LINTAS PAROKI

Doa Senakel, Partama Kali di Paroki MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – Pelaksanaan doa Senakel perdana di Paroki MBSB Nusa Dua diadakan Sabtu, 6 Desember 2025. Doa dilaksanakan setelah misa harian yang dipimpin oleh RD Adianto Paulus Harun.

Sabtu pertama dalam gereja Katolik juga disebut sebagai Sabtu Imam, merupakan salah satu bentuk devosi kepada Hati Maria yang Tak Bernoda untuk berdoa bagi panggilan dan kehidupan para imam, biarawan, dan biarawati.

Pelaksanaan Doa Senakel di Paroki MBSB dikoordinir oleh Legio Maria bersama dengan Seksi Panggilan, dan dihadiri oleh para suster SFSC serta umat.

Dalam doa Senakel, umat berdoa bagi bapa Suci, para imam, dan juga untuk anak-anak di Paroki MBSB yang terpanggil menjadi Imam dan Biarawati. Diakhiri dengan Penyerahan Kepada Hati Ibu Maria Yang Tak Bernoda yang didoakan oleh Suster Tika, SFSC.

Atas kegiatan ini, Romo Adi berkata: “Saya sebagai pastor paroki sangat berterima kepada kelompok Legio Maria yang telah berinisiatif untuk mendoakan Para Imam dan calon Imam melalui Doa Senakel. Saya sangat mendukung dan berharap semoga hal ini bisa diikuti oleh banyak orang sehingga semakin banyak orang yang mendoakan para Imam dan calon Imam dalam seluruh perjalanan panggilan dan karya perutusannya.”

Suasana doa senakel di paroki MBSB Nusa Dua

Vitalis Bas dari Seksi Panggilan Paroki MBSB Nusa Dua mengungkapkan, “Doa Senakel sangat baik untuk mendukung anak-anak paroki MBSB yang punya benih panggilan, karena memang benih panggilan itu akan bertumbuh subur apabila di dukung oleh doa-doa dari berbagai pihak. Semoga pada kesempatan berikutnya para orang tua Seminaris dapat lebih banyak lagi yang hadir.”

Menurut Ketua Legio Maria Presidium Maria Keselamatan Orang Sakit Nusa Dua, Made Shinta, gerakan Doa Senakel di paroki adalah wujud kasih dan dukungan bagi para imam yang telah melayani umat dalam penerimaan Sakramen dan berbagai kegiatan pastoral, juga bagi para biarawan dan biarawati.

Kita mendoakan mereka, yang melayani di kota maupun di tempat terpencil, baik yang sehat dan sakit; yang masih muda dan yang telah lanjut usia, bahkan yang sedang menghadapi ajal. Semoga gerakan Doa Senakel yang hanya sekali dalam sebulan di Sabtu Pertama ini, dapat diadakan juga di setiap paroki di Keuskupan Denpasar”, harap Made Shinta. *

Penulis: Bobo Tandiono
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button