LINTAS PERISTIWA

‘The Voices Of Litle Angels’ Pujian untuk Paduan Suara Santo Tarcisis Tuka

PILING, TABANAN – The Voice of Little Angels – dengan spontan Romo Yosep Gerungan, O.Carm memberikan apresiasi kepada kelompok Sekami dan Remaja, yang melayani misa pada Minggu, 28 Juli 2024 di Stasi Santo Mikael Piling, Mangesta Tabanan.

Anak Sekami dan Remaja Santo Tarsicius Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka melayani misa di Stasi Santo Mikael Piling dalam kunjungan mereka di stasi itu. Kunjungan yang telah dipersiapkan oleh anak-anak tersebut merupakan kunjungan pertama yang ide awalnya disampaikan oleh Guido Gusti Ngurah Darmadi.

Kurang lebih 50 orang anak Sekami dan remaja dilatih dan dibina untuk melayani koor, lektor, dan pemazmur pada kesempatan ini. Di samping mengadakan kunjungan, kesempatan ini digunakan pula untuk berkenalan dengan Anak-anak Sekami dari Stasi Santo Mikael Piling.

Misa dipimpin oleh Romo Yoseph Gerungan O.Carm, pastor pengelola Biara Karmel Baturiti Tabanan. Lagu-lagu misa sepenuhnya dilayani oleh Anak-anak Sekami dan Remaja Santo Tarsicius Tuka. Dibina dan didirigeni langsung oleh Bapak Gusti Ngurah Darmadi. Lektor oleh Villia dan Steven, sedang mazmur dilantunkan oleh Reyna. Organis oleh kakak beradik Richie dan Charlie (keduanya binaan dari Gusti Ngurah Wahyudi-alm).

Kehadiran umat di stasi yang merupakan wilayah Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan ini didominasi golongan tua. Jumlah KK Katolik di Piling ini kurang lebih 49 KK. Namun tampak pula anak-anak muda dan anak-anak yang tergabung dalam Sekami Santo Mikael Piling.

Kehadiran Anak-anak Tarsicius dan para pembina menambah meriah dan khidmadnya perayaan ekaristi. Lagu-lagu yang dibawakan anak-anak sungguh memberikan suasana yang lain dari biasanya. Tempat duduk kapel dipenuhi oleh anak-anak. Kursi tambahan pun disiapkan untuk menampung umat yang hadir. Beberapa umat tampak duduk di serambi gereja karena kursi di dalam penuh.

Homili Romo Yoseph membius umat. Lebih kurang tiga puluh tiga menit, Romo Yoseph mengupas makna Injil pada hari ini yang berkisah tentang Yesus memberi makan kepada 5000 orang laki-laki dari 5 roti jelai dan 2 ekor ikan yang dibawa oleh seorang anak. Romo Yoseph menegaskan bahwa pada mukjizat yang dilakukan Yesus terjadi karena ada anak yang mau berbagi.

“Ada anak yang ikhlas berbagi roti dan ikan yang dimilikinya sehingga Yesus menggandakannya dan memberi makan 5000 orang yang hadir di sana. Apakah kita ikhlas berbagi seperti anak kecil ini terhadap sesama yang sakit, menderita, kelaparan? Sumbangan kecil yang kamu berikan, sangat besar artinya bagi orang lain yang membutuhkan”, tegas Romo Yoseph.

Sebelum berkat penutup, Dewan Stasi Piling Andreas I Made Agus Wirawan menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh Anak-anak Sekami dan Remaja Santo Tarsicius. Romo Yoseph pun menyampaikan hal senada.

Pada kesempatan itu Ngurah Darmadi menyapa umat. “Kelompok Paduan Suara Anak dan Remaja Santo Tarsicius ini merupakan warisan dari Bapak Gusti Ngurah Wahyudi (alm). Beliaulah yang merintis pertama kali, kami melanjutkan mendamping mereka,” ungkap Pak Ngurah.

Pak Wahyudi demikian beliau dipanggil merupakan teman dari Romo Yoseph saat menimba ilmu di Seminari Mertoyudan. Romo Yoseph mengajak anak-anak dan umat secara khusus berdoa untuk jiwa Pak Ngurah Wahyudi diakhir misa sebelum berkat penutup.

“Saya benar-benar merasakan nyanyian para malaikat ‘the voices of little angels,” ungkap Romo Yoseph memberi apresiasi terhadap lagu-lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak. “Saya menitikan air mata sambil menyambut Tubuh Kristus, mendengar lantunan lagu komuni. Sangat menyentuh perasaan saya,” ungkap Ibu Vero, salah satu umat dari Lingkungan Stasi Piling.

Kegiatan Kebersamaan

Kegiatan kebersamaan dilaksanakan di Mulia Agro Eduwisata Mangesta. Acara dipandu langsung oleh Kak Bernadetta Vina Arifianti – Kak Vina (Ketua Sekami St. Mikael), OMK Santo Mikael dan para mahasiswa dari Universitas Atma Jaya yang sedang menjalani KKN di daerah Piling. Kegiatan setelah misa ini digagas oleh pembina Sekami bertujuan untuk menambah keakraban anak-anak Sekami Santo Tarsicius dan Santo Mikael.

Aneka game, kuis, dan nyanyi bersama mewarnai kegiatan ini. OMK dan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta memandu anak-anak Sekami dengan games Voley Buta, Jembatan Kasih, Ikatan Kristus, dan Tetap Percaya Walaupun Tidak Melihat. Kak Vina, dan beberapa pendamping dari St. Tarsicius memandu anak-anak Sekami untuk bernyanyi dan berjoged bersama. Keakraban dan kekeluarga antara pembina dan anak-anak sangat terasa. Walaupun baru berkenalan tapi mereka telah seperti keluarga.

Jeda acara diisi dengan makan siang. Setelah doa oleh Yosef I Ketut Subadi (Pak Johan), Romo Nyoman Purnawan, Pr. berkenan memberikan berkat atas makanan yang akan dinikmati. Anak-anak dan pembina menikmati suasana makan siang bersama di alam terbuka dengan hawa sejuk di bawah mendungnya langit Mangesta.

Di akhir acara dibagikan pula hadiah-hadiah bagi para pemenang game. Hadiah hampir merata bagi kelompok yang mengikuti game. Anak-anak yang dipimpin oleh ketua kelompoknya membagikan hadiah yang diterima kepada setiap anggotanya. Mereka akrab sekali dan ikhlas menerima apa yang menjadi bagiannya. Ini pembalajaran yang diharapkan dari pertemuan ini. Belajar berbagi dengan tulus. Acara ditutup dengan doa bersama oleh Gusti Ngurah Darmadi. *

Penulis : Ide
Editor: Hiro/Komsos KD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button