LINTAS PAROKI

PEMBEKALAN DPP-DKP PAROKI TUKA 2025-2030:

PERJALANAN GEREJA TUKA HENDAKNYA DITANDAI DENGAN “3 K - 1H”

Tuka-Dalam Acara Pembekalan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Dewan Keuangan Paroki (DKP) Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka – Periode 2025 – 2030, di Tuka (Minggu,22/6/2025), RD. Dr. Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta, mengatakan, “perjalanan Gereja Tuka hendaknya ditandai dengan Kurban, Kesetiaan, Komitmen dan Harapan”(3K-1H)”.

Menurut Romo Kusumanta, Gereja senantiasa ada dalam perjalanan dan di tengah perjalanan umat Allah. Perjalanan Gereja itu bagai bahtera yang mengarungi zaman, dalam realitas sejarah menuju kesatuan dengan Allah.

Dalam sambutan pembuka, Pastor Paroki Tuka, RP. Dr.Paskalis I Nyoman Widastra,SVD, mengucapkan syukur dan terima kasih atas kehadiran romo Dr. Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta yang sudah syarat dengan pengalaman berpastoral baik di Keuskupan Denpasar, di Italia dan di KWI, bersedia datang untuk memberikan pembekalan bagi para pengurus DPP dan DKP Tuka,  baik pengurus periode sebelumnya maupun pengurus periode tahun 2025 – 2030, agar memiliki wawasan tentang fungsi dan tugas mereka sebagai anggota pengurus DPP dan DKP Tuka.

Romo Dr.Paskalis I Nyoman Widastra, SVD, (Pastor Paroki Tuka) saat memberikan sambutan.

Romo Kusumawanta mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta menyanyi bersama lagu“Gereja Bagai Bahtera Mengarungi Zaman”. Bagi romo Kusumawanta yang saat ini menjabat sebagai Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosari Gianyar, Gereja bagai bahtera mengarungi zaman, harus bersentuhan dengan realitas hidup manusia. Artinya Gereja harus mengalami suka-duka bersama dengan umat-Nya, seperti dalam GS,1,

“Kegembiraan dan Harapan, Duka dan Kecemasan Umat Manusia adalah juga Kegembiraan dan Harapan, Duka dan Kecemasan Gereja”.

Kepada DPP, DKP dan serta undangan lain dari unsur Ketua Lingkungan, Ketua OMK, Ketua Pemaksan Katolik Tuka, Ketua Pemaksan Katolik Batulumbung, Ketua OMK, Ketua Pemaksan Katolik Buduk, Ketua Legio Maria, Ketua Soverdia, Ketua Komunitas OSF dan LKSA Sidhi Astu, Ketua WKRI, dan Koordinator Misdinar; Romo Kusumawanta mengatakan, anda semua sebagai tokoh umat yang terpilih menjadi DPP dan DKP baik lama maupun baru merupakan representasi umat keseluruhan bersama Pastor Paroki dan Vikaris Paroki, menentukan arah dan tujuan kemana Gereja Tuka mengarungi zaman ini.

Lebih lanjut, RD. Dr. Gusti Bagus Kusumawanta yang juga menjabat sebagai Ketua Vikaris Yudisial Keuskupan Denpasar ini menjelaskan beberapa sub tema dalam pemaparannya.

Peserta sedang konsentrasi mendengarkan pemaparan materi nata sumber oleh RD. Dr. Dominikus Gusti Bagus Kusunawanta.

PERTAMA: Paroki adalah Wujud Nyata Gereja, Ibu dari Gereja. Sebagai ibu Gereja karena Paroki melahirkan umat beriman yang lahir dan berhimpun dalam kesatuan dengan Gereja lokal dan universal. Oleh karena Gereja ada di dalam dan di tengah dunia, maka perlu melihat dan membaca Sejarah Gereja(dulu dan kini), serta jangan sekali-kali melupakan Sejarah.

Karena itu, “Buatlan Gereja Tuka Dalam Data”: Data Umat, Data Sakramen, Data Pendidikan, Data Kegiatan Pastoral, Data Keuangan Paroki, Data Ekonomi Umat dan Masyarakat, Data Infrastruktur, Data Kelompok Kategorial dan Data Ormas Katolik.

KEDUA: Membuat Peta Mengenal Medan. Paroki(Ibu Gereja) secara kanonik selalu terikat dengan wilayah-teritorial. Namun wilayah itu bukan saja geografis, melainkan juga di dalamnya ada Sejarah, Budaya, Mentalitas, Sosial-Ekonomi,Politik dan terutama manusia.

Karena itu DPP dan DKP, Pastor Paroki dan Vikaris Paroki, hendaknya mengenal medan pelayanan agar pelayanan kita sesuai kebutuhan dan harapan umat.

Reksa Pastoral tidak bisa dikerjakan dengan instan dan serampangan dengan pendekatan otoritas-hierarkis, melainkan perlu kajian mendalam, kolaborasi lintas bidang dan pendekatan. Hal itu tentu tidak mudah, tapi umat Tuka mampu melakukan semuanya ini dengan semangat Sejarah awal Tuka sebagai Betlehemnya Bali.

