LINTAS PERISTIWA

Pembekalan BKSN 2025 Paroki MBSB Nusa Dua Resmi Dibuka Pastor Paroki

NUSA DUA – Pembekalan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 untuk Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun, Sabtu (30/08/2025), pukul 19.00 WITA.

Pembekalan tersebut dihadiri oleh 12 Ketua Lingkungan dan 75 fasilitator katekese dari 54 Kelompok Basis Gerejani (KBG) di Aula Kristoforus, Basement 1 Gereja Paroki MBSB Nusa Dua.

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki MBSB yang diketuai oleh Blasidus Bruno.

Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki MBSB Blasidus Bruno

Tahun ini, BKSN mengusung tema “Allah Sumber Pembaharuan Hudup” yang bersumber dari dua kitab nabi kecil: Zakharia dan Maleakhi.

Materi tersebut telah disusun dari bahan Nasional dan Regio Nusa Tenggara (Nusra) yang sejalan dengan perayaan Tahun Yubileum 2025, yang digagas Paus Fransiskus sebagai tahun rahmat dan pengharapan.

Dalam acara pembukaan dimulainya BKSN 2025, Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun, menegaskan BKSN bukan sekadar rutinitas membaca kitab suci, tetapi sebagai ajakan untuk menghidupi ajaran kitab suci tersebut dalam keseharian sebagai seorang Katolik.

“Syukur kalau setelah membaca, kita bisa menghayati dalam hidup kita,” ujar RD. Adianto.

Pastor Paroki MBSB Nusa Dua RD. Adianto Paulus Harun

Pendalaman kitab suci nantinya akan dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pertemuan pertama akan membahas mengenai “Relasi dengan Diri Sendiri” seperti yang tertuang dalam Zakharia 1:1-6.

Pertemuan kedua membahas mengenai “Relasi dengan Sesama” yang tertuang dalam Zakharia 7:1-14. Sementara itu, pertemuan ketiga akan membahas “Relasi dalam Keluarga” dengan merujuk kepada Maleakhi 2:10-16.

Lalu ditutup dengan pertemuan keempat yang membahas “Relasi dengan Allah” seperti yang tertuang dalam Maleakhi 3:13-18.

Kitab Nabi Zakharia dan Nabi Maleakhi sendiri berisikan nubuat yang ditujukan kepada orang Yahudi yang hidup pada zaman sesudah Pembuangan Babel.

Pada zaman tersebut, raja yang memimpin adalah Koresh, Raja Persia, yang mengizinkan orang-orang Yahudi dalam pembuangan untuk pulang ke Yehuda.

Mereka dihadapkan dengan tantangan untuk membangun Yerusalem dan Yehuda, termasuk memperbarui kembali Bait Allah yang sudah lama hancur.

Suasana pembekalan BKSN 2025

Dalam kedua kitab nabi kecil tersebut, tampak kehadiran Allah yang mengutus Nabi Zakharia dan Nabi Maleakhi untuk membangkitkan semangat orang Yahudi.

Selain itu, kedua nabi juga mengajak umat Israel yang pulang dari pembuangan untuk melakukan pembaruan hidup dan mentalitas. Sebab, Bait Allah juga diibaratkan sebagai bangunan rohani, yaitu semangat dan mentalitas dalam diri seseorang.

RD. Adianto juga menegaskan metode yang digunakan pada pendalaman kitab suci, yakni Lectio Divina atau membaca, merenungkan, berbagi pengalaman pribadi, berdoa, dan melakukan aksi nyata. Namun, hal tersebut tidak berarti melakukan kelimanya sekaligus dalam satu malam.

“Jangan diborong dalam satu malam, ikuti prosesnya supaya mendalam,” kata RD. Adianto.

Peserta tekun mengikuti pembekalan BKSN 2025

Kegiatan yang akan diselenggarakan sepanjang bulan September ini akan menjadi bekal bagi para fasilitator katekese dan Ketua Lingkungan untuk memimpin pendalaman Kitab Suci di wilayah masing-masing.

Tidak hanya itu, ringkasan materi akan disebarkan melalui DPP dan Ketua Lingkungan agar dapat dibaca dan direnungkan kembali.*

Penulis: Sandra Gisela
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button