagiaan pula kepada yang memberi,” terangnya.

Romo Venus menambahkan, pada bacaan pertama dikatakan ada orang-orang yang selalu dikenang meski sudah tiada karena mewariskan iman, nilai-nilai kehidupan, dan teladan kasih kepada generasi berikutnya. Mereka dikenang bukan karena melakukan hal yang spektakuler, melainkan mengajarkan doa, bercerita pengalaman yang berguna, dan menanamkan hidup sederhana dan arti kerja keras.

Dalam bacaan Injil, lanjut Rm. Venus, Tuhan Yesus berkata kepada para murid, berbahagialah yang matanya melihat dan telinganya mendengar. Banyak orang yang melihat dan mendengar tapi tidak dengan penuh kesungguhan.

“Tuhan menampakan sabda-Nya lewat hidup dan peristiwa dalam hidup kita, seringkali Ia berbicara lewat nasihat opa oma, orang tua, pasangan hidup, anak dan cucu, bahkan dari kegagalan dan penderitaan kita,” ungkapnya, seraya mengingatkan bahwa Gereja mengingat opa dan oma melalui perayaan seperti hari ini karena di mata Tuhan para lansia bukannya beban, melainkan harta yang sangat berharga.

“Semoga mereka terus menjadi saksi harapan dan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda,” pungkasnya.

Romo Clemens, Ketua Bidang Aksi Kemasyarakatan (BAK) yang menaungi Seksi Keluarga Dekenat Bali Tengah selaku penyelenggara acara ini, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Romo Paroki MBSB yang menjadi tuan rumah dan seluruh umat dan para romo, diakon, dan frater yang mengikutinya.

Setelah misa, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di aula Christoforus dipimpin oleh MC Laurensius Sogen, dengan diisi oleh performance para oma opa dari masing-masing paroki di Dekenat Bali Tengah.

Oma Susiana Handoyo selaku Ketua komunitas Grasia Paroki MBSB – Nusa Dua mengatakan, “Saya sangat senang dengan kehadiran oma opa dari tujuh paroki di Dekenat Bali Tengah dengan peserta kurang lebih 250 orang. Saya berharap semoga terjalin komunikasi yang berkelanjutan dengan para oma opa di paroki lain, dan semoga semuanya sehat-sehat dan suka cita selalu. Pesan saya untuk kaum muda, supaya tetap support oma opanya dan juga mendukung pelayanan di Grasia.”

Opa Ignasius Saiming, dari Paguyuban Simona Paroki Tuka menyatakan sangat senang berkumpul dengan para lansia dari berbagai suku dan dari beberapa paroki. Pesan dan kesan darinya, “Saya sangat gembira dapat mengikuti misa sedekenat Bali Tengah, bisa kumpul bersama, berbagi cerita, menghilangkan stress momong cucu. Harapan saya kepada orang muda, agar jangan sampai membiarkan orang tua berjalan sendiri, agar dapat memperhatikan, mendampingi, memberi semangat dalam kegiatan-kegiatannya, dan juga memberikan hiburan.”

Dari Paroki St. Silvester – Pecatu, Oma Theresia Diaz menyatakan misa hari ini sangat luar biasa, terutama ia sangat terharu saat menerima Sakramen Perminyakan. “ Saya sangat terkesan dengan homili Romo Venus yang menjelaskan empat point. Semoga dapat saya jalankan dan berguna bagi keluarga dan pelayanan di gereja,”katanya, sambil menambahkan, “Pesan saya untuk kaum muda, semoga kami oma, opa selaku orang tua tetap selalu dihargai dan diingat, seperti tema hari kakek nenek tahun ini: Aku tidak akan melupakan engkau.”

Oma Deriyani dari Paroki Roh Kudus Babakan berkata, “Saya sangat terkesan dengan misa tadi, yang mengingatkan saya selaku lansia harus selalu ingat dengan Tuhan. Untuk para anak muda, mari kita saling menjaga, orang tua itu perlu dikasihi, dihormati, dan dijaga selalu.” *

Penulis: Made Shinta-Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button