LINTAS PAROKI

Perayaan HUT Paroki MBSB Nusa Dua ke-31 dan HUT RI ke-81

NUSA DUA – Senin 17 Agustus 2026, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa merayakan hari ulang tahunnya ke-31. Perayaan dirangkai dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81. OMK MBSB dipercayakan menjadi panitia kegiatan ini. Mereka merancang dekorasi dan keseluruhan acara.

Kemeriahan acara HUT Paroki tidak hanya dinikmati oleh umat dewasa. Ada pula acara yang disiapkan oleh panitia bagi anak-anak satu hari sebelumnya, Minggu, 16 Agustus 2026. Mereka mengikuti lomba mewarnai Gereja MBSB. Acara dimulai sejak jam 6 pagi, diawali sambutan RD Adianto Paulus Harun selaku Pastor Paroki dan Ketua BPI Emanuel Peor.

Umat berkumpul di lapangan parkir Puja Mandala untuk senam bersama yang dipimpin oleh OMK. Setelah beristirahat sejenak, peserta mengikuti permainan outbound. Acara dilanjutkan dengan lomba tari kreasi yang diikuti oleh tiap lingkungan yang ada di Paroki MBSB dan pemotongan kue ulang tahun Paroki.

Adapun pemenang lomba juara pertama dari lingkungan Regina Pacis, kedua lingkungan Rosa Mistika, dan juara ketiga lingkungan St. Klara yang pesertanya ada para suster Dominikan.

Di sela-sela acara Romo Adi memberikan penjelasan mengapa acara HUT Paroki digabung pada hari yang sama dengan HUT RI.

“Kita sengaja mengambil momen ini karena memiliki rasa syukur yang sama. Kita bersyukur atas berkat dan rahmat Tuhan kepada warga negara Indonesia dan juga kepada kita warga gereja, karena pada intinya kita adalah 100% Indonesia dan 100% Gereja Katolik. Selain itu kita mau ujudkan rasa syukur dan satu komitmen bersama, supaya kita dapat menjadikan negara dan gereja yang terus maju dan berkembang yang bisa membawa membawa kebaikan dan keselamatan bagi semua orang.”

Adapun esensi dari HUT Paroki dan HUT RI adalah pernyataan syukur. Sekaligus mau menjalin kekeluargaan, persahabatan, persaudaraan dan mau mempererat lagi persatuan dan kesatuan warga secara khusus di antara umat beragama, sehingga bisa membagikan kebaikan bagi orang lain baik dalam kehidupan menggereja maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kesan tahun ini sangat luar biasa, banyak umat datang bersyukur dan bersuka cita bersama. Tahun ini ada kegiatan lomba tari kreasi antar lingkungan yang mengundang semua umat untuk hadir selain berbagi suka cita, juga mendukung lingkungannya masing-masing,” kata Romo Adi.

Romo Adi juga berharap agar menjadikan momen syukur HUT Gereja dan Kemerdekaan RI ini untuk kebangkitan umat agar terus bersatu, bersaudara, dan kompak berjalan bersama membangun gereja dan negara ke arah yang lebih baik.

Avent, umat lingkungan MBG memberikan kesan dan pesan atas acara ini. “Saya sangat senang dan bersyukur Gereja bisa menyelenggarakan acara HUT Paroki dan HUT RI ini, semoga tiap tahun terus berlanjut agar dapat memupuk persaudaraan dan kebersamaan umat di Gereja ini. Saya sungguh terkesan dengan semangat para OMK sebagai penyelenggara acara ini.”

Pembina OMK Paroki MBSB, Adrianus Sukur yang juga ketua panitia menyatakan, “Puji Tuhan, antusias umat dalam menghadiri acara ini sangat luar biasa, mereka sangat mendukung dan ambil bagian dalam kegiatan ini.”

Dia menambahkan OMK yang terlibat dalam panitia kurang lebih dua puluh orang, namun tidak ada kendala, hanya saja persiapan waktu yang sangat mepet.

Selaku Ketua Panitia ia berharap agar tahun depan perayaan HUT Paroki dan HUT RI dapat dipisah pelaksanaannya agar panitia dapat mempersiapkan acara dengan lebih matang.

