Misa Inkulturasi Minahasa di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar

DENPASAR – Minggu, 21 Juni 2026, di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, diselenggarakan Misa Inkulturasi Minahasa pada pukul 15.00 WITA. Misa bernuansa budaya Minahasa ini dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Denpasar RP. Yosef Wora, SVD.
Perayaan Ekaristi terebut menjadi momen istimewa bagi umat, khususnya umat Katolik Sulawesi Utara di Bali, untuk mengungkapkan iman dan rasa syukur melalui kekayaan budaya Minahasa yang dipadukan dengan liturgi Gereja.
Misa diawali dengan perarakan dari halaman depan gereja, dengan iringan tarian Kabasaran, tarian perang tradisional Minahasa yang melambangkan keberanian, semangat persaudaraan, dan penghormatan, serta tarian dasar Maengket yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima dan juga sebagai ungkapan sukacita.

Suasana perayaan semakin meriah dengan iringan tambor, alunan musik kolintang, serta penampilan koor yang membawakan lagu-lagu liturgi Katolik bernuansa Minahasa. Kehadiran unsur-unsur budaya ini memberikan warna khas dan menghadirkan suasana doa yang khidmat sekaligus penuh sukacita.
Seluruh rangkaian perayaan menjadi wujud nyata inkulturasi, yaitu perjumpaan antara iman Katolik dan budaya lokal yang memperkaya kehidupan menggereja. Umat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap bagian liturgi, mulai dari perarakan, nyanyian, hingga perayaan Ekaristi.

Di akhir misa, sebelum berkat penutup, Romo Yosef yang memimpin misa mengungkapkan rasa terima kasih atas pelayanan Misa Inkulturasi Minahasa.
“Untuk saudara-saudari keluarga besar Minahasa yang pada sore hari ini menanggung koor, kita tepuk tangan buat mereka. Semoga alunan kolintang yang menyemangati kita semua, tidak hanya menyemangati kita dalam gereja, tapi menyemangati kita dalam bersaksi tentang Kristus di tengah masyarakat” Demikian kata Romo Yosef.

Setelah Misa berakhir, acara dilanjutkan dengan acara ramah-tamah secara Mapalus, yaitu makan bersama yang disiapkan secara gotong royong oleh warga Kawanua. Tradisi mapalus merupakan salah satu nilai luhur masyarakat Minahasa yang menekankan semangat kebersamaan, saling membantu, dan berbagi berkat sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Melalui kebersamaan ini, tali persaudaraan antarumat semakin erat dan semangat kekeluargaan terus terpelihara.

Misa Inkulturasi Minahasa ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin menghayati iman dalam keberagaman, sehingga budaya dan iman dapat berjalan beriringan untuk memuliakan Tuhan serta mempererat persaudaraan dan kerukunan sebagaimana semboyan orang Minahasa yang digaungkan oleh Sam Ratulangi: SI TOU TIMOU TUMOU TOU (MANUSIA HIDUP UNTUK MEMANUSIAKAN MANUSIA LAIN).
Penulis: Lintang Ayu-Komsos Katedral Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD



