Wakil Gubernur NTT Apresiasi Program Pembinaan Diaspora Flobamora Bali

KUTA, BADUNG — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, M.Hum, menggelar pertemuan khusus bersama tokoh diaspora NTT di Bali yang berlangsung di Warung Wardani, Kuta, Jumat (31/1/2026).
Pertemuan diawali dengan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan dialog terbuka dalam suasana kekeluargaan.

Dalam dialog tersebut, Ketua Umum Flobamora Bali, Herman Umbu Billy, memaparkan sejumlah program kerja yang telah berjalan selama ini dalam rangka pembinaan warga diaspora NTT di Bali, khususnya warga asal Sumba.
Pendekatan Komunikasi Langsung ke Lapangan
Ketua Flobamora Bali menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan melalui, pendekatan komunikasi langsung, termasuk turun ke bedeng-bedeng proyek untuk menemui para pekerja, khususnya anak-anak Sumba, guna memberikan pendampingan, arahan, serta edukasi hidup bermasyarakat di Bali.
Pendekatan ini dilakukan untuk membangun kedekatan emosional, mencegah kesalahpahaman sosial, serta memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab sebagai warga perantauan.
Pelatihan Mandor dan Peningkatan Keterampilan
Selain pendekatan komunikasi sosial, Flobamora Bali juga menjalankan program pelatihan mandor yang bertujuan untuk mempersiapkan dan meng-upgrade keterampilan pekerja. Selain itu juga mendorong peralihan dari buruh harian lepas menjadi tukang profesional dan mencetak kepala tukang dan mandor yang memiliki kompetensi dan etos kerja yang baik.
Program ini dinilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan dunia kerja terhadap tenaga kerja asal NTT.
Apresiasi Wakil Gubernur NTT
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kerja nyata Flobamora Bali bersama paguyuban-paguyuban Sumba.
Wagub menilai bahwa program-program tersebut merupakan contoh pembinaan diaspora yang konkret dan solutif, karena menyentuh langsung aspek sosial, ekonomi, dan pembentukan karakter.
“Apa yang sudah dilakukan Flobamora Bali ini sangat baik. Pendekatan komunikasi langsung ke lapangan dan peningkatan keterampilan adalah kunci menjaga harmoni dan masa depan warga NTT di perantauan,” ujar Wagub.

Wagub juga mendorong agar program pembinaan dan pelatihan tersebut terus diperkuat dan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga terkait.
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NTT dan organisasi diaspora di Bali untuk terus membina warga NTT secara berkelanjutan, mengedepankan komunikasi, keterampilan, dan ketaatan terhadap adat serta hukum yang berlaku di Bali. *
Penulis: Agus Anagoga
Editor: Hiro/KomsosKD


