Komisi Kerawam Fasilitasi Bincang Santai Anggota DPRD Katolik dengan Puspas
DENPASAR – Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Denpasar mengundang tiga awam Katolik yang menjadi Anggota DPRD dan memfasilitasi bincang santai dengan Bidang Pendidikan Umat serta seluruh staf di kantor Pusat Pastoral.
Acara ini merupakan salah satu program dari Komisi Kerasulam Awam (Kerawam) 2025. Pertemuan berlangsung di Aula Keuskupan Denpasar, Sabtu (24/5/2025).
Sebagai informasi, hasil Pemilu 2024, dari puluhan kader Katolik yang berlaga sebagai Caleg baik di Bali maupun NTB, dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat, ada tiga orang yang terpilih dan berhasil duduk sebagai anggota Legislatif Daerah.
Ketiga awam yang terpilih ini adalah Grace Anastasia untuk DPRD Provinsi Bali dari PSI, Angelica A.A.A. Putu Priniti yang akrab dengan nama Gek Diaz terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Denpasar (Gerindra) dan Yohanes Edy Sanjaya, terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Badung (PDIP).
Dua anggota DPRD hadir dalam bincang santai bersama fungsionaris Puspas itu, yakni Yohanes Edy Sanjaya dan Gek Diaz. Grace Anstasia berhalangan karena saat bersamaan ada urusan di luar kota.
Dari pihak Puspas dihadiri oleh Direktur Puspas/Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, Sekretaris Uskup RD. Agustinus Sugiyarto, Koordinator BPU/Ketua Komisi Kerawam RD. Flavianus Endi, Ketua Komisi Kepemudaan RD. Rony Alfridus Bere Lelo, Ketua KKP-PMP Yosep Yulius Diaz dan para Sekretaris Komisi pada Kantor Puspas Keuskupan Denpasar.
Acara diawali dengan sapaan kasih Ketua Komisi Kerawam RD. Flavianus Endi. Rm. Vian, demikian biasa disapa, mengungkapkan bahwa acara ini sesuai namanya bincang santai, jadi tidak ada hal khusus dan serius yang dibicarakan selain berbagi pengalaman dan perjuangan dari Rasul Awam Katolik yang duduk di DPRD dengan para fungsionaris Pastoral.

“Dalam bincang-bincang ini kami ingin mendengarkan sekilas perjuangan dari bapak ibu yang terpilih sebagai anggota DPRD dan sekiranya juga membagi pengalamannya ketika duduk dalam Lembaga pemerintahan sebagai penyambung aspirasi masyarakat,” ungkap Rm. Vian.
Rm. Vian tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Edy dan Ibu Gek dalam acara ini. juga Ibu Grace yang sudah memberikan konfirmasi atas ketidak hadirannya.
Menurut Romo Vian, pertemuan ini merupakan permulaan yang akan diikuti komunikasi dan pertemuan lainnya di masa akan datang. “Kami butuh informasi dari anggota dewan, ini dibutuhkan oleh Komisi Kerawam dalam memotivasi para kader Katolik lainnya di paroki-paroki,” harapnya.
Sementara itu Vikjen/Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey, dalam arahanya mengungkapkan bahwa Gereja Katolik Keuskupan Denpasar bersyukur ada awam Katolik yang dipercayakan rakyat untuk duduk di Lembaga Legislatif tingkat Provinsi Bali, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung
“Pada kesempatan ini kita mendengarkan Ibu Gek dan Pak Edi yang membawa identitas Katolik di lembaga pemerintahan. Mereka berada di pusat pengambil kebijakan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” kata Vikjen.

Lebih lanjut Rm. Babey mengharapkan, kesaksian iman sebagai anggota DPRD sangat dibutuhkan sehingga dapat menjadi inspirasi dan menguatkan seluruh warga Gereja Keuskupan Denpasar. Sebab tidak terpungkiri, keterlibatan mereka di kantor dewan adalah bentuk kehadiran Gereja untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, seraya berpesan untuk menjadi seorang yang beriman militan sehingga mampu menegakan kebenaran.
Selanjutnya, Ketua Komisi Kerawam yang memandu pertemuan itu memberikan kesempatan kepada anggota DPRD yang hadir.
Edy Sanjaya, saat menceritakan perjalanan politiknya, mengatakan bahwa sebagai seoarang yang berkecimpung di dunia wiraswasta, awalnya cuek dengan politik. “Prinsip saya, siapapun yang jadi pemimpin sama saja,” katanya.
Sampai suatu waktu dirinya bertemu dengan anggota dewan yang melakukan reses dan mereka memberikan perhatian kepada masyarakat, di situ dirinya mulai tertarik.
“Saya mulai masuk partai politik dan ikut caleg tahun 2014 tapi belum terpilih, hanya kalah selisih sedikit suara. Memang tidak bisa hanya mengandalkan suara umat saja karena jumlah umat kita terbatas. Lalu saya membangun relasi dengan banyak pihak, sehingga pada Pemilu 2019 saya mendapat suara sekitar 8000-an dan terpilih. Demikian pula tahun 2024 mendapatkan suara kurang lebih sama sehingga terpilih kembali. Perjuangan tidak mudah, apalagi kita merebut hati masyarakat luas,” katanya.

Pengalaman paling bahagia menjadi anggota dewan, menurut Edy Sanjaya, ketika bisa membantu membangun gereja dan tempat ibadah lainnya melalui perjuangannya, khususnya di dapilnya.
Menurut Edy Sanjaya, para kader Katolik merasa sangat didukung oleh Gereja, terbukti banyak pertemuan yang diselenggarakan oleh Komisi Kerawam bahkan ada misa perutusan dan berkat khusus sebelum Pemilu 2024 yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup.
Dalam kesempatan itu, Pak Edy menceritakan banyak tentang pengalamannya sebagai anggota dewan serta menyampaikan informasi tentang cara mengakses dana dari pemerintah.
Sementara Ibu Gek Diaz, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan “Saya pendatang baru sebagai anggota DPRD,” katanya.
Ibu Gek, mengisahkan bahwa sejatinya dia tidak tertarik politik. Tetapi dukungan keluarga dan kolega sehingga membuat dirinya berani menjadi anggota partai dan ikut sebagai Caleg, kemudian terpilih.
“Saya masih ingat pesan Romo Babey, kalau duduk mewakili masyarakat umum maka jalan lurus saja jangan bengkok. Suami dan anak-anak juga memberi pesan, mereka belum sanggup tanggung malu kalau saya menyimpang atau korupsi. Pesan-pesan ini saya pegang baik dan menjadi peringatan untuk saya,” katanya.
Ibu Gek, oleh partainya dipercayakan duduk di Komisi IV. Ibu Gek menegaskan bahwa dirinya mau mengabdi untuk masyarakat, tidak mengejar jabatan. Dia merasa sebagai pendatang baru dapat banyak ilmu dan pengalaman selama duduk di dewan.
“Saya sedang perjuangkan untuk menjadikan tanah kosong milik pemerintah daerah untuk dibangun rumah sederhana bagi orang-orang kurang mampu,” katanya.
Pertemuan hari itu dilanjutkan dialog dengan para staf Puspas. Ada beberapa masukan maupun aspirasi yang disampaikan termasuk harapan agar sebagai anggota DPRD itu, dapat meluangkan waktunya bersama Komisi Kerawam turun ke paroki-paroki guna memotivasi awam Katolik lainnya.*
Hironimus Adil



