Baptisan Dua Katekumen dan Persembahan Koor Lansia pada Misa Jumat Pertama MBSB

NUSA DUA – Umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua kembali berkumpul dalam suasana syukur untuk merayakan Misa Jumat Pertama 7 November 2025. Misa Jumat Pertama ini dimahkotai dengan pembaptisan dua orang Katekumen.
Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Adianto Paulus Harun, Pastor Paroki MBSB, berlangsung hangat dan penuh penghayatan iman. Menjadi sorotan sekaligus manarik dalam misa kali ini adalah pelayanan paduan suara dari Komunitas Grasia (Gerakan Lansia Bahagia).
Komunitas yang beranggotakan para umat lanjut usia ini menampilkan semangat luar biasa dalam melayani Tuhan melalui musik dan nyanyian. Meski usia mereka tak lagi muda, semangat mereka dalam memuji Tuhan tetap menyala dengan penuh sukacita.
Sejak awal misa, suara para anggota Komunitas Grasia mengisi seluruh ruang gereja dengan lantunan lagu rohani yang lembut dan menyentuh hati. Wajah-wajah mereka tampak berseri-seri, memancarkan kegembiraan dan rasa syukur yang tulus.
Melalui kehadiran mereka, umat diingatkan bahwa kasih Tuhan bekerja indah dalam setiap tahap kehidupan — termasuk di masa lanjut usia. Pelayanan mereka menjadi teladan bahwa semangat untuk memuliakan Tuhan tidak pernah mengenal kata “pensiun”.
Selain pelayanan dari Komunitas Grasia, misa juga diwarnai dengan momen istimewa pembaptisan dua orang katekumen, yaitu Theodorus I Gede Darmajadi Putra dan Tatiana Ni Putu Ratih Puspitasari.

Keduanya, setelah sebelumnya menjalani rangkaian pendidikan kekatolikan, pada akhirnya menerima sakramen pembaptisan sebagai tanda resmi bergabung dalam persekutuan Gereja Katolik. Umat yang hadir turut bersyukur dan mendoakan agar iman mereka semakin bertumbuh dalam kasih Kristus.
Dalam homilinya, Romo Adi, sapaan Pastor Paroki, mengajak umat untuk merenungkan Injil hari itu, yang mengisahkan tentang seorang bendahara yang dihukum oleh tuannya karena tidak mengampuni sesama hamba yang berhutang kepadanya.

Romo Adi menekankan bahwa setiap umat dipanggil untuk hidup dalam kasih, kejujuran, dan kerendahan hati.
“Janganlah kita menjadi seorang bendahara itu, yang memeras dan berbuat jahat kepada orang lain hanya untuk memenuhi kepentingan diri kita sendiri,” pesan Romo Adi.
Romo juga mengingatkan bahwa pengampunan dan kebaikan hati adalah wujud nyata kasih Tuhan dalam hidup manusia. Dengan belajar mengampuni dan melayani sesama tanpa pamrih, kita semakin menyerupai Kristus yang penuh belas kasih. *
Penulis :

Hizkia Martinus Colon Satu
Editor: Hiro/KomsosKD



