LINTAS PAROKI
Trending

Rabu Abu di Paroki MBSB Nusa Dua; Mau, Tahu, Mampu

NUSA DUA, BALI – Memasuki masa Prapaskah, umat Katolik di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua, Bali, merayakan Misa Rabu Abu dengan khidmat dan penuh makna.

Misa, Rabu (14/Februari) di jadwalkan 3 kali , pkl 06:00 wita, pkl 16:30 wita dan pkl 19:00 wita.

Foto/KOMSOS Paroki MBSB

Misa Rabu Abu merupakan perayaan liturgis yang menandai awal masa Prapaskah, di mana umat Katolik diminta untuk melakukan pertobatan dan kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus.

Misa ini juga ditandai dengan penaburan abu pada dahi umat sebagai simbol kerendahan hati dan kesediaan untuk bertobat.

Foto/KOMSOS Paroki MBSB

Romo Hans dalam homilinya mengulas tiga hal untuk dapat sungguh berubah dan bertumbuh.

Pertama, Tahu: sungguh mengerti apa perlunya perubahan dan pertumbuhan itu. “Ini bukan sekedar suatu hal baik yang boleh dilakukan atau tidak, tetapi suatu kesadaran bahwa saya harus dan perlu melakukannya. Kalau tidak, saya akan rugi, akan rusak dan sebagainya,” kata Rm. Hans.

Kedua, Mau: bahwa ini bukan sekedar kemauan baik. Ini adalah sebuah niat, yang diwujudkan secara konkrit dalam bentuk tindakan nyata.

Foto/KOMSOS Paroki MBSB

Ketiga, Mampu: niat yang disadari dan dimaui itu, diwujudkan dalam berbagai penciptaan situasi yang mendukung. “Misalnya, kita dapat memanfaatkan Kotak APP sebagai alat bantu. Kalau saya tidak mentaati niat itu, maka saya akan melakukan pantang, puasa ini, itu. Atau saya akan memasukkan sejumlah uang dalam kotak APP,” imbuhnya.

“Prapaskah adalah waktu untuk kita mempersiapkan diri secara rohani dan memperdalam hubungan kita dengan Tuhan. Melalui perayaan Misa Rabu Abu ini, mari kita berjanji untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya,” ujar Romo Hans.

Foto/KOMSOS Paroki MBSB

Hal lain, pesan utama Injil hari ini: “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Kita tidak bekerja sendirian. Kita tidak melaksanakan pertobatan ini berdasar pada kekuatan kita sendiri saja. Tuhan yang menyertai kita. Tuhan yang akan membimbing kita.”

Memang perlu usaha dan kerja keras untuk bertobat. Tetapi ada berkat berlimpah.

“Tanda bahwa pertobatan kita diberkati Tuhan: ada suka cita dan semangat dalam melakukan usaha pertobatan ini,” tutupnya.

Penulis: Andy/KomsosMBSB

Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button