LINTAS PAROKI

Lingkungan Regina Pacis Paroki MBSB Nusa Dua Rayakan Ulang Tahun Ke-4

NUSA DUA – Lingkungan Regina Pacis, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua, berulang tahun yang ke-4 pada Jumat (14/08/2026). Perayaan ulang tahun lingkungan tersebut dirangkaikan dengan misa syukur, makan malam bersama, dan hiburan persembahan panitia hari ulang tahun lingkungan.

Dimulai dengan misa pada pukul 19.00 WITA, yang dipimpin oleh Pastor Rekan Nusa Dua, RD. Ferdy Panggur Burhan dengan iringan koor oleh Lingkungan Regina Pacis.

Dalam homilinya, RD. Ferdy mengingatkan bahwa Gereja juga sedang merayakan pesta Santo Maksimilianus Maria Kolbe, seorang biarawan Fransiskan Konventual asal Polandia. Salah satu keistimewaan dari Santo Maksimilianus adalah karisma dalam mewartakan nilai-nilai imam melalui tulisan.

“Dia membuka satu rubrik di Italia yang mewartakan secara khusus tentang ajaran-ajaran iman kepada orang banyak. Dia sangat tekun dan setia menjalankan itu, kemudian dia mendirikan beberapa biara dengan tujuan supaya mewartakan iman dengan baik dan lancar,” terang RD. Ferdy.

Santo Maksimilianus juga merupakan orang yang lantang melawan tindakan Nazi ketika Jerman menguasai Polandia. Oleh sebab itu, Santo Maksimilianus ditangkap dan dipenjara di kamp konsentrasi Auschwitz.

Ketika berada di dalam penjara, dia melihat seorang sersan dihukum mati dengan cara tidak diberikan makanan. Sersan ini sulit menerima tindakan hukuman mati dari Nazi karena dia mengingat istri dan anak-anaknya.

“Melihat kesedihan dari sersan ini, Santo Maksimilianus menggantikan dia untuk dihukum mati. Dari sepuluh orang yang dihukum mati, Santo Maksimilianus yang paling terakhir meninggal,” jelasnya.

Cerita tentang Santo Maksimilianus Maria Kolbe tersebut menjelaskan mengenai kesetiaan sebagai seorang imam dan pengungkapan kasih pelayanan Kristus melalui pengorbanan kasih. Di tengah banyaknya kekerasan dan peperangan, dia tetap menghayati kasih Kristus dengan memberikan dirinya untuk menggantikan sahabatnya.

RD. Ferdy juga mengingatkan bahwa panggilan hidup terbagi menjadi dua jenis, yaitu panggilan perkawinan dan panggilan hidup bakti. Keduanya sama-sama didasarkan pada sakramen dan menuntut kesetiaan dalam panggilan hidup.

“Panggilan hidup rohani adalah sebuah panggilan untuk menghayati kasih. Kasih yang mempersatukan dan persatuan itu hanya bisa terwujud kalau saling setia. Kesetiaan menjadi tali yang terus mengikat persatuan,” ungkapnya.

RD. Ferdy memberikan pesan bagi Lingkungan Regina Pacis agar selalu menghayati iman dengan penuh kesetiaan dan keterlibatan dalam kehidupan bersama di lingkungan. Meskipun berusia belia, tetapi momentum hari ulang tahun tersebut menjadi momen untuk memahami kesetiaan dalam kehidupan bersama.

“Semoga ini menjadi momen bagi kita untuk memahami kesetiaan dalam kehidupan bersama dan kesetiaan untuk terus menjalani tugas pelayanan kita di lingkungan, di KBG, di keluarga, dan terus menunjukkan nilai pengorbanan bersama-sama,” ucap RD. Ferdy.

Ketua Lingkungan Regina Pacis, Yohannes Rudijanto Effendi, menyebut usia lingkungan yang keempat ibarat anak yang mulai mencari dan mengenal dunia di luar rumahnya. Anak tersebut ingin lebih aktif lagi di luar rumahnya dan mencuri pelajaran yang positif.

