LINTAS PAROKI

Misa Inkulturasi Etnis Lembata-Flotim di Nusa Dua, Meriah dan Penuh Sukacita

NUSA DUA – Perayaan Misa Inkulturasi Etnis Lembata-Flotim berlangsung meriah dan penuh sukacita di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa MBSB) Nusa Dua, Minggu (23/08/2026) pukul 09.30.

Misa dipimpin oleh RD Adianto Paulus Harun, Pastor Paroki Nusa dan Pastor Rekan RD Ferdy Panggur, bersama Pastor asal Flotim RD. Evensius Dewantoro Boli Daton, serta Frater TOP Yohanes I Ketut Salvatore Cardia.

Ekaristi ini mengintegrasikan tradisi budaya Lembata-Flotim dalam liturgi, dengan koor gabungan umat dari Paroki Pecatu, Kuta, dan Nusa Dua.

Romo Evensius yang dipercayakan membawa homili mengungkapkan bahwa iman tidak boleh berhenti hanya pada kata orang lain, melainkan harus tumbuh dari pengalaman dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Perjumpaan tersebut hadir dalam keseharian melalui doa, menolong sesama, memilih kebenaran, dan mengampuni. “Iman bukan sebatas ucapan, melainkan tindakan nyata,” ungkap Pastor Paroki F.X. Kuta yang akrab di sapa Rm. Venus itu.

Begitu misa usai, secara spontan umat menari massal. Suasana semakin hangat ketika Romo Adi, Romo Ferdi, dan Romo Venus ikut menari bersama para penari tradisional di ahkir perayaan ekaristi itu.

Ketua Panitia Misa Inkulturasi, Adi Lomi, menyampaikan bahwa persiapan untuk kegiatan ini dilakukan kurang lebih selama satu setengah bulan. Ia mengakui bahwa pada awal persiapan jumlah umat yang terlibat masih sedikit. Namun, berkat dorongan, tekad, dan semangat bersama, semakin banyak umat yang kemudian ikut mengambil bagian dalam pelayanan.

“Pada awalnya yang datang masih sedikit, tetapi berkat dorongan, tekad, dan semangat yang kuat, akhirnya orang-orang berhasil terkumpul dan bersama-sama mengambil bagian dalam pelayanan ini,” ujar Adi Lomi.

Kesan mendalam dirasakan oleh Intan dari Katedral Denpasar, umat yang baru pertama kali mengikuti Misa Inkulturasi Lembata-Flotim.

“Saya sangat terkesan karena ini pertama kalinya saya ikut. Saya suka lagu penutupnya, lagu Soka Selen, dan sangat terhibur melihat ketiga Romo menari bersama para penari,” ungkapnya.

Perayaan ini menjadi bukti indahnya perpaduan iman dan budaya dalam mempererat persaudaraan umat di Bali. *

Penulis: Fransiskus Bala Kleden-Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button