LINTAS PERISTIWA

Ibunda Uskup Denpasar Sehari Disemayamkan di Katedral Sebelum Diterbangkan ke Flores

DENPASAR – Lonceng Gereja Katedral berdentang tepat jam 12.00 wita, ketika para pengangkat peti jenazah mama Katharina No’o Nere (Ibunda Uskup Denpasar) menginjakan kaki tepat di pintu masuk Katedral.

Lonceng berbunyi tanda segera dilakukan Doa Angelus sebagaimana tradisi dalam Gereja Katolik. Doa Malaikat Tuhan itu seakan menyambut kehadiran Mama Katharina di gereja Katedral.

Romo Hady Setiawan, setelah pemberkatan jenazah di rumah duka Kertha Semadi, turut mengantar jenazah mama Katharina sampai di Katedral, dan langsung memimpin Doa Angelus begitu peti janazah disemayamkan.

Dari beberapa kesaksian orang terdekatnya termasuk putra kesayangannya Mgr. Silvester San, selama hidupnya mama Katharina rajin berdoa, bahkan Doa Angelus tidak pernah terlewatkan.

Berdasarkan penuturan Pimpinan Komunitas Biara OSF Denpasar Sr. Yustin,OSF, saat misa requiem di Rumah Duka Kertha Semadi, Kamis (1/8) malam, saat mama tinggal bersama mereka selama masa perawatan, mama Katharina selalu berinisiatif mengajak mereka Doa Angelus setiap jam 06.00, jam 12.00, dan jam 18.00.

Tak terlewatkan pula Doa Koronka jam 15.00 dan rajin Ekaristi. Bahkan menurut Suster Yustin, walau kondisi sakit, mama Katharina selalu mau kerja dan selalu tanya apa yang dapat dia kerjakan hari itu. “Mama teladan bagi kami,” katanya.

Setelah meregang nyawa pada Kamis (1/8) sekitar pukul 11.15 di rumah sakit Bros Denpasar, keluarga langsung membawa mama Katharina bersemayam di Rumah Duka Kertha Semadi Ubung, Denpasar. Di rumah duka itu, malam harinya diadakan misa requiem yang dipimpin oleh RP. Patrik, O.Carm, didampingi sejumlah imam lainnya. Hari itu, Uskup dan sejumlah besar imam sedang ada di Paroki Sang Penebus Sumbawa menghadiri perayaan Perak Imamat RD. Klemens Bere dan RD. Ignatius Gede Adiamika.

Kemudian atas kebijakan Pastor Paroki Roh Kudus Katedral, jenazah Mama Katharina, sejak Jumat (2/8/2024) siang disemayamkan di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar. Hal itu juga atas persetujuan Uskup Denpasar Mgr. Silvester San.

Setibanya dari Sumbawa, Uskup bersama Vikjen, Sekretaris Uskup dan Direktur Pupas yang juga Pastor Paroki Katedral langsung menuju Gereja Katedral di mana Mama Katharina sudah disemayamkan di sana dari beberapa jam sebelumnya.

Bapa Uskup berdoa di sekitar peti jenazah sesaat setelah tiba dari kunjungan pastoral di Sumbawa

Misa untuk keselamatan jiwa Mama Katharina dilaksanakan malam hari pukul 19.00 di Gereja Katedral. Misa dipimpin langsung Uskup Denpasar Mgr. Silvester, di dampingi sejumlah besar imam yang hadir.

Dalam pengantar misa, sebagai seorang anak yang kini menjadi Uskup Denpasar mengatakan, “Kami bersyukur atas rahmat kehidupan yang dialami mama terkasih dengan usia hampir 85 tahun dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain kami sedih ditinggalkan mama. Tetapi walaupun sedih, kita tetap punya iman akan adanya kehidupan kekal setelah kematian.”
Sementara dalam homilinya Mgr. San, mengatakan Mama Katharina telah menjalani hidup ini sekian lama, demikian juga telah menjalani pengobatan selama sakitnya, tapi Tuhan berkendak untuk memanggil Mama. “Kami keluarga merasa sangat kehilangan,” katanya.

Bapa Uskup mendapat pelukan dari kakak sulungnya Ibu Emiliana Lan diikuti sang adik Thomas Robo

Uskup lantas mengungkapkan sosok mama semasa hidupnya. “Mama mudah berdaptasi, dia bergaul dengan orang desa di Maukeli, Flores, sehingga banyak orang di sana mengenal mama. Mama adalah seorang pekerja keras saat masih muda. Dia tidak bahagia kalau tidak sibuk bekarja,” ungkapnya.

Mama Katharina, lanjut Uskup, seorang yang rajin berdoa dan mengikuti Ekaristi. Sejak kecil memeluk Katolik dan sangat taat. Dia rajin berdoa tidak saja waktu sehat tetapi juga saat sakit.

“Kini mama telah pergi meninggalkan kami yang mengasihinya. Kematian memang membuat kesedihan, tapi harus disadari bahwa hidup manusia ada batasnya, cepat atau lambat kita akan mengalami kematian juga,’ ungkap Uskup.