“Pada usia yang keempat ini, saya dan segenap pengurus lingkungan beserta KBG berharap agar umat lingkungan Regina Pacis boleh mencoba aktif dan melibatkan diri dalam segenap kegiatan,” kata Rudijanto.

Rudijanto juga mengatakan tema malam itu adalah “Melangkah dalam Iman” yang menjadi harapan agar Lingkungan Regina Pacis lebih berinteraksi kepada lingkungan di sekitar, aktif dalam kehidupan menggereja, serta melibatkan anak-anak dalam kehidupan di paroki.

Lingkungan Regina Pacis merupakan pemekaran dari Lingkungan Stella Maris. Rudijanto mengisahkan, pada masa awal berdirinya, lingkungan harus mencari orang yang mau dan mampu menjadi ketua KBG.

Ketua Lingkungan Regina Pacis yang pertama adalah Yossi Indra Devianto. Dari kepemimpinannya di tahun 2022, Lingkungan Regina Pacis memiliki lima KBG yang bertahan sampai sekarang, yakni KBG Santa Angela Merici, KBG Santa Bernadette, KBG Santo Nicholas, KBG Santa Ursula, dan KBG Santo Nikodemus.

“Dalam jumlah, umat di setiap KBG relatif hampir sama, kurang lebih antara 12 sampai 15 KK di setiap KBG. Masa tumbuhnya lingkungan ini banyak dibantu, terutama oleh Romo Paroki dan Romo Rekan,” kata Rudijanto.

Saat ini, Lingkungan Regina Pacis memiliki 103 KK yang kurang lebih berkisar antara 250 hingga 300 jiwa. Pada malam itu, Rudijanto bersyukur karena diperbolehkan untuk merayakan ulang tahun lingkungan yang keempat dengan antusiasme umat yang tinggi.

“Ini membuktikan bahwa lingkungan ini bertumbuh baik secara iman dan keluarga, satu demi satu kita mendapatkan penambahan anggota keluarga di lingkungan ini. Pesan saya, semoga ke depannya kita lebih solid lagi, bukan hanya di dalam lingkungan, tetapi juga di luar lingkungan,” tegasnya.

Umat Lingkungan Regina Pacis juga merasakan kebahagiaan dari helat malam itu. Misalnya Feni Damayanti Tan,yang merupakan umat Lingkungan Regina Pacis sejak awal berdirinya, yaitu di tahun 2022.

Menurutnya, Lingkungan Regina Pacis tumbuh menjadi lingkungan yang menyenangkan, terutama di dalam koor lingkungan.

“Pesannya semoga Lingkungan Regina Pacis semakin kompak, erat dalam kekeluargaan, dan selalu melayani dengan kasih,” tambahnya.

Sementara itu, RD. Ferdy, mengucapkan selamat ulang tahun bagi Lingkungan Regina Pacis. RD. Ferdy melihat ulang tahun Regina Pacis sebagai momen untuk meningkatkan semangat pelayanan, baik itu dalam kegiatan menggereja dan kegiatan iman.

“Kiranya ulang tahun ini menjadi momen, kesempatan yang berahmat untuk semakin meningkatkan kehidupan iman. Itu yang paling utama, untuk bisa meningkatkan semua bentuk pelayanan lain, harus semakin kokoh dalam penghayatan iman,” ucap RD. Ferdy.

RD. Ferdy melihat potensi Lingkungan Regina Pacis yang banyak. Namun, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk kemajuan kehidupan iman, dalam kebersamaan, dan dalam persekutuan iman.

“Pesan saya, sesuai dengan tema tadi, agar Regina Pacis terus kokoh dalam iman, terus meningkatkan persaudaraan, dan semakin tekun dalam pelayanan. Dengan itu, mereka bisa membawa lingkungan ini menjadi sebuah lingkungan yang beriman, solid, dan solider,” tutupnya.*

Penulis : Sgt- Bernadette Tan
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button