Rekoleksi III KKKI KD: Rahim yang Tak Bernoda

NEGARA – Rahim yang Tak Bernoda. Sebagai tema yang diambil dalam rekoleksi III Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Keuskupan Denpasar (KKKI KD), yang diselenggarakan di Paroki St Petrus Negara, 30 Agustus 2025.
Rekoleksi III diikuti oleh 150 orang Devosan dan Simpatisan baik Para Romo, Suster serta Awam dari 10 Paroki dari tiga Dekenat. Dekenat Bali Timur terdiri dari Paroki St Fransiskus Asisi Amlapura Karangasem, St Yoseph Denpasar, St Petrus Denpasar, dan Katedral Roh Kudus Denpasar.
Dekenat Bali Tengah yaitu Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua, St Silvester Pecatu, St Fransiskus Xaverius Kuta serta Dekenat Bali Barat antara lain dari Paroki Sta Maria Immaculata Tabanan, Hati Kudus Yesus Palasari dan tuan rumah St Petrus Negara.
Rekoleksi ini rutin dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Bertujuan untuk menambah bekal rohani para Devosan untuk mendalami setiap tema yang disuguhkan, belajar dan melaksanakan arti belaskasih Kerahiman Ilahi.

Pada Rekoleksi kali secara khusus mempersiapkan para Devosan yang mengikuti Kongres Nasional V Kerahiman Ilahi yang akan diselenggarakan di Merauke serta sosialisasi pergantian kepengurusan KKKI- KD.
Sebagai narasumber pada sesi pertama, RD Benediktus Deni Mary, Pastor Paroki St Petrus Negara memberikan katekese mengenai ‘Rahim Tak Bernoda’. Kata Rm. Deni, Rahim sebagai gambaran spiritualitas, menemukan makna terdalam dari kasih Allah dan jawaban manusia.
“Seperti yang tertulis dalam Mzm 139: 13: Engkau menenun aku dalam kandungan ibu, dan Yes 49: 15 “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya, sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau,” ungkap Rm. Deni tentang pendasaran Kitab Suci.
Kata Ibrani rehem artinya Rahim, Rahamim sama dengan belas kasih. Rahim: lambang kasih tanpa syarat dari Allah.
“Bunda Maria yang disebut sebagai Theotokos (Ibu Tuhan) sebagai simbol rahim spiritual, karena percaya sepenuhnya pada kehendak Tuhan dan mengandung Sang Juru selamat,” lanjutnya.
“Rahim Ilahi/Hati Allah adalah sumber kasih tanpa batas, tak terlihat namun meliputi, penuh luka demi cinta, melimpahkan darah dan air, inisiatif kerahiman” dia menambahkan.
Dikatakan Rm Deni, Rahim Maria Tak bernoda adalah wadah penerimaan tanpa syarat, tersembunyi namun melahirkan terang, penuh ketaatan dalam penderitaan , menyediakan tubuh bagi sang sabda, jawaban total dari kebebasan manusia.

Dalam pribadi Yesus Kristus, katanya, kedua rahim ini bersatu, rahmat dan kehendak manusia berpadu dalam cinta yang melahirkan keselamatan dunia. “Dalam rahim Allah kita diciptakan, dalam rahim Maria, kerahiman menjadi daging, dari sisi Kristus gereja dilahirkan, dalam kita Kasih ingin hidup kembali,” urainya.
Rm. Deni, melanjutkan, “Panggilan kita, setelah menerima Sakramen Baptis sebagai rahim gereja tempat jiwa dilahirkan kembali setelah mati dari dosa, sehingga jiwa kita menjadi rahim rohani, yang siap menerima, menumbuhkan dan melindungi rahmat serta menjadi tempat sabda dibentuk dan lahir kembali.”
Sebagai penutup, Rm. Deni lalu berujar, “Menjadi pertanyaan mendasar bagi para Devosan, siapkah hati kita menjadi ruang bagi kerahiman Tuhan bertumbuh dan berkembang?”
Pada sesi ke 2, Ketua KKKI KD, Agustinus I Made Totok Suharto, menyampaikan sosialisasi penggantian pengurus KKKI KD yang akan berakhir pada Oktober mendatang.
“Diharapkan setiap paroki yang telah memiliki pengurus KKKI dapat menyiapkan 1 orang calon sebagai Ketua KKKI KD mendatang,” harapnya. Adapun pengaturannya, seperti yang telah tertuang dalam Statuta KKKI KD.
Sementara RP Laurensius Ketut Supriyanto, SVD – Pastor Moderator KKKI KD menyampaikan persiapan menjelang Kongres Nasional (KongNas) V Kerasulan Kerahiman Ilahi yang akan diadakan pada 17-20 September 2025 di Merauke, dimana Keuskupan Denpasar akan ikut serta dengan jumlah peserta 1 Orang Pastor Moderator KKKI KD bersama 5 Orang Awam – Devosan.
“Diharapkan peserta Kongres Nasional V Kerahiman Ilahi yang hadir untuk membawakan aspirasi dan suara segenap devosan KKKI KD dan bukan pendapat pribadi, dapat menjaga ucapan, sikap dan prilaku yang baik selama Kongres Nasional V,” kata Rm. Ketut.

Harapan untuk para Devosan, agar dengan mengikuti Rekoleksi KKKI KD, para Devosan bertumbuh bersama dalam iman, harapan dan kasih, untuk lebih menyadari dan mendalami arti cinta belaskasih Kerahiman Tuhan yang selalu dirasakan setiap saat dan siap untuk turut ambil bagian membagikan cinta Tuhan dalam tugas pelayanan yang dipercayakan Bapa.
Rekoleksi ditutup dengan Ibadat Jam Kerahiman dan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipersembahkan oleh RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD. Sampai jumpa dalam kegiatan KKKI KD selanjutnya.*
Penulis : Maria Caecilia Lindayani
Editor: Hiro/KomsosKD


