LINTAS PAROKI

Ampenan Menyala! Satu Iman, Seribu Cerita, Solid Bersama

AMPENAN, NTB – Langit sore di kawasan paroki Ampenan terasa berbeda. Sekitar 75 Orang Muda Katolik (OMK) Ampenan tumpah ruah dalam semangat kebersamaan di acara OMK NGUMPUL SESSION bertajuk “One Faith, Thousand Stories” — Satu dalam keyakinan, ribuan perbedaan.

Bertempat di Paroki Santo Antonius Padua Ampenan, tepatnya di Gua Maria belakang gereja, Selasa sore 17 Februari 2026 pukul 16.30 WITA, suasana langsung terasa beda. Bukan cuma kumpul biasa, tapi kumpul yang penuh makna. Satu iman, banyak cerita, dan makin solid bersama.

Sejak awal, energi positif sudah terasa. Icha selaku MC membuka acara dengan penuh semangat, memantik antusiasme peserta yang datang dari berbagai lingkungan dan latar belakang. Wajah-wajah lama dan OMK yang baru bergabung melebur tanpa sekat.

Dalam pesannya, Om Leksi sebagai pembina OMK mengajak seluruh orang muda untuk tetap setia dalam iman dan aktif membangun kebersamaan. Ia menegaskan bahwa OMK bukan sekadar komunitas, tetapi rumah untuk bertumbuh bersama dalam pelayanan dan persaudaraan.

Games yang dilaksanakan mampu membuat suasana lebih akrab dan seru

Acara makin seru saat sesi games dimulai. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan langsung beradu kekompakan lewat empat permainan seru: Ada games Kitab Suci bersama Pak Guru Melki, SOS bersama Pak Guru Ino, Puzzle bersama Saudari Elsa, dan Memindahkan Kelereng bersama Saudara Sandri. Sorak-sorai, tawa lepas, dan teriakan penyemangat memenuhi suasana sore itu.

Setelah energi terkuras di lapangan, Peserta kembali berkumpul di gua Maria. masing-masing perwakilan tim diminta membagikan refleksi tentang makna dari permainan yang di mainkan tadi.

Ige, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa permainan tersebut dirancang untuk melatih kekompakan, ketelitian, sekaligus mempererat relasi.

Ige, salah satu OMK St. Antonius padua Ampenan

“Games-nya dibuat supaya kita makin kompak, teliti, dan saling kenal baik OMK yang baru gabung maupun yang sudah lama,” ujarnya penuh semangat.

Turut hadir pula Pak Ege ketua Bidang BPI yang memberikan materi inspiratif. Ia membagikan pengalaman ketika masih menjadi MUDIKA ( Muda Mudi Katolik) sebelum di ganti menjadi OMK.

Ia bercerita tentang tantangan, suka duka walau keterbatasan alat komunikasi dan transportasi harus berjalan kaki dari rumah tetap semangat datang untuk berkumpul di gereja.

Pak Ege juga menekankan pentingnya niat dan komitmen sebagai fondasi utama. “Pertama, harus punya niat menjadi orang muda yang aktif dan komitmen untuk berkumpul. Setelah itu, baru bergerak dan melaksanakan. Kita harus saling merangkul satu sama lain ,” pesannya.

Bapak Ege, ketua BPI yang hadir membagikan pengalamannya.

Ia juga menambahkan bahwa OMK adalah ruang belajar yang sangat berharga. Tempat untuk berorganisasi, berdiskusi, dan melatih kepemimpinan — bekal yang nantinya bisa diterapkan di luar lingkungan gereja.

Pesan yang paling mengena sore itu adalah kalimat sederhana namun kuat: “Jangan pernah saling membedakan atau mengelompokkan diri. Prinsipnya, begitu masuk halaman gereja, kita semua sama.”

Icha yang tak hanya menjadi MC tetapi juga pendamping OMK, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun rasa solid antar OMK.

Icha Hale, pendamping OMK St. Antonius Padua Ampenan

Senada dengan itu, Rendi menambahkan bahwa momen seperti ini adalah bagian penting dari proses regenerasi kaum muda dalam Gereja.

“Di sinilah kita belajar menjadi generasi penerus yang siap melayani,” katanya.

OMK NGUMPUL SESSION bukan hanya tentang berkumpul. Ini tentang menemukan kembali alasan untuk tetap bersama. Tentang merayakan perbedaan dalam satu iman. Tentang membangun masa depan Gereja dengan hati yang muda, terbuka, dan penuh cinta. Satu iman. Ribuan cerita. Dan perjalanan ini baru saja dimulai. *

Penulis: Anthony Laziale – Komsos Ampenan
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button