REMAJA MISIONER YANG SOLID DAN SOLIDER

Jimbaran-Masih lanjutan dari empat materi edukasi Kemah Sekami Remaja Misioner Dekenat Bali Tengah, RP. John Seran, SVD memberikan materi “Menjadi Remaja Misioner yang Solid dan Solider”. Materi ini sejalan dengan tema pastoral Keuskupan Denpasar Tahun 2026, yaitu “Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal melalui Keluarga, OMK, SEKAMI, dan KBG yang Solid dan Solider.”
Melalui materi ini, para peserta diajak memahami identitas mereka sebagai murid sekaligus misionaris Kristus. Menjadi misioner, ditegaskan dalam sesi tersebut, bukan hanya tugas para imam, biarawan, atau biarawati, melainkan panggilan setiap orang yang telah dibaptis. Misi dimulai dari lingkungan yang paling dekat: keluarga, sekolah, teman sebaya, hingga komunitas paroki.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Romo John, demikian ia biasa disapa mengajak peserta memahami makna menjadi pribadi yang solid dan solider melalui ilustrasi sebuah pohon yang kuat dan berbuah.
Menurut Romo John, pribadi yang solid ibarat pohon yang memiliki akar kuat ke dalam tanah. Jadi meski diterpa hujan dan angin, pohon itu tetap teguh berdiri. Demikian pula seorang remaja Katolik dipanggil memiliki iman yang kokoh, tidak mudah goyah oleh berbagai pengaruh, serta mampu menjaga keselarasan antara perkataan dan tindakan.
Remaja yang solid juga memiliki komitmen dalam pelayanan dan kehidupan menggereja, sehingga mampu bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan setia.
Sementara itu, pribadi yang solider diibaratkan sebagai pohon yang tidak hanya berakar kuat, tetapi juga menghasilkan buah yang bermanfaat bagi banyak orang.
Sikap solider tampak dalam kepedulian terhadap sesama tanpa membeda-bedakan, kesediaan membantu teman yang mengalami kesulitan, memiliki empati, semangat berbagi, serta menjadi pembawa damai dan pemersatu di tengah lingkungan sekitar.
Namun, Pastor Rekan Paroki Santa Theresia Tangeb itu mengingatkan bahwa menjadi remaja yang solid dan solider bukanlah hal yang mudah.
Berbagai tantangan hadir dalam kehidupan kaum muda saat ini, mulai dari pengaruh negatif media sosial, budaya perundungan (bullying), ujaran kebencian, sikap individualistis, hingga tekanan pergaulan yang dapat menjauhkan remaja dari nilai-nilai Kristiani.
Karena itu, ia mengajak para peserta untuk menjadi “influencer kebaikan” di dunia digital. Remaja Katolik dipanggil untuk berani memberi kesaksian iman, rendah hati dalam melayani, terbuka terhadap perbedaan, membangun semangat persaudaraan serta mampu bekerja sama dalam komunitas.
Lebih lanjut, Romo John memberikan berbagai contoh konkret bagaimana menjadi remaja yang solid dan solider dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah keluarga, diwujudkan dengan menghormati orang tua, membantu pekerjaan rumah, dan menjadi teladan bagi saudara.

Di sekolah, diwujudkan dengan kejujuran, membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, serta menolak segala bentuk perundungan.
Di lingkungan paroki, diwujudkan dengan aktif dalam kegiatan OMK maupun pembinaan iman, terlibat dalam pelayanan sesuai talenta yang dimiliki, serta menjadi penggerak kegiatan sosial.
Sementara di dunia digital, para remaja hendaknya menyebarkan pesan-pesan positif, menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadi saksi kasih Kristus melalui media sosial.
Romo dari Kongregasi SVD itu juga menekankan pentingnya spiritualitas yang menjadi sumber kekuatan dalam bermisi. Remaja perlu membangun kebiasaan doa, baik secara pribadi maupun bersama, tekun mengikuti Perayaan Ekaristi, rajin membaca dan merenungkan Kitab Suci, serta menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pembaruan diri.

Remaja misioner yang solid adalah remaja yang kuat dalam iman, sedangkan remaja misioner yang solider adalah remaja yang peduli dan hadir bagi sesama.
Ketika kedua nilai itu bertumbuh bersama, remaja Katolik akan mampu menjadi garam dan terang dunia di tengah berbagai tantangan zaman. Berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam persaudaraan, dan bermisi bagi sesama.
Semangat itulah yang diharapkan terus dihidupi oleh para peserta Kemah SEKAMI Remaja Dekenat Bali Tengah dalam perjalanan mereka menjadi murid-murid Kristus yang tangguh, peduli, dan siap mewartakan kasih Tuhan di mana pun mereka berada. Christin***



