Pesan Uskup untuk Dua Imam Baru : Hanya Ada Satu Tiket untuk Pergi, Tidak Ada Tiket Kembali

AMPENAN – Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Paroki St. Antonius Ampenan telah sukses mengukir sejarah baru menyelenggarakan tahbisan dua imam yakni RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD dan RD. Firgianus Botu.
Kepada dua orang imam baru ini, Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, memiliki pesan khusus. Ibarat seseorang yang bepergian jauh, maka dia harus memiliki tiket. Namun untuk dua imam yang baru ditahbiskan, Bapak Uskup berpesan, “Hanya ada satu tiket untuk pergi, tidak ada tiket kembali, maka tetaplah setia sampai akhir.”
Kata-kata Gembala Tertinggi Keuskupan Denpasar (Bali-NTB) tersebut bermakna bahwa menjadi imam itu adalah sebuah pilihan sadar, sehingga begitu sudah menjadi imam, peganglah anugerah imamat itu hingga garis akhir (tetap setia), tidak ada lagi pilihan untuk kembali (tinggalkan imamat).
Pesan penuh makna itu disampaikan Mgr. San, dalam sambutan (sapaan kasih) pada upacara tahbisan kedua imam di Gereja Ampenan, Selasa (21/10/2025) petang.

Menurut Bapak Uskup peranan imam cukup ekslusif karena dalam hal tertentu hanya imam yang bisa melakukannya, seperti memimpin Ekaristi atau mendengarkan pengakuan dosa. Namun, Bapak Uskup mengungingatkan para imam termasuk imam baru untuk tidak merasa paling hebat dan sombong, sebaliknya selalu rendah hati.
Hindari Budaya Gosip
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Uskup mengajak umat untuk mendukung dan turut memelihara imamat para imam dengan doa dan perhatian sewajarnya.

“Imam bukanlah manusia super, mereka ibarat bejana tanah liat yang rapuh. Umat hendaknya turut memelihara panggilan para imam. Jangan memberikan perhatian yang berlebihan, tetapi tetap tekun berdoa untuk para imam,” pinta Bapak Uskup.
Bapak Uskup juga berpesan kepada umat untuk menghidari budaya gosip tentang imam. “Cintailah para imam seperti keluargamu sendiri dan hindari budaya gosip untuk para imam,” ajak Mgr. San.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Uskup juga menghaturkan syukur kepada Tuhan atas rahmat panggilan ini.
“Di Eropa yang dulu banyak mengirimkan misionaris ke negeri kita, kini hampir tidak ada lagi panggilan menjadi imam. Kita boleh berbesar hati, masih cukup banyak panggilan di negara kita,” kata Bapak Uskup.
Selaku Pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, Bapak Uskup menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kedua imam baru, seraya berpesan “Hidupilah imamatmu dengan gembira dan sukacita. Jalani tugas imamat dengan baik dan penuh tanggung jawab. Jadikan doa dan karya dalam menghidupi imamatmu.”
Pastor Paroki Ungkapkan Sukacita
Sebelum sapaan kasih Bapak Uskup, secara berturut-turut ada sapaan kasih dari Pastor Paroki Ampenan, Perwakilan Imam Baru, Imam Baru dan Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa.
Pastor Paroki St. Antonius Padua Ampenan, Rp. Iron, SVD, mengungkapkan sukacitanya atas lancarnya prosesi tahbisan pertama di paroki yang dipimpinnya.

“Satu hati dalam nada syukur, kita menyambut momen istimewa penuh rahmat hari ini dan disini. Tuhan bukan hanya menjadikan hari ini sejarah baru pertama kali dilaksanakan tahbisan, tetapi semoga momen ini jadi sejarah dibukakannya pintu masuk bagi calon imam berikutnya dari paroki ini,” katanya.
Pater Iron, demikian biasa disapa, merasakan sukacita dan gembira atas peritiwa iman nan agung itu, semua karena kehendak Tuhan. “Kita merasakan gembira dan sukacita, bukan karena tangan manusia, tetapi oleh kuasa Allah yang ditanam dalam hati kita dan menggerakkan kita,” ungkapnya.
Untuk dua imam baru Pater Iron berpesan, “Ini adalah titik awal dimulainya perjalanan imamat kedua imam, pasti ada sukacita, ada tantangan dan mungkin juga krisis. Allah pasti akan selalu berjalan bersama kedua imam. Semoga kalian berdua menikmati pilihan panggilan ini serta selalu bertanggung jawab dalam menjalankan tugas imamat.”
Sementara Wakil Provinsial SVD, RP. Paulus I Gusti Gede Agung Suhartana, SVD, dalam sapaan kasihnya mengungkapkan bahwa tahbisan imam merupakan perayaan panggilan Allah kepada putra terbaiknya dan tanda Allah tidak berhenti memanggil anak muda yang berani untuk memilih panggilan istimewa ini di zaman sekarang.

Pater Agung, demikian biasa disapa, berharap supaya dari paroki Ampenan dan paroki-paroki lainnya akan menyusul kedua putra terbaik ini.
Mewakili Provinsial SVD Provinsi Jawa, pada kesempatan itu Pater Agung, mengumumkan secara resmi bahwa konfrater baru mereka RP. Fabrisio Olie Valdo,SVD akan diutus menjadi Misionaris ke Eropa, tepatnya di Austria.
Mewakili Keluarga imam baru, Bapak Kristian Pake Seko mengatakan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memilih anak mereka untuk menjadi pelayan di pohon anggurNya. Dia berpesan, agar dalam melayani umat tanpa pandang bulu.

“Syukur tak terhingga kepada Allah. Jagalah imamat kalian berdua sampai akhir hayat. Sebagai orang tua kami selalu berdoa, Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang menyertai kedua imam. Kalian bukan lagi milik orang tua dan keluarga, tetapi milik seluruh umat Allah,” ungkapnya

Bapak Kris Pake Seko juga memohon doa seluruh umat agar kedua imam dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik, rendah hati dan menjadi berkat bagi banyak orang, seraya mendoakan “Semoga semakin banyak anak muda yang memenuhi panggilan Tuhan.”
Hironimus Adil



