Mini Camp Sekami Singaraja Jelang Kemah Dekenat Bali Barat

TABANAN – Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) Paroki Singaraja menggelar kemah mini pada Sabtu-Minggu, 5–6 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan peduli alam sekaligus sebagai pemanasan menjelang Kemah Sekami se-Dekenat Bali Barat maupun Kemah 1000 Anak.
Kemah mini ini diikuti oleh anak-anak Sekami, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan kemah sebelumnya. Melalui kemah mini ini anak Sekami dilatih keberanian,kemandirian, kreativitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antara anggota Sekami.

Kegiatan yang berlokasi di Pantai Soka, Kabupaten Tabanan, ini turut didampingi oleh Pastor Paroki Singaraja dan Pastor Rekan, RD. Libert Marung dan RD. Made.
Acara hari pertama dimulai dengan pelatihan mendirikan tenda bersama para pembina Sekami. Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi materi yang dibawakan oleh perwakilan DPP, Aditya Koriawan, dengan tema ekologis “Kelestarian Alam adalah Tanggung Jawab Manusia sebagai Makhluk Ciptaan yang Secitra dengan Allah.”

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan. Pesan ini kemudian langsung diterapkan dalam aksi nyata melalui kegiatan bersih-bersih area Pantai Soka dan tracking menyusuri persawahan serta perkebunan warga di sekitar lokasi.
Kegiatan tracking menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Anak-anak tampak antusias dan menunjukkan semangat kebersamaan serta saling tolong-menolong, terutama ketika menghadapi tantangan medan sawah yang licin dan becek.

Meski cuaca sempat tidak bersahabat akibat hujan, semangat anak-anak tidak surut. Justru kondisi tersebut menjadi momen pembelajaran tersendiri, di mana mereka saling membantu memperbaiki tenda yang bocor agar tetap nyaman untuk beristirahat.
Solidaritas dan semangat gotong royong terlihat nyata dalam kebersamaan mereka. Malam harinya, seluruh peserta mengikuti orientasi kemah, ibadat malam dan doa Rosario bersama dalam suasana hening dan penuh khidmat.

Di hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan membuat rosario dari manik-manik dan monte, sebagai latihan keterampilan serta refleksi iman. Kemudian seluruh rangkaian acara ditutup dengan perayaan misa kudus yang dipimpin oleh Romo Libert yang selalu mendampingi sampai selesai.

Pembelajaran melalui kemah mini ini, diharapkan anak-anak Sekami semakin terlatih dalam hal kemandirian, kreativitas, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Kegiatan ini menjadi Langkah awal dalam mempersiapkan mereka untuk ambil bagian secara aktif dan penuh semanga tdalam kegiatan Kemah Sekami berikutnya.*
Laporan: Pendamping Sekami Singaraja
Editor: Hiro/KomsosKD



