Dari Kongres Nasional KKKI Indonesia: Budaya Peduli Adalah Jati Diri para Devosan Kerahiman Ilahi

MERAUKE, PAPUA- Kongres Nasional (KongNas) V Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Indonesia (KKKI Indonesia), telah dilaksanakan di Merauke, 17-20 September 2025.
KKKI Keuskupan Denpasar telah mengutus empat anggota termasuk imam Moderatornya RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD, Angelina Neves, Lily Kartawinata, Lucia Tjandra, dan Balinda.
KongNas V Merauke sejatinya merupakan kelanjutan dari KongNas sebelumnya, yaitu KongNas I di Bogor 4-6 Oktober 2013 dengan tema ”Pedoman Dasar: Satu Visi, Satau Misi dan Satu Sarana.” KongNas II di Surabaya 7-9 Oktober 2016 mengusung tema ”You Belong To My Heart (Engkau milik hati-Ku).”

Lalu KongNas III yang dilaksanakan di Pontianak 11-13 Oktober 2019 dengan tema “Kasih Allah adalah Bunga dan Kerahiman adalah Buah-Nya,” dan KongNas IV di Makassar, 7-9 Oktober 2022 bertema “Keluarga adalah Oasis awal mekarnya Kerahiman Ilahi hingga menyebar ke seluruh dunia”.
Bertitik tolak dari refleksi pada keempat KongNas KKKII tersebut, panitia pelaksana KongNas V KKKI Indonesia Merauke merumuskan tema KongNas V yakni ”Budaya Peduli Sebagai Jati Diri Para Devosan Kerahiman Ilahi.”
KongNas V yang dilaksanakan di SwissBell Hotel Merauke, seluruhnya ditanggung oleh panitia. Setiap peserta hanya menanggung biaya perjalanan masing-masing.
Hal itu membuat KongNas V menjadi berbeda dari keempat KongNas sebelumnya. Dukungan dari jajaran pemerintah hingga pemerintah provinsi Papua Selatan, telah menghantar KongNas V melewati proses-prosesnya dalam pengawalan Pemerintah Daerah.
Selama Kongres Nasional V KKKI Indonesia Merauke tahun 2025, disiarkan melalui kanal Youtube Yosef Ministry, dikemas dalam 4 hari sejak tanggal 17 – 20 September 2025.

Adapun berbagai agenda kegiatan Kongnas V, hari pertama (17/9), diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri Uskup Agung Merauke Mgr. P.C. Mandagi, MSC dan berkenan memberikan sambutan.
Dalam sambutannya Mgr. P.C. Mandagi MSC, berbicara tentang Yesus sumber kerahiman Ilahi yang peduli kepada manusia, khususnya mereka malang, miskin dan menderita.
“Maka sebagai anggota KKKI, belajar dari Yesus Sang Kerahiman Ilahi, untuk berbagi belaskasih kepada sesama kita yang hidup dalam penderitaan dan dosa,” kata Uskup Agung Merauke.
Hari Kedua, Kamis 18/9), mulai dengan hari studi. Para peserta Kongnas V mendapatkan pencerahan tentang ‘Identitas Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi’ oleh RD. Yos Somar.
Romo Yos Somar merumuskan identitas KKKI dengan bersumber pada 3 petunjuk yaitu definisi devosi dari Paguyuban Kerahiman Ilahi Keuskupan Surabaya (Mengenal Kerahiman Ilahi Lebih Dalam, 2013), Haryanto dan Estherina (Komunitas Lumen Christi), Kalender Saku 2019 Kerahiman Ilahi, dan hasil Analisa data questioner dari 10 keuskupan.
Dari ketiga sumber itu dirumuskan identitas Komunitas Kerasulan Ilahi sebagai persekutuan iman dan persaudaraan para murid Kerahiman yang berdasar pada spiritualitas Santa Faustina, Kitab Suci, Tradisi Gereja, dan Ajaran Sosial gereja katolik.

Diwujudkan berupa semakin mengandalkan Tuhan, semakin berbelaskasih kepada sesama, semakin membangun persaudaraan yang lebih luas (tersirat damai, keadilan yang lebih besar dan keadaan yang lebih ber-kemanusiaan) dengan cara mendayagunakan semua Saluran Kerahiman Ilahi, agar manusia dan dunia semakin mengalami kehadiran Allah yang Maharahim dan menyanyikan Kerahiman Ilahi itu selalu di setiap tempat dan setiap saat.
Pencerahan berikutnya adalah tentang ‘Spiritualitas Santa Faustina sebagai spiritualitas KKKI’ yang disampaikan oleh P. Aloysius Batmyanik, MSC.
Menurut P. Aloysius, Spiritualitas Santa Faustina menyatu dengan Gereja Katolik, sebagai sebuah panorama spiritualitas, yang memperkaya Gereja dengan memberi tekanan pada “Kasih Allah yang tak terduga, yang dialami melalui pengenalan akan misteri Kerahiman Ilahi Allah dan merenungkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
Dikatakan, ada 5 aspek dasar untuk mempelajari dan menghayati spiritualitas Santa Faustina, yaitu mengetahui misteri Kerahiman Ilahi dan merenungkannya dalam kehidupan sehari-hari; menyempurnakan sikap percaya kepada Tuhan dan belaskasih kepada sesama; memiliki cinta kepada Gereja dan Karisma untuk menyalakan misteri Kerahiman Ilahi; cinta kepada Ekaristi (Sakramen); dan devosi kepada Bunda Maria.
Memasuki hari ketiga, Jumat (19/9), masih diisi dengan materi pencerahan. Kali ini RD. Yos Somar, mengangkat topik ‘Budaya Peduli.’

