HIDUP MENJADI CERITA

ASA DALAM LARA

Memang tidak lama juga berbincang dengan Romo Iwan (RD. Iwan Karwayu, sekarang Pastor Rekan Paroki St. Petrus Denpasar). Tapi kesempatan yang datang benar-benar saya mamfaatkan untuk bercerita banyak hal, biasanya kami hanya chat saja melalui media sosial.

Kali ini bisa face to face, Ia tampak segar, murah senyum, meskipun saya tahu, kemarin beliau cukup letih dalam rangka tahbisan imam baru di Paroki Santo Antonius Padua Ampenan. Ia sendiri termasuk imam muda, baru 3 tahun ditahbiskan, tepatnya 27 Januari 2022.

Ini percakapan ringan saya Bersama beliau :

Romo, bagaimana rutin sehari-hari, aman lancar?
Syukur puji Tuhan, lancar saja, sehari-hari rutin pasti bangun pagi, doa pribadi dan tentu saja misa, giliran dengan Romo Tanto (RD.Yohanes Martanto, Pastor Paroki St. Petrus-red.)

Romo, saya sering melihat status Romo (rupanya) sedang di rumah sakit, kadang posting juga butuh urgent butuh darah, apa yang sebenarnya sedang romo kerjakan?
Ya itu betul, saya sebenarnya menjalankan salah satu tugas imam, yakni memberikan sakramen, dalam hal ini sakramen minyak suci, komuni orang sakit, mendampingi mereka yang sakit pada saat-saat terakhir bahkan sering saya jalani.

Romo, saya kira tugas karya ini insidentil sekali, membagi waktunya bagaimana?
Aiihh, ini yang susah, tidak seperti missa yang sudah terjadwal dan on time, yang satu ini sama sekali tidak dapat ditentukan, pernah saat saya sedang berolahraga, ada panggilan mendadak ke rumah sakit, tidak mungkin menolak, jadi saya selalu siap baju cadangan untuk ganti pakaian, saya (berusaha) cari paroki terdekat untuk ambil hostia atau peralatan sakramen lainnya, jadi sekali lagi, membagi waktu urusan belakang, tapi saya mengupayakan kehadiran secepatnya, namun kalau memang dalam satu kegiatan atau pertemuan yang tidak bisa saya tinggalkan dan telah terjadwal jauh hari, maka saya mohon bantuan.

Lalu, siapa yang membantu?
Paling dekat ya minta bantuan sesama rekan Romo, oh ya, saat ini terdekat paroki saya ada RD Ardi Marlianto, dia selalu bersemangat, tak kenal Lelah juga, kata anak muda sekarang “Gercep”, lainnya ada Frater, akhir-akhir ini saya juga sengaja mengajak orang muda katolik, saya ingin mengenalkan mereka, supaya mereka tahu kekayaan pelayanan gereja katolik.

Lho, menarik ini Romo, Bersama OMK?
Ya, tadinya saya fikir mereka takut, tapi ternyata malah antusias dan bisa meluangkan waktu, saya kira enggan, ini malah tidak kapok, puji Tuhan saya sangat terbantu, tapi ya memang waktu mereka terbatas, uniknya justru weekend mereka gampang di hubungi.

Pengalaman apa yang paling menggetarkan hati?
Rasanya setiap perjalanan karya terhadap para pasien ini selalu menggetarkan hati, kami para romo rasanya berdiri untuk menyampaikan iman dan harapan kepada si sakit, spes non confundit, para dokter dan perawat mengupayakan penyembuhan melalui keahlian dan pengobatan, namun satu pengalaman boleh saya sharingkan, pasien yang saya dampingi meminta minyak suci dan komuni bekal suci, selepasnya Ia meninggal, tidak ada perasaan lain yang menggetarkan hati Ketika menjadi orang-orang yang pertama di hubungi pihak keluarga, bahwa si pasien meninggal dunia dengan tenang.

Lalu?
Ya begitulah, life must go on, tidak hanya di rumah sakit, tapi pasien atau penderita ada juga yang di rumah, rawat jalan, ada yang berada, ada pula yang tidak, tapi terus terang, saya ingin mengajak bahwa karena kita ini bagian dari gereja, maka ya gereja itu ya option for the poor, orang miskin, itu nyata dan ada. Bapa Uskup, para imam, biarawan, biarawati sangat concern tentang ini. Kemarin itu kalau ada yang meninggal, asal keluarga terdekat bisa meyakinkan bahwa Ia adalah umat paroki di keuskupan Denpasar, pastilah di bantu tim rukun kematian.

Pernah merasa Lelah?
Perasaan Lelah secara fisik tentu saja manusiawi, ya tapi dalam hal ini, misteri Tete Manis (Tuhan Allah) selalu dahsyat lagi Ajaib, oleh sebab itu saya bersyukur kepadaNya, saya kira senyum tulus, ucapan terima kasih dari pasien atau si penderita membuat saya selalu bertekun dalam karya ini.

Merasa kekurangan tenaga imam tertahbis?
ah, Kembali lagi, saat ini kita harus bersyukur kepadaNya, saat ini baru saja 2 Imam di tahbiskan, nanti memang Pater Valdo SVD akan berkarya di Austia, Eropa sana, namun Romo Firgi Botu pasti di Keuskupan Denpasar, nah, tenaga imam bertambah, saat ini juga ada Frater TOP, bahkan calon Diakon, maka kisaran 2 sampai 4 tahun lagi dari sekarang semoga ada imam baru lagi, benar motto uskup, Allah yang memberi pertumbuhan, tapi yaaa mohon diingat bahwa umat juga harus ambil bagian, paling tidak mendoakan dan menjadi rasul awam juga penting.

Langit siang sudah berganti mendung, pertemuan kami memang singkat, namun cukup berkesan, akhirnya menutup pertemuan kami, Ia berkata “doakalah saya ya”, saya juga akan mendoakan kak sekeluarga.”

Catatan; bincang ringan ini dilakukan 1 hari setelah tahbisan RP.Valdo SVD dan RD Firgi Botu

Penulis: Wastuwijaya
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button