HATI YANG TULUS

Kamis, 18 Desember 2025
Yer 23:5-8
Mat 1:18-24
Orang yang tulus tidak menggunakan kebenaran untuk menjatuhkan orang lain, melainkan untuk merangkul dan melindungi. Ketulusan bukan soal siapa yang benar, tapi bagaimana orang menjaga martabat sesamanya.
Yusuf mengajarkan kita definisi ketulusan yang berbeda. Saat ia menghadapi situasi yang menyakitkan dan membingungkan, Yusuf tidak memilih untuk membalas dendam atau mempermalukan Maria demi menjaga reputasinya sendiri. Ia tulus menerima Maria sesuai rencana dan kehendak Allah (Mat 1:18-24).
Di masa Adven ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: Apakah hati kita masih tulus saat rencana kita berantakan? Mampukah kita tetap mengasihi saat merasa disakiti?
Ya Tuhan, ajarlah kami memiliki hati yang tulus seperti Yusuf, amin.
Denpasar, 18 Desember 2025



