PUSAT PASTORAL

Direktur Diosesan KMKI Keuskupan Denpasar : Mari Bersatu Untuk Misi

Ampenan-‘Setiap komponen Gereja dengan perannya masing-masing, mari bersatu untuk misi’, demikian ungkap Direktur Diosesan Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, saat kegiatan Animasi Misi menyongsong 100 tahun Minggu Misi Sedunia ke-100 tahun, di Rumah Retret Aryo-Ampenan-Lombok, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang digagas KMKI Keuskupan Denpasar ini diikuti para Imam, komunitas Suster, pengurus DPP/DKP, Lingkungan/KBG, OMK, SEKAMI untuk wilayah paroki Mataram dan Ampenan.

Animasi misioner dengan gerak dan lagu

Dalam kesempatan ini RD. Babey mengajak semua komponen gereja untuk lebih menyadari panggilan berperan dalam karya misi. ’Gereja harus bergerak bersama dalam menjalankan misi. Imam, DPP/DKP, Lingkungan/KBG, OMK, SEKAMI, Keluarga, Paroki harus bersatu, tidak hanya sekedar soal kebersamaan tetap juga harus siap di utus’, demikian tegasnya.

Untuk menjadi pelaku misi dapat dilakukan dengan berdoa, berkurban, berbagi, bersaksi dan siap diutus. Dengan latar belakang masing-masing yang berbeda, baik itu usia, suku, budaya, bahasa, kita harus bersatu dalam kebersamaan dengan Kristus, sebagai sebagai pusat, berbeda tetap satu dalam Kristus.

RD. Herman Yoseph Babey, Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar saat memberi materi animasi misi.

Sebagai Imam, DPP/DKP dapat menggerakkan gereja Gereja lewat program dan kegiatan yang berhubungan dengan karya misi. Lingkungan/KBG dapat memulai sebagai pelaku misi dengan menghadirkan gereja di tengah masyarakat.

Lewat wadah SEKAMI dapat membantu anak dan remaja memiliki jiwa misioner, sedangkan OMK diajak menjadi saksi Kristus di tengah dunia digital saat ini. OMK dapat memanfaatkan media sosial, melakukan karya sosial, evanglisasi digital, kreativitas musik dan seni, kunjungan dan pendampingan teman, oleh sebab itu OMK harus menjadi pelaku misi.

Suasana kegiatan animasi misi di rumah retret ARYO Ampenan.

Keluarga kristiani dapat menjadi gereja rumah tangga dan akhirnya lewat kebersamaan kita sebagai paroki, kita harus menjadi pelaku misi yang mampu untuk ’keluar dan menjumpai’.

Melalui animasi misi ini, RD. Babey mengajak kita menjadi Gereja yang bergerak, bukan gereja yang menunggu, menjadi Gereja yang misioner dan menjumpai mereka yang membutuhkan.

Peserta animasi misi aktif dalam proses tanya jawab.

Di bagian akhir materinya RD. Babey, mengajak semua peserta untuk merefleksikan kembali karya pelayanan yang sudah dilakukan, sekaligus mengajak untuk membangun komitmen serta mewujudkan dalam gerakannya nyata. ‘100 tahun Minggu Misi sedunia ini menjadi momentum kebangkitan misi Gereja’, demikian tegasnya.

Penulis : Bowo-Mataram

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button