34 Tahun Mengabdi, Blasius Naya Manuk Masuk Purna Tugas, Ratakan!

DENPASAR – Sosok Blasius Naya Manuk, sudah sangat identik dengan Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Denpasar.
Blasius, demikian akrab disapa, staf paling senior di Puspas, selalu penuh semangat dan antusias tinggi hingga di akhir pengabdiannya di Keuskupan Denpasar, khususnya unit Puspas.
34 tahun lamanya Blasius melayani umat melalui perannya yang vital, baik sebagai sekretaris di beberapa komisi berbeda, juga sebagai Sekjen Puspas dan peran-peran lain yang dipercayakan kepadanya.

Dia menyelesaikan semua tugasnya dengan baik, dan dibalik purna tugasnya, Blasius telah mewariskan semangat tinggi, penuh gairah dan kesetiaan melayani, hal-hal yang patut diteladani.
Blasius memiliki slogan khas, RATAKAN! Slogan ini cukup familiar di kalangan fungsionaris pastoral di seluruh Keuskupan Denpasar, bahkan di Indonesia. Sebab di mana Blasius hadir, selalu dengan semangat dan slogan ‘RATAKAN!’. Kini dia mengakhiri seluruh tugas dan pelayanannya di Puspas, semua sudah diratakan.
Pada Kamis (5/3/2026), puncak dari seluruh pengabdiannya. Sebuah acara sederhana sebagai penghargaan akan pengabdian dan pelayanannya, dilangsungkan di ruang makan rumah Keuskupan Denpasar.
Selain Bapak Uskup, Vikjen/Direktur Puspas, Sekretaris/Ekonom Keuskupan, acara kecil ini juga dihadiri para Ketua dan Sekretaris Komisi Puspas serta keluarga besar dari unit Sekretariat, Ekonom dan Rumah Tangga Keuskupan.
Perjamuan makan siang bersama penuh sukacita itu, menjadi momen indah mengiringi langkah Blasius memasuki ritme hidup yang baru, yang lebih tenang dan banyak waktu senggang bersama keluarga.

Namun sebelum santap siang, Blasius diberi kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Blasius berkisah banyak tentang pengalaman berpastoral yang telah dilaluinya dengan penuh sukacita, sejak diterima sebagai karyawan Keuskupan Denpasar oleh Mgr. Vitalis, hingga detik-detik terakhir meninggalkan ruang kerjanya di Puspas, lantai 3 kantor keuskupan.
Sepanjang bergabung dengan Keuskupan Denpasar, khususnya unit Puspas (1992-2026), dia telah merasakan kepemimpinan tiga orang Uskup berbeda, mulai dari Mgr. Vitalis Djebarus, SVD, berlanjut dengan Mgr. Benyamin Yosef Bria, dan terakhir Mgr. Silvester San.
Blasius juga menikmati karakter dan sentuhan kepemimpinan lima Direktur Puspas berbeda, mulai dari RP. Pancratius Made Mariatma, SVD (Direktur Puspas pertama) hingga kini bersama RD. Herman Yoseph Babey.

Dalam kesempatan yang sama, Blasius mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup Mgr. Silvester San, yang telah memberikan kepercayaan yang besar selama mengabdi di Keuskupan Denpasar, bahkan diberi kesempatan untuk tetap berkarya selama lima tahun sejak resmi pensiun saat usia 55 tahun (sesuai aturan keuskupan) tahun 2021 lalu.
Kepada Direktur Puspas sekaligus Vikjen Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, selaku pimpinan di Puspas, ungkapan terima kasih juga disampaikan Blasius atas kepercayaan dan koordinasi kerja yang baik selama berkarya di Puspas.
Demikian juga untuk para imam, para Ketua Komisi, rekan-rekan kerja dan fungsionaris pastoral keuskupan di mana pun berada, atas kebersamaan dan sinergi yang telah dibangun dan memberikan yang terbaik untuk Keuskupan Denpasar.
Blasius juga dengan hati tulus mengungkapkan permohonan maaf atas hal-hal yang kurang berkenan dan kekurangan dan mungkin juga atas kekilafannya sebagai manusia.
Diberi kesempatan juga kepada Rm. Babey selaku Direktur Puspas, untuk mengungkapkan sesuatu dan kesan-kesannya atas pengabdian dan pelayanan Blasius di Pusat Pastoral.
Romo Babey, memiliki kesan bahwa Blasius adalah seorang yang selalu sukacita dan semangat, punya dedikasi dan pelayanan yang tidak pernah lelah yang seyogyanya menjadi inspirasi bagi siapa pun.
“Kehadiran Pak Blas dalam kegiatan apa pun selalu memberi semangat dengan slogannya yang terkenal: Ratakan!,” ungkap Rm. Babey seraya mengucapkan terima kasih kepada Blasius atas segalanya yang telah diberikan untuk Keuskupan Denpasar dan saatnya untuk istirahat.
Sebelum Rm. Babey mengungkapkan hal itu, terlebih dahulu meminta setiap yang hadir siang itu untuk mengungkapkan kalimat singkat buat Blasius. Banyak sekali kesan positif yang disampaikan dan hampir semuanya mengatakan terima kasih untuk semangat, pelayanan, keteladanan, kesetiaan dan kebersamaan yang telah didedikasikan.

Ucapan terima kasih juga dihaturkan Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, atas dedikasi pelayanan dan pengabdian Blasius di Keuskupan Denpasar. Permohonan maaf juga disampaikan Bapak Uskup atas kekurangan dari keuskupan atau kekilafan yang mungkin pernah terjadi.
Menurut Bapak Uskup, walau Blasius masih kuat dan selalu semangat tapi tiba juga waktunya untuk istirahat. Dikatakan, sejak pensiun 2021 lalu, karena tenaganya tetap dibutuhkan sehingga masih diberikan kesempatan untuk berkarya hingga 60 tahun. Tahun 2026 ini, Blasius yang lahir pada 3 Februari 1966, memasuki usia 60 tahun
“Ada saatnya kita harus istirahat. Sebagai Uskup juga, ketika usia 75 tahun harus mengajukan pengunduran diri, suka atau tidak suka, walaupun merasa masih kuat, tapi harus istirahat,” kata Bapak Uskup.
Bapak Uskup memberikan apresiasi atas semangat Blasius. Menurut Bapak Uskup, setiap kegiatan pastoral, Blasius selalu tampil menghidupkan suasana, baik melalui games maupun kreativitas lainnya, sehingga kehadirannya memberikan warna tersendiri.

Usai sambutan, Bapak Uskup didampingi Direktur Puspas memberikan kenang-kenangan dan penghargaan kepada Blasius disaksikan semua yang hadir di sekitar meja makan keuskupan.
Sukacita itu, menjadi sempurna dengan makan siang bersama.
Terima kasih Blasius, untuk dedikasi, pengabdian, keteladanan dan kesetiaan selama 34 tahun mengarungi perjuangan dan suka duka dalam karya pastoral Keuskupan Denpasar. RATAKAN! *
Hironimus Adil



