Misa Hari Orang Sakit Sedunia di Paroki MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – Rabu, 11 Februari 2026, telah dilaksanakan Misa Hari Orang Sakit Sedunia, yang disertai pemberian Sakramen Perminyakan di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa – Nusa Dua.
Misa dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun bersama Romo Rekan RD. Ferdy Panggur Burhan, dan dibantu oleh Frater Yohanes I Ketut Salvatore Cardia. Umat sangat antusias mengikuti jalannya Misa yang diiringi koor dari Bella Voce dan organis Zefan.
Romo Adi dalam kalimat pembukaan menyatakan bahwa orang-orang sakit tidak terpisahkan dari Gereja. Oleh karena itu Gereja terpanggil untuk mendoakan, melayani, dan memohonkan rahmat Tuhan, sehingga di tengah sakit dan penderitaannya mereka tetap memiliki pengharapan kepada Allah yang selalu menyertai mereka.

Romo Adi menambahkan, pada Hari Orang Sakit Sedunia tahun ini, Paus Leo XIV mengajak kita semua untuk merenungkan tema: ‘Belas Kasih Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Penderitaan Orang Lain.’
“Belas kasih orang Samaria melewati batas-batas/sekat-sekat yang dibuat oleh manusia,” imbuhnya.
Dalam homilinya, Romo Adi berkata bahwa hari itu Gereja mengajak seluruh umat untuk secara khusus mendoakan orang-orang sakit. Perayaan Hari Orang Sakit Sedunia ini bertepatan dengan Penampakan Bunda Maria di Lourdes.
Gereja melihat peran Bunda Maria yang menampakkan diri di Lourdes dalam kaitannya dengan kehidupan orang-orang sakit. Banyak peristiwa kesembuhan dari orang sakit yang dibawa ke Lourdes.
“Hal itu terjadi bukan karena Gua Maria atau air yang ada di Lourdes, melainkan karena Allah yang hadir untuk memberikan kekuatan dan kesembuhan. Selain itu juga berkat belas kasih Allah kepada umat-Nya yang berdoa menyerahkan diri mereka, memohon rahmat kesembuhan dengan bantuan doa Bunda Maria dan sarana yang telah dikuduskan di Lourdes,” ungkapnya.
Romo Adi menjelaskan bacaan suci pada hari itu tentang najis dan tahir. Tuhan Yesus menyatakan bahwa seseorang menjadi najis atau tahir bukan dari yang masuk ke dalam mulut, melainkan apa yang keluar dari hati.
“Kenajisan bukan disebabkan oleh yang dimakan atau hal-hal ritual, tapi disebabkan oleh kekotoran pikiran dan hati seperti kebencian, dengki, dendam, ambisi yang jahat, dan amarah,” tegasnya.
Menurut Pastor Paroki, Tuhan Yesus menghendaki agar semua yang mengikuti-Nya harus memiliki hati yang baru dan bersih.
“Kita dapat memilikinya bila sungguh-sungguh mau mendengarkan dan melaksanakan yang diperintahkan-Nya, yaitu mengasihi, mengampuni, mengorbankan diri dan peduli kepada orang lain,” lanjut Rm. Adi.

Lalu melanjutakan, “Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk mau membuka diri dan hati, serta menjadi orang-orang yang tahir. Orang yang memiliki belas kasihan seperti diri-Nya yang selalu peduli kepada orang-orang sakit, menderita, dan yang dianggap najis di dunia ini.”
“Tuhan Yesus juga mengharapkan kita seperti orang Samaria yang baik hati, tergerak untuk menyentuh, merawat, dan menolong orang yang tesingkirkan, sehingga mereka pun merasakan belas kasih Allah melalui kita dan ikut menjadi tahir,” pungkasnya.
Setelah mendengarkan homili, umat bersiap menerima Sakramen Perminyakan. Hampir seluruh umat turut maju untuk menerima rahmat penyembuhan dari Tuhan, termasuk Romo Rekan RD. Johannes Handrijanto Widjaja dan para suster dari kongregasi SFSC Nusa Dua.
Misa dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi dan diakhiri dengan Doa untuk Orang Sakit. Setelah menerima berkat, umat pulang dengan sukacita. *
Penulis: Made Shinta-Komsos Nusa Dua
Editor: Hiro/KomsosKD



