LINTAS PAROKI

Oase Rohani di Kebayan: Pemberkatan Jalan Salib Baru sebagai Simbol Perjuangan Iman

SUMBAWA BESAR – Pemberkatan sarana Jalan Salib yang baru di areal Kapela Kebayan, merupakan momen penuh syukur bagi Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar.

Upacara pemberkatan Jalan Salib yang dilaksanakan Jumat pagi (27/03/2026) pukul 08.00 WITA, itu berlangsung khidmat, dipimpin oleh Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Sumbawa Besar, RD Laurensius Maryono dan RD. Damianus Hyoga Langi serta dibantu Fr. Rafael.

Ibadat pemberkatan sarana Jalan Salib

Acara diawali dengan doa pembuka di dalam Kapela Kebayan yang dihadiri dengan antusias oleh umat setempat. Puncak prosesi terjadi usai homili, di mana Romo Laurensius dan Romo Damianus bergerak bersama melakukan pemberkatan.

Ritual penyucian ini dimulai dari area atas kapela hingga menyusuri setiap perhentian menuju turunan tangga kapela, menandai kesiapan sarana ini sebagai tempat devosi umat.

 

RD. Laurensius Maryono, Pastor Paroki Sang Penebus Sumbawa

Dalam khotbahnya, Romo Laurensius Maryono, menekankan bahwa Jalan Salib ini adalah panggilan untuk pertobatan sejati. Pastor Paroki mengingatkan bahwa kekerasan hati dan keengganan untuk bertobat adalah bentuk nyata kita “menyalibkan” Yesus kembali di masa kini.

Pastor Maryono juga memperkenalkan konsep “Trinitas Spiritual Kebayan”, di mana kompleks ini menyatukan tiga elemen penting perjalanan hidup manusia: Gua Maria Penolong Abadi sebagai simbol perlindungan Ibu Surgawi. Kemudian sarana Jalan Salib sebagai simbol perjuangan iman dan pemurnian di dunia, dan Taman Makam Katolik merupakan simbol perhentian terakhir menuju keabadian Surga.

Pemberkatan sarana Jalan Salib

“Tempat ini telah disucikan menjadi oase spiritual (rohani). Siapa pun yang berdoa di sini, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi jiwa-jiwa di makam, kiranya dapat menimba rahmat pengampunan,” pesan Romo Maryono.

Apresiasi mendalam disampaikan kepada Keluarga Bapak dan Ibu Dirja atas persembahan kasih berupa sarana perhentian Jalan Salib ini. Melalui dukungan keluarga tersebut, aset Paroki Sang Penebus Sumbawa kini bertransformasi menjadi taman ziarah yang tertata indah dan asri.

Diharapkan Kapela Kebayan menjadi magnet rohani bagi para peziarah untuk menemukan keheningan, kekudusan, dan perjumpaan yang mendalam dengan Tuhan di tengah alam yang tertata rapi.*

Penulis: Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button