LINTAS PERISTIWA

JOMK V Keuskupan Denpasar Tuntas Dilaksanakan

PALASARI – Jumpa Orang Muda Katolik (JOMK) V Keuskupan Denpasar sudah tuntas dilaksanakan di Palasari, 18-21 Juni 2026. Peserta yang datang dari seluruh paroki (25 paroki dan satu stasi mandiri) se-Keuskupan Denpasar, ditambah panitia membuat Palasari yang sehari-harinya begitu tenang, menjadi sangat ramai selama satu pekan, sejak kedatangan panitia.

JOMK V dibuka secara resmi oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San dengan pemukulan kulkul (kentongan), Kamis 18 Juni 2026, di lapangan sepak bola Paroki Hati Kudus Yesus Palasari, Kabupaten Jembrana.

Bapak Uskup (tengah) memukul kulkul dan secara serentak juga para imam dan mewakili Bupati Kabupaten Jembrana melepas burung merpati tanda dibuka secara resmi JOMK V Keuskupan Denpsar

Turut mendampingi Bapak Uskup dalam seremonial pembukaan itu adalah Kepala Kesra Kabupaten Jembrana yang mewakili Bupati, Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, Ketua BPU Puspas RD. Flavianus Endi, Deken Bali Barat yang juga Pastor Paroki Palasari RD. YB. Nyoman Suryana, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar RD. Rony Alfridus Bere Lelo dan Ketua Panitia Pelaksana RD. Yohan Ferrel Castillo.

Saat Bapak Uskup membuka dengan memukul kulkul, diikuti pelepasan burung merpati oleh Kepala Kesra Kabupaten Jembrana Ni Ketut Kumala Dewi, beserta sejumlah imam yang turut mendampingi Bapak Uskup.

Turut hadir dalam acara pembukaan ini, antara lain Sekretaris Camat Melaya, Perbekel (Kepala Desa) Ekasari, Sekretaris/Ekonomi Keuskupan Denpasar RD. Agustinus Sugiyarto, para Deken dan para imam se-Keuskupan Denpasar, Ketua RKK Dekenat Bali Timur yang juga anggota DPRD Kota Denpasar Angelica A.A.Ayu Putu Priniti, Puspas Keuskupan Denpasar dan sejumlah undangan lainnya.

Saat menyanyikan theme song dipandu oleh penyanyi aslinya dari OMK Mataram

Sementara Sekretaris Eksekutif Komkep KWI, RD. Frans Kristi Adi Prasetya, baru bisa hadir dalam arena JOMK pada hari kedua, Jumat (19/6) di Palasari, karena sehari sebelumnya menghadiri undangan dari Keuskupan Weetebula, yang juga menyelenggarakan Sumba Youth Day (SYD)

Sebelum berpuncak pada dibukanya secara resmi kegiatan JOMK, rangkaian acara pembukaan didahului oleh defile peserta dari masing paroki dan stasi mandiri se-Keuskupan Denpasar. Mengambil titik start di sisi timur lapangan Palasari, peserta berjalan sedikit ke selatan dan kemudian masuk ke dalam lapangan Palasari yang menjadi venue utama.

Defile peserta dimulai dari Paroki Bima di ujung timur NTB hingga Paroki Palasari di pesisir barat Bali

Ketika defile berlangsung, masing-masing paroki menyemangati dirinya dengan yel-yel yang telah mereka siapkan. Selesai defile, acara pembukaan dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Komkep selaku Ketua Umum Panitia JOMK V RD. Rony Alfridus Bere Lelo, kemudian sambutan dari Bapak Uskup dan Bupati Jembrana yang diwakili Kepala Kesra.

Tanpa Orang Muda, Kurang Berwarna dan Bergairah

Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, dalam sambutan pembukaan menyampaikan selamat datang kepada semua orang muda yang datang dari paroki-paroki se-Keuskupan Denpasar, mulai dari ujung timur pulau Sumbawa, NTB, hingga ujung barat pulau Bali.