Menurut RD. Yos Somar, ada tiga alasan memilih Budaya Peduli yaitu Perintah Tuhan dalam Lukas 6: 36 yang diwahyukan kembali kepada Santa Faustina (BHSF 742, 1158, 1317).
Kemudian Masa Pontificat (Yohanes Paulus II, Benedictus XVI) ditandai oleh ajaran tentang kasih Allah kepada manusia.
Ketiga, dunia yang sedang berada di dalam kekacauan yang mengakibatkan terlalu banyaknya penderitaan.
“Maka budaya peduli menuntut kita untuk pergi ke tempat-tempat dimana ada luka, masuk ke tempat-tempat dimana ada penderitaan, serta ikut serta dalam perpecahan, ketakutan, kebingungan, dan kecemasan orang lain. Menuntut kita juga untuk berteriak bersama mereka yang menderita, berkabung bersama mereka yang kesepian, menangis bersama mereka yang mecucurkan air mata, menjadi lemah bersama mereka yang lemah, dan menjadi tak berdaya bersama mereka yang tak berdaya,” katanya.
“Jadi budaya peduli menuntut keterlibatan penuh lebih dari sekedar ramah tamah dan lemah-lembut. Nilai-nilai budaya peduli yang harus diimplementasikan dalam bentuk program peduli kepada mereka yang malang di setiap regio dan keuskupan, kevikepan dan paroki dengan bercermin pada hasil diskusi per regio,” sambungnya.
Pada hari keempat, Sabtu, (20/9) Kongnas V memasuki sesi Laporan hasil diskusi setiap regio; Rapat Steering Comitte (steering comitte pantia dan moderator setiap regio); Pembacaan Hasil KongNas V (Keputusan dan Rekomendasi); dan Pujian Agung Kerahiman Ilahi oleh RD. Yos Somar.
Masih pada hari keempat, ada mobilisasi peserta untuk pawai ke Gereja Katedral Merauke guna mengikuti misa penutupan Kongnas V. Misa dipimpin oleh Vikjen KA. Merauke RP. Hendrikus Kariwop, MSC;
Dilanjutkan dengan Penutupan KongNas V Merauke oleh Gubernur Provinsi Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo. S.T.,M.T.,IPM
Keputusan KongNas V Merauke
Setelah melalui berbagai proses, KongNas V Merauke menghasilkan keputusan dan rekomendasi sebagai berikut:
(1) KongNas memutuskan bahwa hasil KongNas (Budaya Peduli) harus disosialisasikan dan harus dilaksanakan di setiap regio, keuskupan, kevikepan dan paroki sesuai dengan situasi dan kondisi keuskupan masing-masing.
(2) KongNas memutuskan bahwa pengurus KKKI (Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi) diusulkan untuk dibentuk di tingkat regio, keuskupan, kevikepan dan paroki.
(3) KongNas memutuskan moderator dan Koordinator Nasional periode 2025-2028 adalah Keuskupan Agung Merauke, dengan Moderator RD. Andreas Fanumby, Antonius Noe (Koordinator), Ika Samderubun (Wakil Koordinator).
(4) Penasehat KKKI Indonesia: Uskup Keuskupan Agung Merauke (Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC), Pastor Yos Somar, Pr dan Ibu Estherina.
(5) Buku pedoman Devosi Kerahiman Ilahi yang dipakai sesuai dengan situasi dan kondisi setiap keuskupan.
(6) Menugaskan pengurus KKKI Indonesia untuk merumuskan tupoksinya dan menjalankannya secara rutin (Kontrol Pembentukan KKKI di setiap regio, keuskupan, kevikepan dan paroki dan sosialisasi rutin tentang Kerahiman Ilahi dan hasil KongNas serta materi-materi Kerahiman Ilahi).
(7) Bahwa ada 5 sarana devosi kerahiman ilahi yang harus diterapkan secara nasional (Menghormati gambar kerahiman, jam kerahiman, koronka, pesta kerahiman dan kerasulan kerahiman).
(8) Pelaksanaan KongNas VI tahun 2028 dilakukan di Regio NUSRA (Keuskupan Denpasar).
(9) Pertemuan rutin regional per 3 bulan sekali dan dievaluasi 6 bulan sekali (pertemuan nasional) secara daring (zoom meeting)
Rekomendasi KongNas V
(1) Doa kerahiman ilahi disesuaikan dengan waktu dan kondisi setempat;
(2) Kepada setiap anggota kerahiman ilahi di setiap keuskupan untuk bekerja sama dengan para pastor paroki dan biarawan/biarawati;
(3) Hendaknya dilakukan regenerasi anggota KKKI muda di setiap regio, keuskupan, kevikepan dan paroki.
(4) Dalam rentang waktu tiga tahun ke depan hingga terlaksananya KongNas VI, pelaksanaan program Nasional akan dipimpin oleh Keuskupan Agung Merauke hingga evaluasi di tahun 2028.
Selain itu, pengurus di tingkat Regio Nusra juga sudah dibentuk dengan Moderatornya P. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD dari Keuskupan Denpasar; Ketua: Angelina Neves (Keuskupan Denpasar); Sekretaris: Paskalis Nande (Keuskupan Maumere).
Dengan demikian, selama tiga tahun ke depan, KKKI Keuskupan Denpasar harus mempersiapkan segala sesuatu, untuk menjadi tuan rumah dan pelaksana KongNas VI Denpasar.
Laporan : RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD-Moderator KKKI Keuskupan Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD



