LINTAS PAROKI

Safari Koor, SMA Sedes Sapientiae Jambu Jawa Tengah Kunjungi Paroki MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – SMA Sedes Sapientiae Jambu Jawa Tengah mengadakan kegiatan Safari Koor ke Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa pada Minggu (14/06/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan tim paduan suara dan orkestra SMA Sedes Sapientiae Jambu untuk melayani perayaan ekaristi pukul 09.30 WITA.

Rahmat Kristianto Adi, salah satu Panitia Safari Koor SMA Sedes Sapientiae Jambu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari studi lapangan di Bali, sekaligus memberikan pelayanan dalam bentuk orkestra yang menggabungkan musik dan paduan suara. Orkestra merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan di sekolah berasrama tersebut.

“Ini merangkum segala talenta musik dan suara, sehingga mereka bisa melayani. Semoga lewat kegiatan pelayanan di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa ini, anak-anak lewat talentanya bisa melayani dengan penuh murah hati,” ungkap Rahmat.

Menurut Rahmat, umat Gereja Maria Bunda Segala Bangsa menyambut kedatangan SMA Sedes Sapientiae Jambu dengan sukacita. Suasana misa pada pagi hari itu juga berjalan dengan penuh hikmat.

Sementara itu, Suster Rustika yang merupakan pendamping rombongan SMA Sedes Sapientiae Jambu, merinci bahwa rombongan tersebut terdiri atas 109 siswa yang berasal dari kelas 11 SMA, serta 10 orang pendamping. Suster Rustika sendiri berasal dari Yayasan Marsudirini, sebuah yayasan yang dikelola oleh Kongregasi Suster Ordo Santo Fransiskus (OSF).

“Karena sambutan dari Romo dan umat yang ada di sini, sungguh luar biasa, sehingga kami semua yang bernyanyi, yang bermain musik, semua melakukan dengan semangat dalam memuji dan memuliakan Tuhan,” jelas Suster Rustika.

Suster Rustika melihat umat yang hadir di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa berasal berbagai macam daerah, sama seperti murid yang sedang belajar di SMA Sedes Sapientiae Jambu. Dalam pelayanan pada pagi hari tersebut, Suster Rustika menilai umat telah menyambut dengan cinta dan senyum.

Selain mempersembahkan pelayanan pada perayaan ekaristi, rombongan SMA Sedes Sapientiae Jambu juga memperkenalkan sekolah mereka secara singkat.

“Karena kami pengikut Bapa Fransiskus, maka fraternal itu selalu kami gaungkan. Harapannya, menjadi orang yang bersaudara. Maka kami datang ke sini sebagai saudara,” tambahnya.

 

Misa pada pagi hari tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki RD Adianto Paulus Harun. Dalam homilinya, RD Adianto menjelaskan mengenai panggilan dan perutusan oleh Tuhan. Panggilan tersebut dapat berupa panggilan khusus menjadi imam, biarawan, dan biarawati, atau panggilan umum melalui pembaptisan.

Dalam bacaan Injil yang berasal dari Kitab Matius, terdapat kisah panggilan dan keputusan dari kedua belas Rasul. Dari panggilan tersebut, mereka mulai mengikuti Yesus dan berada bersama-sama dengan-Nya. Namun, bagi Yesus, hal tersebut menggambarkan antusiasme umat terhadap pengajaran dan misi-Nya.

“Dalam karya perutusan ini, Yesus mengingatkan kepada para murid agar mereka senantiasa membawa karya keselamatan Allah dengan menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang-orang mati, mentahirkan orang-orang kusta, dan mengusir setan,” jelas RD Adinato.

Ketika manusia diutus, di saat yang sama mereka tidak akan berjalan sendirian. Mereka adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan kekuatan yang berasal dari Yesus di dalam diri mereka kepada orang-orang sakit dan menderita.

Oleh sebab itu, RD Adianto mengingatkan bahwa ketika seseorang memiliki iman akan Yesus, maka dia tidak perlu takut dan ragu dengan kemampuannya. Yesus meminta manusia untuk menggunakan segala kemampuan untuk menghadirkan kasih, kebaikan, pengampunan, dan keselamatan.

“Hari ini kita menyaksikan teman-teman kita dari SMA Sedes Sapientiae Jambu yang dengan menggunakan talenta yang mereka miliki untuk menghibur, menyatakan kasih Tuhan, dan mengungkapkan kemuliaan dalam musik dan nyanyian,” ucapnya.

RD Adianto menyampaikan agar murid-murid yang sedang menjalani proses pendidikan di SMA Sedes Sapientiae Jambu tetap semangat dalam tugas dan prosesnya. Selain itu, umat juga diimbau untuk belajar menjadi sosok yang terbuka, membiarkan Tuhan hadir dan bekerja di dalam diri mereka.

“Agar kita yang lemah dan berdosa sanggup mewartakan kasih, kebenaran, dan keselamatan. Dia ada dan selalu beserta kita, menguatkan dan menyelamatkan kita,” tutupnya.

Penulis :SGT-B.Tandiono Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button