LINTAS PERISTIWA

Evaluasi Karya Pastoral 2025 Mewarnai Sidang Pleno DPK Hari Kedua

DENPASAR – Sidang Pleno Dewan Pastoral Keuskupan (DPK) Denpasar, Selasa (25/11/2025) memasuki hari kedua yang diwarnai laporan dan evaluasi karya pastoral sepanjang tahun 2025.

Diawali perayaan Ekaristi, lalu persidangan yang dibuka dengan doa. Dilanjutkan dengan review kegiatan hari pertama berupa pemutaran video highlight, dan membacakan review kegiatan oleh Fr. John salah seorang notulis sidang.

Usai review, agenda sidang berikutnya adalah laporan dan evaluasi pastoral tahun 2025. Dimulai dari laporan dan evaluasi program Bidang Pembinaan Iman (BPI) Dekenat dan Puspas, yang dpimpin Koordinator BPI Puspas RD. Agustinus Sugiyarto.

Suasana sidang pleno

Koordinator BPI Puspas, memberikan kesempatan pertama kepada para Sekretaris BPI Dekenat, masing-masing RD. Yulius dari Dekenata Bali Timur, RD. Andri (Dekenat Bali Tengah), RD. Yonce (Dekenat Bali Barat) dan RP. Kristo, SVD (Dekenat NTB) untuk melaporkan realisasi dan evaluasi program BPI Dekenat.

Laporan dan Evaluasi Bidang Pembinaan Iman Dekenat dan Keuskupan

Seusai laporan dan evaluasi dekenat, selanjutnya Koordinator BPI RD. Agustinus Sugiyarto melaporkan realisasi dan evaluasi program BPI dan Komisi-komisi dalam rumpun BPI Puspas, terutama program unggulan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan rekapitulasi BPI, program BPI serta komisi-komisi di tahun 2025 berhasil melaksanakan 6 program unggulan (semua terealisasi), 19 program rutin (semua terealiasi) dan 4 kegiatan lain di luar program sehingga total 29 kegiatan teralisasi. Dari 29 kegiatan ini, tingkat partsipasi umat (peserta) mencapai 3.008 orang, terdiri dari laki-laki 1.685 dan perempuan 1.323.

Pastor Rekan Paroki Negara RD. Barto (kedua dari kiri) saat menyampaikan evaluasi

Setelah BPI, laporan dan evaluasi berikuitnya dari Bidang Aksi Kemasyarakatan (BAK), dengan pimpinan sidang Koordinator BAK Puspas RD. Evensius Dewantoro. Alur laporannya sama, dimulai dari laporan dan evaluasi dari BAK Dekenat oleh 4 Sekretaris Dekenat.

Sementara laporan dan evaluasi realisasi program dari BAK dipresentasekan oleh Koordinator BAK. Tahun 2025 ini, BAK dan Komisi-komisi dalam rumpun BAK Puspas berhasil melaksanakan 6 program unggulan (semua terealisasi), kegiatan rutin 20 (5 program tidak terealisasi) dan kegiatan lain di luar program 7, sehingga total 33 kegiatan terealisasi. Tingkat partisipasi umat (peserta) yang ikut dalam kegiatan BAK dan Komisi-kominya mencapai 2.533, terdiri dari laki-laki 1.506, dan perempuan 1.027 orang serta ada 223 KK.

Laporan dan Evaluasi Bidang Aksi Kemasyarakatan Dekenat dan Keuskupan

Laporan dan evaluasi berikutnya dari Bidang Pendidikan Umat (BPU). Sidang dipimpin oleh Koordinator BPU RD. Flavianus Endi. Sama seperti BPI dan BAK, dimulai dari laporan dan evaluasi BPU Dekenat yang kembali disampaikan oleh para Sekretari Dekenat.

Rm. Flavianus kemudian menyampaikan laporan dan evaluasi BPU dan Komisi-komisi dalam rumpun BPU Puspas. dalam laporannnya, program BPU yang terealisasi 2025 terdiri dari unggulan ada 5 (semua terealisasi), rutin ada 9 (3 program tidak terealisasi) dan kegiatan lain di luar program sejumlah 8. Tingkat partisipasi umat (peserta) yang terlibat dalam kegiatan-kegiatab BPU ada 1.245, terdiri dari laki-laki 639 dan perempuan 606 orang.

Laporan dan Evaluasi Bidang Pendidikan Umat Dekenat dan Keuskupan

Dilihat dari buku laporan dan evaluasi 2025, program umum Puspas yang terealisasi tahun 2025 ini ada 1 unggulan dan 8 rutin yang terealisasi dengan keterlibatan peserta laki-laki 33 orang dan perempuan 28 orang sehingga total 61 orang.