Pada sore harinya diadakan Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan secara konselebrasi oleh RD. Adianto Paulus Harun, RD. Ferdy Panggur Burhan, RD. Johannes Handrijanto Widjaja, dan Frater TOP Yohanes I Ketut Salvatore Cardia. Misa dibuka dengan prosesi bendera yang dibawa oleh para Ketua Lingkungan dan perwakilan kategorial yang ada di Paroki MBSB – Nusa Dua, dengan diiringi oleh koor OMK.

Dalam homilinya Romo Adi mengatakan pada bacaan Injil hari ini, orang Farisi dan ahli Taurat bertanya kepada Yesus apakah boleh membayar pajak kepada kaisar atau tidak. Yesus mengatakan agar memberi kaisar apa yang wajib diberikan kepadanya, dan memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah.

“Kata-kata Yesus ini juga mengingatkan kita sebagai umat beriman sekaligus warga negara. Kita harus menyadari identitas kita di tengah dunia ini. Sebagai warga gereja kita memiliki tugas dan kewajiban untuk melaksanakan hidup yang baik dan sesuai kehendak Allah untuk menghadirkan Kerajaan-Nya melalui perkataan dan tindakan yang baik di tengah keluarga, KBG, lingkungan, paroki dan di tempat kita berada baik yang seiman maupun tidak seiman, juga kepada alam lingkungan sehingga bumi menjadi tempat yang baik bagi semua orang dan segala mahluk hidup,” ungkap Rm. Adi

“Sebagai warga negara kita juga dipanggil untuk mewujudkan kasih dan kebaikan, menggunakan talenta yang kita miliki untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, keadilan dan kedaulatan bangsa dan negara yang kita cintai, menjadikan bangsa yang mampu menghadirkan pengampunan, kedamaian, dan kesejahteraan,” lanjutnya.

Rm. Adi menambahkan, Yesus meminta agar sebagai warga negara dan warga gereja yang adalah anak-anak Allah agar memiliki kebijaksanaan dalam diri untuk memberikan yang terbaik untuk kebaikan bangsa dan negara, juga gereja untuk menghadirkan Kerajaan Allah.

Dalam bacaan pertama, sambungnya, diberi nasihat agar sebagai warga negara memiliki kepatuhan dan semangat kerendahan hati untuk melaksanakan yang telah diatur dalam kehidupan sebuah negara, dengan tujuan utama agar kehidupan bersama sebagai suatu negara dapat menyenangkan dan mengalami kesejahteraan.

“Kita juga diminta untuk senantiasa tunduk kepada Allah agar kehidupan kita sebagai anak-anak-Nya dipenuhi keselamatan, kasih dan kebaikan Tuhan,” imbuhnya.

Sementara dalam bacaan kedua, Santo Paulus mengingatkan manusia telah dimerdekakan dari berbagai penjajahan. “Melalui pengorbanan Kristus kita telah dibebaskan dari dosa dan kesalahan, sebagai rasa syukur hendaknya kita membagikan kemerdekaan itu di tengah dunia ini dengan menjadikan diri kita sebagai agen-agen yang membawa kebaikan, perubahan dan keselamatan bagi semua orang,” katanya lagi.

“Mari kita bangun satu tekad yang baru untuk bangkit dan bergerak bersama, menjadi Gereja sinodal yang tumbuh berkembang bersama untuk menghadirkan kasih, kebaikan, dan keselamatan Allah bagi dunia dan Gereja tempat kita berdiam, berkumpul, dan berkembang bersama,” tuturnya.

Pada penutupan Misa Romo Adi menyampaikan rasa syukurnya atas ulang tahun gereja yang ke-31 dan negara Indonesia ke-81. Ia juga berterima kasih kepada para DPP, DKP, Ketua Lingkungan, ketua KBG, dan seluruh umat, serta para perintis Gereja yang telah berjuang bersama demi keutuhan umat.

“Terima kasih dan penghargaan yang besar kepada para OMK selaku panitia yang telah merancang dan mengorganisir seluruh kegiatan dengan sangat luar biasa, sehingga membuat para umat bersuka cita dan bersemangat merayakan ulang tahun Gereja yang ke-31 dan Negara Indonesia yang ke-81,” tutur pungkas Rm. Adi.

Penulis: Made Shinta-Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button