LINTAS PAROKI

Come and See, Mengajak Kaum Muda Menjawab Panggilan Tuhan

AMPENAN – Aksi panggilan bertema “Come and See” digelar di halaman gereja Santo Antonius Padua Ampenan, pada Sabtu (25/04). Para peserta dari 9 lingkungan memenuhi lokasi kegiatan dari jam 16.00 WITA.

“Acara ini menjadi wadah bagi kaum biarawan-biarawati untuk sharing, tujuannya supaya kaum muda tidak lagi melihat kehidupan membiara sebagai sesuatu yang jauh dan tertutup,” kata Suster Angela.

Acara diawali dengan ice breaking kemudian perkenalan biarawan-biarawati dari berbagai kongregasi. Perwakilan dari kongregasi SSpS (Suster Misi Abdi Roh Kudus), Sr. Angela, SSpS, membuka sesi dengan menjelaskan sejarah tarekat yang didirikan oleh Santo Arnoldus Janssen itu.

Stand-Stand Pengenalan Kongregasi Suster

Tak kalah menarik, Suster Virgilia dari kongregasi Abdi Kristus (AK) memberikan gambaran mendalam mengenai perjalanan seorang calon suster. Dari tahap Postulat hingga masa Novisiat, para peserta diajak memahami bahwa proses panggilan adalah perjalanan hati yang penuh kegembiraan.

Selain itu, kongregasi SFD (Suster Fransiskus Dina) yang diwakili oleh Suster Irene, membangkitkan semangat para peserta dengan tanya-jawab sekaligus pemaparan yang mematahkan stigma bahwa hidup di biara itu kaku atau membosankan.

Sr. Irine, SFD dalam sesi tanya jawab

Suasana semakin seru saat para peserta diperkenalkan pada semangat Santa Angela Merici melalui Ordo Ursulin (OSU) oleh Sr. Rosa, OSU yang kebetulan berada di Lombok. Sejarah panjang misi Ursulin di Indonesia menjadi bukti nyata dedikasi para biarawati dalam membangun karakter bangsa melalui jalur pendidikan.

Hadir juga Pater Iron, SVD yang menjelaskan tentang sejarah dan spiritualitas Serikat Sabda Allah (SVD). Pater Iron memberikan gambaran mengenai misi internasional SVD yang kini telah berusia 150 tahun di Indonesia, membawa pesan kasih Tuhan ke berbagai penjuru dunia.

Pemaparan Fr. Nino: Perjalanan Menjadi Gembala

Selain Pater Iron, sudut pandang mengenai perjalanan menjadi seorang imam juga diperkaya dengan kehadiran Frater Nino, Frater TOP di Paroki Mataram. Ia memberikan gambaran nyata bagi para remaja putra bahwa menjadi seorang gembala umat adalah sebuah panggilan yang penuh kegembiraan sekaligus tantangan yang membangun karakter.

“Ternyata panggilan itu adalah sebuah petualangan cinta yang keren banget. Kalau hati mulai ngerasa terpanggil jangan ragu atau ditahan-tahan, langkahkan kaki aja dulu, karena jalan bareng Tuhan itu pasti bakal nemuin bahagia yang beda.” tutur Diva, salah satu peserta acara ini.

Perayaan Ulang Tahun Pater Iron, SVD

Acara ini diwarnai juga dengan perayaan ulang tahun kelahiran Pater Iron, SVD, dan ditutup dengan doa harapan agar benih panggilan yang telah ditaburkan dapat tumbuh subur di hati kaum muda.

Penulis: Evelyn-KOMSOS Ampenan
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button