LINTAS PERISTIWA

Mlampah Ziarah Nasional Pertama di Bali Menempuh Rute Negara – Palasari

Mengenang Maria Berjalan Menuju Kehidupan dalam Allah

NEGARA – Di halaman Gereja St. Petrus Negara, Minggu, 16 Agustus 2026. Hari masih gelap, waktu menunjukkan lewat pukul 04.00 WITA. Satu per satu umat peserta Mlampah Ziarah mulai berdatangan.

Mlampah Ziarah Nasional untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bali ini diikuti 201 umat. Di antaranya 120 peserta datang dari luar Bali, seperti dari Lampung, Jakarta, Cirebon, Bandung, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan NTB. Sementara 81 peserta lainnya berasal dari Paroki St. Petrus Negara dan berbagai wilayah di Bali. Tujuannya sama yaitu berjalan kaki sejauh 24 kilometer, dari Gereja St. Petrus Negara menuju Gereja Hati Kudus Yesus Palasari dan Gua Maria Palasari.

Mlampah Ziarah Nasional kali ini terasa semakin istimewa karena sehari sebelumnya, Sabtu, 15 Agustus sore, seluruh peserta telah berkumpul dalam acara ramah tamah di Paroki St. Petrus Negara setelah mengikuti Misa Sabtu sore.

RD Bartholomeus Bere, yang akrab disapa Opa Bartho, Pastor Rekan Paroki St. Petrus Negara, berkesempatan menyapa dan memberikan semangat kepada umat yang akan mengikuti perjalanan ziarah keesokan harinya.

Minggu pagi, tepat pukul 05.00 WITA, sebelum perjalanan dimulai, RD Benediktus Deni Mary, Pastor Paroki St. Petrus Negara memandu doa bersama. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Romo Deni tidak hanya melepas para peserta, tapi juga ikut berjalan bersama umat hingga Palasari.

24 Kilometer Menguji Langkah

Perjalanan dari Negara menuju Palasari bukanlah perjalanan yang mudah. Di pagi hari, udara masih terasa nyaman dan cukup dingin. Namun sekitar pukul 10.00 WITA, sengatan matahari mulai terasa semakin kuat. Jalan yang menanjak dan berbatu membuat langkah menjadi lebih berat. Kaki mulai terasa lelah, tetapi semangat untuk mencapai Palasari tidak surut.

Perjalanan sepanjang kurang lebih 24 km itu melewati TPST Jembrana, Banjar Peh, Manistutu, Desa Tukadaya, Desa Warnasari, kemudian Monumen Salib Suci di Palasari Lama, hingga Bendungan Palasari sebelum akhirnya tiba di Gereja Hati Kudus Yesus Palasari.

Dalam perjalanan ini, para peserta sangat terbantu oleh OMK Don Bosco St. Petrus Negara yang telah bekerja sejak tahap survei rute, pendataan peserta, penyediaan konsumsi, hingga membantu mengarahkan perjalanan dengan berjaga di setiap persimpangan.

Tim motoris juga dengan sigap membantu peserta yang mengalami kesulitan atau masalah selama perjalanan.
Semua dilakukan agar setiap peserta dapat menyelesaikan perjalanan dengan aman. Sekitar pukul 13.00 WITA, seluruh peserta akhirnya tiba di Gereja Hati Kudus Yesus Palasari.

Lelah, panas, kaki yang mulai terasa berat, dan perjalanan panjang seolah terbayar ketika akhirnya sampai di tempat tujuan. Namun ternyata, perjalanan belum benar-benar berakhir. Perjalanan fisik justru menjadi pintu masuk menuju perjalanan batin.

Mlampah Ziarah berpuncak dengan Misa Kudus di Gereja Hati Kudus Yesus Palasari yang dipimpin oleh RD Benediktus Deni Mary. Dalam homilinya, Romo Deni mengajak umat untuk merenungkan makna Transitus Maria, yaitu peralihan atau perjalanan Maria menuju kehidupan dalam Allah.

Maria tidak sekadar “pergi” ke surga. Ia menyelesaikan perjalanan hidupnya dengan iman dan penyerahan diri kepada Allah. Menariknya, misteri ini dirayakan sambil melakukan camino atau mlampah—berjalan kaki dari Negara menuju Palasari.

“Dua puluh empat kilometer mungkin terdengar sederhana ketika kita menghitungnya dari kejauhan. Namun ketika kaki mulai lecet, punggung mulai terasa berat, matahari semakin terik, dan jalan seakan tidak kunjung berakhir, kita mulai memahami bahwa ziarah bukanlah tentang seberapa jauh kita berjalan, melainkan kepada siapa kita berjalan dan untuk apa kita berjalan,” urai Romo Deni.

Menurut Rm. Deni, Maria pun mempunyai caminonya, mempunyai perjalanan hidupnya sendiri. Dari Nazaret ke Betlehem, dari Betlehem ke Mesir, lalu ke Kana, ke Golgota, dan dari Golgota menuju Gereja, kemudian akhirnya dari kehidupan duniawi menuju kemuliaan.

“Maria tidak mengetahui seluruh peta perjalanan hidupnya. Ia hanya mengetahui satu hal: Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu,” imbuh Pastor Paroki Neger aitu.

Spiritualitas Mlampah.

Lebih lanjut Rm. Deni mengingatkan, “Kita tidak harus mengetahui seluruh jarak yang akan ditempuh untuk berani mengambil langkah berikutnya. Kita tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk percaya bahwa Tuhan akan menuntun kita. Karena pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya sampainya kita di tujuan, tetapi siapa diri kita setelah sampai di sana. Apakah Langkah Kita Menuju Tuhan?”

Kesan dan pesan peserta mlampah ziarah antara lain dari Ibu Astri Fernandez. Dia peserta dari paroki katedral Denpasar yang anaknya yang bernama Raffael Althario Van Fernandez, merupakan peserta termuda, berumur 10 tahun dan berhasil berjalan sampai garis finish mengungkapkan

Ibu Astri mengungkapkan, “Ikut mlapah ziarah ini adalah pengalaman pertama keluarga kami. Selain bisa mendapat teman yang banyak dari berbagai kota, keluarga kami diingatkan kembali bahwa setiap proses kehidupan yang dilalui tidak mudah, nikmati dan hargai sampai tujuan tercapai. Meskipun kadang kita merasa berjalan sendirian tapi Tuhan Yesus selalu menyertai di setiap proses kita. Menempa mental untuk tetap selalu kuat dan tidak patah semangat. Jangan pernah lupa bersyukur kepada Tuhan. Secara tidak langsung acara mlapah ziarah memberikan ilmu yang tidak diajarkan di sekolah untuk anak-anak kami”

Bapak Adrianus Ketut Widjana Prasetia, umat paroki Negara (74 tahun) merasa terinspirasi mengikuti acara ini setelah mengetahui ibu angkat Romo Deni yang berusia 75 tahun juga ikut acara mlampah ziarah bulan lalu sampai finish.

Roni Romel, selaku Ketua Komunitas Mlampah Ziarah yang berpusat di Jogjakarta sangat mengapresiasi tim panitia Chapter Bali, tim OMK Don Bosco Negara dan terutama sekali atas dukungan umat dan Pastor Paroki Negara.

Dalam kesempatan itu, Roni Romel, juga mengumumkan kesediaan RD. Benediktus Deni Mary sebagai pembina Mlampah Ziarah Chapter Bali, disertai dengan penyerahan badge Mlampah Ziarah. Hal itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari semua anggota komunitas yang hadir dengan gembira. *

Penulis: Maria Dharmira-Umat Paroki FX Kuta
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button