Dua Diakon Siap Ditahbiskan
Senin Sore Ibadat Salve Pemberkatan Perlengkapan Liturgi

AMPENAN – Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Ampenan, segera menciptakan sejarah. Dua orang Diakon, segera ditahbiskan sebagai imam, Selasa, 21 Oktober 2025 dan menjadi tahbisan imam pertama kalinya di paroki ini.
Sebelum upacara tahbisan, sehari sebelumnya, Senin (20/10) petang, telah dilaksanakan Ibadat Salve dalam rangka pemberkatan peralatan misa dan busana liturgi imam baru. Ibadat ini dilaksanakan di Gereja St. Antonius Padua Ampenan.
Ibadat dipimpin oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, didampingi dua orang imam yaitu RD. Agustinus Sugiyarto (Sekretaris Uskup Denpasar) dan RP. Agung, SVD dari Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa. Selaku Imam Ceremoniarius adalah RD. Antonius I Gede Ekadana Putra (Ketua Komisi Liutrgi Keuskupan Denpasar).

Hadir dalam ibadat ini, antara lain sejumlah imam yang berkarya di Keuskupan Denpasar dan Imam SVD, biarawan-birawati, Frater dan umat Katolik Paroki Ampenan dan Mataram serta beberapa umat lain dari luar dua paroki itu.
Dalam Ibadat itu, setelah kata pembuka dan doa pembuka oleh Uskup selaku pemimpin ibadat, kemudian dilanjutkan bacaan Injil oleh Diakon Firgianus. Lalu diteruskan homili singkat Bapak Uskup.
Bacaan diambil dari Injil Matius 9:35-38, yang mengisahkan bagaimana Yesus berkeliling mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Surga dan menyembuhkan penyakit di kota dan desa (bdk. Mat. 9:35)

Bagian lain bacaan itu, mengisahkan bahwa hati Yesus tergerak oleh belaskasihan karena melihat banyak orang lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala. Sehingga Yesus meminta murid-muridNya berdoa memohon kepada Tuhan supaya mengirimkan pekerja-pekerja karena begitu banyak tuaian (bdk. Mat. 9: 36-38).
Mendasarkan pada bacaan suci tersebut, Bapak Uskup dalam homilinya menegaskan bahwa Yesus meminta para murid untuk berdoa memohon kepada Tuhan untuk mengirimkan pekerja, sebab Yesus membutuhkan banyak pekerja dan pengikut untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Selain Yesus meminta muridNya untuk berdoa memohon pekerja, lanjut Bapak Uskup, Yesus juga memanggil dan mengutus para Murid itu untuk mengajar sekaligus menolong orang banyak.
Dalam konteks itu, lanjut Bapak Uskup, permintaan Yesus kepada para murid itu sejatinya untuk berdoa supaya Tuhan mengirimkan banyak panggilan khusus sebagai imam, biarawan-biarawati untuk mengajar dan akan diutus untuk memberitakan Injil serta menolong banyak orang.
Dalam kesempatan yang sama Bapak Uskup juga mengajak umat untuk berdoa dan bertekun mohon panggilan khusus, sekaligus merelakan anak-anaknya untuk menjadi imam, biarawan, biarawati.
Oleh sebab itu, Bapak Uskup menghimbau keluarga Katolik supaya tidak membatasi jumlah anak satu atau dua orang saja, tetapi diusahakan lebih dari itu, supaya ada diantara mereka yang dapat bekerja sebagai pekerja Tuhan.
Bapak Uskup juga mengajak umat untuk berdoa bagi para misionaris yang sedang bermisi di banyak tempat termasuk di tempat terpencil dan sulit agar Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi mereka serta karya pelayanannya di tanah misi.
Di bagian lain homilinya Bapak Uskup juga menekankan pentingnya pendidikan moral dan iman dalam keluarga. Perkembangan internet saat ini, kata Bapak Uskup, dapat menggoncangkan iman dan moral, namun kalau kita memiliki iman dan moral yang kuat maka sulit digoncangkan.
“Hari ini kita mohon berkat Tuhan atas perlengkapan yang akan dipakai imam baru, sekaligus memohon berkat bagi Diakon yang akan menggunakannya setelah mereka ditahbiskan menjadi imam,” ungkap Bapak Uskup.

Selepas homili, Bapak Uskup didampingi RD. Agus dan RP. Agung, SVD, memberkati perlengkapan liturgi yang akan dikenakan imam baru, di antaranya piala, patena, palla, corporale, purficatorium, dan busana-busana imam. Ibadat Salve diakhiri dengan pengormatan dan pentahtaan Sakramen Maha Kudus.

Kedua calon imam yang akan ditahbiskan adalah Diakon Firgianus Botu, Pr – Calon Imam Diosesan Denpasar, dan Diakon Fabrisio Olie Valdo, SVD – Calon Imam Kongregasi SVD dan merupakan putra pertama dari Paroki Ampenan yang akan menjadi imam.
Mereka akan menerima urapan tahbisan dari Mgr. Silvester San, selaku Uskup Pentahbis, pada Selasa (21/10) petang. *
Hironimus Adil