“Sudah sepantasnya kita bersyukur dan bergembira karena pada hari ini kita boleh bersama-sama berkumpul di Palasari. Ini adalah kesempatan bagi OMK untuk saling bertemu dan bertatap muka, sebuah kesempatan langka di era digital saat ini,” kata Bapak Uskup.

Bapak Uskup juga mengatakan merasa gembira karena bisa berjumpa dengan OMK se-Keuskupan Denpasar, yang memiliki peran penting dalam membangun dan menggerakan kehidupan Gereja dan Bangsa ini.

Menurut Bapak Uskup, Gereja kurang berwarna tanpa kehadiran OMK, demikian juga bangsa ini kurang bergairah tanpa peran kaum muda.

Misa pembukaan JOMK V

“Sejarah telah membuktikan besarnya peran kaum muda dalam keikutsertaan membangun bangsa Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 yang mengikrarkan persatuan dan kesatuan bangsa hingga reformasi 1998 yang berhasil menumbangkan kekuasaan Orde Baru, sehingga melahirkan banyak perubahan signifikan bagi bangsa Indonesia,” ungkap Bapak Uskup.

Bapak Uskup juga menegaskan bahwa Gereja Katolik sendiri memberikan perhatian kepada OMK dalam berbagai bentuk pertemuan mulai tingkat dunia sampai tingat Gereja Lokal, melalui berbagai pelatihan, pembinaan, kaderisasi serta kegiatan-kegiatan kreatif.

Walaupun kegiatan akbar seperti ini membutuhkan biaya dan energi yang besar dengan persiapan yang melelahkan namun Gereja tetap melakukannya untuk mendukung OMK.

“Ini karena Gereja peduli dan mencintai OMK. Gereja ingin menghantar para OMK menjadi generasi masa kini dan generasi penerus yang handal serta bisa menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas, berintegritas, bermartabat serta beriman,” ungkap Mgr. San.

Bapak Uskup juga mengapresiasi tema JOMK yakni Mewujudkan OMK yang Solid dan Solider. Kata Bapak Uskup, OMK hidup di era informasi yang bergerak secepat kilat melalui genggaman handphone pasti menghadapi berbagai tantangan. Namun di tengah realitas media sosial yang ada OMK ditantang untuk tidak ikut terseret arus dunia digital, melainkan menjadi filter yang membawa kedamaian dan kebenaran Kristus.

“Kalian dipanggil menjadi pribadi yang solid, yang berarti memiliki akar iman yang kokoh, teguh dan tidak mudah goyah oleh rupa-rupa pengajaran zaman ataupun gaya hidup instan. Kesolidan iman kalian diuji untuk tetap memancarkan identitas Katolik yang sejati,” harap Gembala Keuskupan Denpasar ini.

Selain menjadi pribadi yang solid, lanjut Bapak Uskup, OMK juga harus menjadi pribadi yang solider. “Iman Katolik tidak pernah egois, iman kita harus berbuah dalam tindakan nyata bagi sesama tanpa melihat latar belakang perbedaan,” imbuh Mgr. San.

Sementara itu, Bupati Jembrana dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kesra Ni Ketut Kumala Dewi, menyambut baik diselenggarakannya Jumpa Orang Muda Katolik ini untuk menyatukan energi positif dalam membangun bangsa dan Gereja.

“Ruang perjumpaan seperti ini langka dan sangat berharga di era medsos saat ini,” kata Bupati, melalui Kepala Kesra, sambil berbepesan agar melalu JOMK ini orang muda semakin solid dan bersolider.

“Jadilah orang muda yang solutif, jangan hanya mengkritik. Terus memperkuat kebersamaan dan jejaring, serta bersinergi dengan pemerintah untuk kebaikan kehidupan berbangsa,” harapnya.
Usai menyampaikan sambutan, Kepala Kesra kemudian menyerahkan titipan berupa tali kasih kepada Panitia JOMK.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar RD. Rony Alfridus Bere Lelo, dalam laporannya sebagai Ketua Umum Panitia JOMK V, mengungkapkan, JOMK merupakan kegiatan akbar bagi OMK Keuskupan Denpasar yang diselenggarakan 4 tahun sekali.

