LINTAS KOMISIPUSAT PASTORAL

Pelatihan Tata Kelola Medsos; Uskup: Medsos Ruang Hidup Baru dan Sarana Evangelisasi

DENPASAR – Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San, memimpin perayaan Ekaristi dalam rangka Pelatihan Tata Kelola Medsos, sekaligus membuka acara itu secara resmi di akhir misa.

Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Denpasar, dalam kerjasama dengan Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola Medsos untuk para pegiat Komsos dan Sekretariat Paroki se-Keuskupan Denpasar.

Kegiatan dilaksanakan mulai Jumat, (29/8) hingga Minggu (31/8/2025) di Catholic Center Keuskupan Denpasar. Kegiatan diawali dengan misa kudus yang dipimpin Uskup Denpasar, didampingi RD. Herman Yoseph Babey (Vikjen sekaligus Ketua Komsos Keuskupan Denpasar) dan RD. Steven Lalu (Sekretaris Eksekutif Komisis Komsos KWI).

Bapa Uskup didampingi Rm. Babey (kiri) dan Rm. Steven Lalu (kanan) saat memimpin Misa Pembukaan Pelatihan

Uskup Denpasar, dalam pengatar misa berharap pelatihan ini bermanfaat bagi pengembangan karya pastoral di Keuskupan Denpasar.

Misa pembukaan ini bertepatan dengan Pesta Wajib wafatnya St. Yohanes Pembaptis. Di sela-sela homilinya, Bapak Uskup mengingatkan kepada para duta Komsos dan Sekretariat Paroki harus memiliki prinsip sebagai Murid Kristus yaitu mewartakan kebenaran demi keadilan.

Pelatihan Tata Kelola Medsos, ungkap Uskup, sangat baik dan positif terutama di era globalisasi dan modern ini, di mana banyak orang menggunakan medsos.

“Kita diajak meneladani Nabi Yeremia dan Nabi Yohanes Pembaptis, yang kita dengar dalam bacaan suci hari ini yang tekun menjalani panggilan hidup mereka masing-masing, terutama membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan,” kata Bapak Uskup.

Sebelum mengakhiri misa dengan berkat penutup, diisi dengan seremonial pembukaan yang ditandai dengan sapaan kasih dari Ketua Komisi Komsos Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey dan sambutan Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San, sekaligus membuka kegiatan ini.

Bapak Uskup mengatakan, bahwa hidup dalam situasi modren dan globalisasi seperti saat ini yang ditandai pesatnya tekonologi komunikasi sangat mempengaruhi pola hidup manusia.

Kehadiran sarana komunikasi seperti media digital, lanjutnya, memberikan banyak kemudahan dalam berkomunikasi dan membangun relasi, juga dalam menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien. Namun, lanjut Uskup, dampak negatifnya juga dahsyat. Banyak waktu terpakai untuk berselancar di Medsos karena takut ketinggalan zaman atau informasi.

Para peserta pelatihan saat mengikuti materi sesi pertama

Mereka yang takut ketinggalan zaman atau informasi ini disebut FOMO (Fear Of Missing Out). “FOMO harus dilawan JOMO (Joy Of Missing Out),” imbuhnya.

JOMO merupakan sikap cuek atau ketidakpedulian terhadap hal-hal yang sedang tren namun dalam arti positif karena ada kesadaran untuk memilih keterlibatan dalam suatu aktivitas daripada hanya sekedar ikut-ikutan apa yang dilakukan orang lain.

Ruang Hidup Baru

Lebih lanjut, Bapak Uskup, mengatakan bahwa Medsos saat ini menjadi ruang hidup baru, tempat umat membangun relasi dan komunikasi. Gereja Katolik pun terpanggil untuk hadir di ruang baru ini untuk menghadirkan wajah Kristus dan nilai-nilai Injil.

Uskup dan Imam Konselebran bersama peserta dari Dekenat NTB

“Melalui kegiatan ini kita belajar bersama bagaimana mengelola Medsos yang benar, kreatif dan bertanggung jawab. Medsos saat ini tidak hanya sebagai sarana kemunikasi dan membangun relasi, tetapi sarana evangelisasi untuk menghadirkan terang Kristus di tengan dunia melalui sarana digital yang ada,” harap Mgr. San.

Bersama peserta Dekenat Bali Barat

Sebelumnya Ketua Komisi Komsos Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, dalam sapaan kasihnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran duta-duta Komsos dan Sekretariat Paroki Se-Keuskupan Denpasar.

Bersama peserta Dekenat Bali Tengah

“Dalam Pelatihan ini kita akan dibimbing oleh Tim dari Komsos KWI, Rm. Steven dan Edgar, bagaiamana kita mengelola medsos di paroki/stasi kita untuk pewartaan gereja. Kita akan menjadi corong dalam mewartakan kabar gembira melalui media yang ada termasuk media sosial,” pungkasnya.

Bersama peserta Dekenat Bali Timur

Selepas misa, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Ketua Komsos Keuskupan Denpasar tentang panggilan seorang pegiat Komsos sebagai corong Gereja; dan materi mengenai Tata Kelola Media Sosial Gereja Katolik oleh RD. Steven Lalu (Sekretaris Komisi Komsos KWI).*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button