Berdasarkan rekapitulasi di atas, Puspas serta bidang dan komisi-komisi telah merealisasikan kegiatan dengan total keseluruhan 93 kegiatan, dengan rincian unggulan: 18 kegiatan, rutin 56 kegiatan dan kegiatan di luar program 19. Total partisipasi umat (peserta) 6.847 orang dan 223 KK.

Ice breaking di sela-sela agenda sidang yang padat

Setiap bidang baik dari tingkat dekenat maupun Puspas, setelah melaporkan realisasi kegiatan dan evaluasinya, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada forum pleno DPK untuk menyampaikan pertanyaan informatif atau tanggapan kritis atas program yang telah dijalankan sebagai bagian evaluasi juga masukan yang penting untuk diperhatikan dalam realisasi program tahun mendatang.

Pada umumnya laporan dan evaluasi program 2025 berjalan dengan baik dan sesuai program, dan beberapa di antaranya mendapat catatan kritis dari peserta pleno untuk diperhatikan dalam realiasi program tahun berikutnya.

Sebelum mengakhiri sesi laporan dan evaluasi program tahun 2025, Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, memberikan catatan khusus atas realisasi program baik dari Dekenat maupun Puspas.

Catatan pertama Bapak Uskup adalah menyoroti beberapa program unggulan terutama dari dekenat-dekenat yang tidak berjalan dengan alasan tidak ada dana. “Semestinya ini dikomunikasikan, kita ada jalan keluar sebenarnya, bisa melalui DSAK, Puspas dan sumber lainnya,” kata Bapak Uskup.

Sementara untuk kegiatan bidang dan komisi-komisi di Puspas, menurut Bapak Uskup, umumnya berjalan dengan baik. Namun, Bapak Uskup memberikan catatan apakah katekese kontekstual itu sudah menyebar ke seluruh umat.

“Sesuai dengan tema kita tahun ini, katekese berbasis konteks yang ada, seperti katekese bahaya judol dan pinjol yang sudah dilakukan, apakah sosialisasinya oleh mereka yang ikut workshop itu sudah sampai pada umat. Karena konteks dunia kita saat ini, masyarakat diresahkan dengan judol dan pinjol,” kata Bapak Uskup.

Catatan lain dari Bapak Uskup adalah tentang dana APP Nasional. “Kita ada dana PSE untuk pengembangan sosial ekonomi umat yaitu dari dana APP Nasional dan dana HPS. Ini harus dimaanfaatkan,” pinta Mgr. San.

Mgr. Silvester berharap, Komis PSE Keuskupan perlu mendampingi kelompok-kelompok itu untuk membuat proposal. “Keuskupan kita sangat kecil menyerap dana APP Nasional, hanya dikabulkan dua proyek dari 16 proyek yang disediakan setiap tahun. Belum lagi dana HPS yang tidak terserap sama sekali. Saya prihatin soal ini. Kita mengeluh soal kurang dana, tapi proyek ini kita tidak kita mafaatkan,” kata Bapak Uskup.

Agenda lain dalam sidang pleno DPK hari kedua, usai laporan dan evaluasi program pastoral 2025 adalah laporan keuangan Puspas dan Komisi-komisi Puspas yang disampaikan oleh Ekonom Keuskupan Denpasar RD. Agustinus Sugiyarto.

Selanjutnya mendengarkan rancangan program Bimas Katolik NTB, Bimas Katolik Bali dan Penyelenggara Bimas Katolik Kabupaten Buleleng (Bali) yang mewakili pemerintah, terkait dengan program 2026 yang bisa berjasama dengan Gereja sebagai mitra strategis Bimas Katolik.

Penyampaian program Bimas Katolik dan Anggran yang disediakan dalam kerjasama dengan Gereja

Sidang pleno hari kedua diakhiri dengan presentase dalam bentuk diskusi panel menuju program 2026 yang mengusung tema: Bangkit dan Beregerak Bersama Menuju Gereja Sinodal Melalui Keluarga, Sekami, OMK dan KBG yang Solid dan Solider.

Diskusi panel menuju penyusunan program tahun 2026 tentang keluarga dan tribunal perkawinan yg disampaikan Ketua Komisi Keluarga RD. Adi (kiri) dan Vikaris Yudisial RD. Wanta (kanan)

Panel diskusi dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama tampil Ketua Komisi Keluarga RD. Adianto Paulus Harun dan Vikaris Yudisial RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, dengan materi seputar refleksi tentang Keluarga dan Tribunal Perkawinan.

Diskusi panel menuju penyusunan program tahun 2026 tentang OMK, Sekami dan KBG yg disampaikan Ketua Komisi Kepemudaan RD. Rony (kiri) dan Direktur Puspas RD. Babey (kanan)

Pada sesi kedua tampil Ketua Komisi Kepemudaan RD. Rony Alfiridus Bere Lelo, yang mempresentsekan refleksi tentang OMK dan Direktur Puspas/Ketua KMKI RD. Herman Yoseph Babey, yang memberikan refleksi tentang Sekami dan KBG. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button