Menuru Rm. Rony, JOMK ke-4 dilaksanakan di Paroki Sumbawa, Dekenat NTB, tahun 2018. Darri JOMK ke-4 menuju JOMK ke-5 tahun 2026, selisih waktunya 8 tahun, itu karena tahun 2022 yang seharusnya dilaksanakan JOMK ke-5 ditiadakan akibat pandemi covid 19 yang melanda dunia.

Adanya JOMK, menurut Ketua Komisi Kepemudaan, menunjukkan perhatian luar biasa Gereja Katolik Keuskupan Denpasar bagi pertumbuhan dan perkembangan iman, harapan dan kasih serta kepribadian orang muda. Di samping itu, untuk mempererat relasi antar OMK sekaligus menyiapkan OMK menjadi pemimpin baik melalui JOMK, serta berbagai kegiatan pembinaan dan pendampingan lainnya.

Dalam acara pembukaan itu, seluruh peserta mengumandangkan theme song JOMK ke-5 yang merupakan ciptaan dari OMK Paroki St. Maria Immaculata Mataram, NTB, serta jargon khas JOMK V ‘No Julid but Solid, Be There and Solider.’ Usai acara pembukaan, dilanjutkan perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin Bapak Uskup sebagai selebrant utama, didampingi 23 imam konselebran. Misa berjalan hikmat dan agung dengan iringan koor gabungan paroki Kuta, Nusa Dua dan Pecatu.

Acara hari pertama berpuncak pada talk show bersama Bapak Uskup sebagai narasumber dengan tag line ‘Tanya Uskup.’ Bapak Uskup didampingi oleh Ketua Komisi Kepemudaan dalam talk show yang menarik itu, dipandu oleh Icha Aprilla, OMK dari Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar.

Talk show bersama Bapak Uskup sebagai narasumber, didampingi Ketua Komkep Keuskupan Denpsar Rm. Rony. Acara ini dipandu Icha Aprilla (berdiri) dari Paroki Katedral Denpsar

Talk show berlangusung cukup seru, beberapa peserta OMK menanyakan terkait kehidupan iman, tentang relasi beda agama dan sebagainya. Keesokan harinya acara berlanjut dengan agenda-agenda menariknya pada hari kedua hingga hari keempat.

Hari kedua, ada katekese dengan berbagai topik aktual, tentang Sejarah Keuskupan Denpasar, OMK Solid dan Solider, Mental Health dan Laudato Si yang diikuti praktek membuat Eco Enzyme. Hari kedua ditutup dengan malam doa dan pujian bersama BCCR.

Memasuki hari ketiga, diawali dengan materi Evangelisasi Digital, dinamika kelompok, outbond, persembahan seni OMK Keuskupan Denpasar. Sedangkan hari terakhir diisi dengan penyerahan bibit tanaman Jati Nusa Lestari kepada masing-masing OMK paroki/stasi, Komkek Keuskupan dan KWI serta tuan rumah Palasari.

Hari terakhir berpuncak pada Misa Perutusan yang kembali dipimpin Bapak Uskup Denpasar, didampingi 12 imam konselebran pada Minggu (21/06/2026). Misa penutup diiringi koor gabunagn paroki Mataram, Ampenan dan Praya.

Sebelum mengakhiri misa, Bapak Uskup berkenan memberikan berkat perutusan khusus kepada kontingen Keuskupan Denpasar yang akan ikut dalam Nursa Youth Day di Keuskupan Maumere, 2 – 5 Juli 2026, dan Salib NYD dari Keuskupan Denpasar juga turut diberkati. Setelah itu dilanjutakan dengan sambutan dan penutupan secara resmi seluruh rangkaian JOMK V Keuskupan Denpasar, lalu akhirnya Bapak Uskup memberikan berkat perutusan kepada seluruh OMK yang hadir *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button