Romo Dr. Kusumawanta saat mempresentasikan materi kepada DPP dan DKP Tuka.

Reksa pastoral oleh Pastor Paroki, Vikaris Paroki, DPP dan DKP bukan soal pelayanan sakramental. Reksa pastoral adalah pelayanan bagi pergumulan hidup iman di tengah kehidupan sehari-hari. Iman yang hidup adalah iman yang menyejarah, mewujudkan di tengah konteks historis dalam realitas hidup umat setempat.

Maka pertama-tama harus mengenal dan memahami medan karya pelayanan sebagai pelaku pastoral: Pastor Paroi, Vikaris Paroki, DPP-DKP.

KETIGA: Memahami Tugas Perutusan Sebagai Pelayan Pastoral. Tugas perutusan Gereja adalah menghadirkan dan meneruskan karya Kristus karya Kerajaan Allah (LG,55. Kita melaksanakan tugas itu. Gereja Tuka berada di Indonesia (FABC Asia), dimana pelayanan pastoral didasarkan pada melayani umat manusia yang sedang bergulat mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Pastor Paroki,Vikaris Paroki, DPP, DKP tidak pertama-tama ditempatkan sekedar sebagai perutusan untuk membaptis melainkan membangun kehidupan yang baik dan Sejahtera.

Tugas perutusan Gereja (Tuka) tidak lain adalah menghadirkan dan meneruskan karya Kristus,karya keselamatan(LG,5,1Tim.2-4,Luk.4:43). Dua karakteristik tugas perutusan Tuhan Yesus di dunia adalah penyembuhan dan pengampunan.

Pewartaan Kerajaan Allah pertama-tama terwujud dalam pewartaan Injil, yang mengajak kearah adanya perubahan hidup. Reksa pastoral Paroki (Tuka) saat ini berada dalam tantangan realitas perubahan dari paroki Tuka lama dengan umat  kebanyakan Bertani, beubah menjadi paroki Tuka pendatang. Bagaimana menyikapinya?

KEEMPAT: Gereja sebagai Communion Of Communitas”. Dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia(SGKI) Jakarta tahun 2000, menegaskan Gereja Katolik Indonesia membangun Komunitas Basis sebagai cara hidup menggereja secara baru.

Maka konsep Gereja(Paroki) dipahami sebagai komunio dari komunitas-komunitas yang berciri tranformatif. Karena perlu perubahan sikap, mental, antara lain dari pola spiritualitas yang terlalu individualis dan vertikal ke pola religiositas yang memerdekakan.

Perubahan dari Liturgi yang ritualistik ke liturgi yang berpihak kaum miskin; dari  Gereja yang legalistik ke Gereja yang spiritual – profetik. Berkaitan dengan Struktur, perlu perubahan dari kepemimpinan piramidal-klerikal ke kepemimpinan yang kolegial-partisipatif dengan melibatkan Orang Muda, Biarawati, Perempuan dan Orang Miskin dalam mengambil keputusan.

Berkaitan dengan pendekatan, perlu perubahan mendasar antara lain, pola pastoral berpusat pada paroki sentral ke pola yang berpusat pada komunitas basis (KBG atau lingkungan sentral).

Gereja harus menempatkan diri sebagai pelayan karya keselamatan Allah yang diwujudkan secara penuh oleh Kristus, serta diteruskan lewat bimbingan Roh Kudus.

Oleh karena itu karya keselamatan tidak saja dinyatakan dalam perayaan sakramen (liturgia), pewartaan(kerygma), dan pembangunan umat (persekutuan), namun juga pelayanan nyata (diakonia), serta evangelisasi melaui kesaksian hidup umat (martyria). Karena itu seorang imam perlu melibatkan kaum awam dalam melaksanakan tugas Gereja di dunia.

Peserta pembekalan tetap semangat mendengarkan penjelasan tentang tugas-tugas DPP-DKP.

Setelah memaparkan materi dengan penjelasan yang disertai dengan contoh serta motivasi kepada para peserta. Romo Kusumawanta memberikan 5 tugas untuk didiskusikan dalam kelompok. Kelima tugas yang dikemas dalam pertanyaan diskusi sebagai berikut:

Pertama: Rumuskan apa isu utama yang menjadi fokus seksi Liturgi  (dan seksi lainnya), di Paroki Tuka?

Kedua: Carilah hapa yang terbaik di seksi liturgiParoki Tuka (dan Seksi lainnya), di Paroki Tuka?

Ketiga: Apa yang diimpikan-diharapkan terwujud di seksi liturgi dan seksi lainnya?

Keempat: Apa yang harus kita lakukan (merancang program kerja) agar impian dan harapan seksi liturgi (dan seksi lainnya) terjadi di Paroki Tuka?

Kelima: Apa yang terus kita lakukan agar program seksi liturgi (dan seksi lainnya) berkelanjutan di Paroki Tuka?

Kelima pertanyaan tersebut didiskusikan sesuai seksi masing-masing yang akan menjadi masukan untuk digunakan dalam menyusun program kerja di bidang dan seksi masing-masing.***

Peliput : Blasius Naya Manuk

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button