Kematian, lanjut Uskup, bukan akhir segalanya. Bagi kita yang beriman pada Kristus melihat kematian itu secara positif karena akan melihat Tuhan yang adalah kebangkitan dan kehidupan, di mana setelah kematian, ada kehidupan kekal.

Keluarga Mama Katharina, saat misa untuk keselamatan Mama Katharina

“Perlu diakui kematian adalah krisis paling besar dialami manusia dan situasi batas yang menakutkan, tetapi kita yang percaya kepada Kristus harus menghadapi kematian secara posistif karena jalan menuju kehidupan kekal,” kata Mgr. San.

Uskup kemudian mengajak umat yang memadati Gereja Katedral untuk berdoa kepada Tuhan, mohon pengampunan dan melepas mama dari segala dosanya, sehingga mama boleh mengalami kehidupan kekal dan bersatu dalam persaudaraan dengan para kudus di dalam Kerajaan Allah sebagaimana yang dijanjikanNya kepada orang yang percaya kepadaNya.

Ungkapan Hati dan Kesan

Sebelum pemberkatan jenazah dan berkat perutusan diselingi beberapa sambutan, antara lain dari Pastor Paroki Katedral RD. Herman Yoseph Babey, Vikjen Keuskupan Denpasar RP. Yosef Wora dan Uskup Mgr. Silvester San.

“Bersyukur atas seluruh cinta Allah dalam hidup mama. Cinta Tuhan itu telah ditularkan mama kepada anak-anak, cucu dan cicitnya bahkan bagi keluarga besar dan seluruh masyarakat, termasuk bagi umat di Keuskupan Denpasar melalui buah cintanya yaitu Bapak Uskup kita,” kata Rm. Babey.

Vikjen RP. Yosef Wora mengungkapkan bahwa Mama Katharina memiliki iman yang tangguh. Selama sakit mama menjalani penderitaannya bersama Kristus. Sakitnya tidak ringan, tapi karena percaya pada Tuhan dia menjalaninya dengan tabah. Ekaristi menjadi kekuatanya, mama juga rajin devosi kapada Bunda Maria dan kepada Kerahiman Ilahi melalui Koronka.

“Atas nama para imam, suster, bruder, frater dan umat Keuskupan Denpasar, kami menyampaikan turut berdukacita kepada Bapa Uskup dan seluruh keluarga atas kepergian mama. Untuk mama, teruslah berdoa bagi kami,” ungkap Rm. Yosef.

Sejumlah biarawati yang hadir dalam misa

Sementara Uskup dalam kesempatan itu kembali mengucapkan terima kasih atas semua perhatian, doa dam ucapan belasungkawa dari berbagai pihak melaui bermacam cara termasuk mengirimkan ratusan karangan bunga duka cita. “Kami mendapat kekuatan dan penghiburan atas semua doa dan perhatian.”

“Berlimpah terima kasih juga kepada Pastor Paroki Katedral, Romo Babey dan umat yang boleh merayakan Ekaristi untuk keselamatan mama di Katedral ini. Terima kasih kepada Biara OSF Denpasar yang telah menyediakan tempat untuk mama selama perawatan di Denpasar,” imbuh Uskup.

Menurut Mgr. San, kenangan tentang mama terlalu banyak untuk diceritakan. Hanya dengan mama anak-anak tidak taat, kalau dengan bapa harus taat sebab bapa keras dan disiplin. “Mama yang mendukung saya memulai panggilan, dia yang mengantar saya ke seminari waktu pertama saya pergi ke seminari Mataloko. Mama terima kasih,” ungkap Mgr. San.

Ibu Emiliana Lan, selaku anak sulung dari Mama Katharina dan Bapa Ruben Robo (alm) memiliki kesan serupa seperti Mgr. San yang merupakan anak ketiga dari 9 bersaudara.

“Mama orang baik dengan siapa saja. Kita (anak-anak) hanya bisa kepala batu dengan mama, sedangkan dengan papa kami tidak berani. Reaksi mama kalau kami bandel biasa saja, tapi mama lapor kepada papa kalau sudah pulang dari berlayar. Papa langsung ambil rotan pukul kita,” ceritanya.

Aci Lan, demikian akrab disapa menambahkan, “Papa keras dan disiplin. Masing-masing anak ada tugas dari papa dan mama. Tapi namanya orang tua, semua itu dilakukan karena cinta pada kami anak-anak. Terbukti dengan didikan keras dan disiplin itu kita semua jadi baik. Dan baiknya papa, rotani kami hanya waktu SD saja, mulai masuk SMP papa tidak pernah pukul kami lagi.”

Jenazah Mama Katharina, sudah diterbangkan ke Maukeli, lewat Labuan Bajo, Sabtu (2/8) pagi.

Mama Katharina lahir di Maukeli, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, 18 Agustus 1939. Mama meninggalkan 9 anak, 22 cucu dan 9 cicit. Mama dikenal sebagai orang yang menyenangkan dan sabar, baik kepada semua orang, pekerja keras dan rajin berdoa. Mama sungguh menghayati ‘Ora Et Labora.’ *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button