Dekenat Bali Tengah Gelar Kemah Remaja Misioner 2026 di Jimbaran

Jimbaran-Dekenat Bali Tengah mengadakan Kemah Remaja Misioner mulai Selasa (23/06/2026) hingga Kamis (25/06/2026) di SD Katolik Soverdi Jimbaran. Kemah tersebut diikuti oleh 223 peserta dari 7 paroki yang terletak di Dekenat Bali Tengah, yakni Paroki Tangeb, Babakan, Kulibul, Tuka, Kuta, Pecatu, dan Nusa Dua.
Sukacita menyelimuti kawasan perkemahan ketika acara pembukaan pada Selasa (23/06/2026) berlangsung. Anak-anak dari ketujuh paroki tersebut mempersembahkan yel-yel secara bergantian ketika Uskup Denpasar Mgr. Silvester San datang untuk membuka kegiatan Kemah Remaja Misioner.
Kegiatan lantas dilanjutkan dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Mgr. Silvester San, serta diikuti oleh peserta kemah, Pastor Paroki dari ketujuh paroki yang hadir, Frater, Diakon, Suster, dan panitia awam. Koor dari peserta kemah Paroki Roh Kudus Babakan mengiringi misa tersebut.

Ketua Panitia Kemah Remaja Misioner 2026, Romo Gabriel Madja, SVD, mengatakan bahwa kemah tersebut merupakan yang pertama diadakan sejak Dekenat Bali Tengah berpisah dengan Dekenat Bali Timur. Program tersebut dilakukan untuk mendampingi remaja Katolik dari ketujuh paroki.
Secara spesifik, kegiatan Kemah Remaja Misioner 2026 bertujuan untuk membangkitkan semangat misi pada diri anak-anak kepada Allah, Yesus Kristus, dan Gereja Katolik. Tujuan tersebut lantas dikemas dalam bentuk permainan dan pendampingan materi selama tiga hari pelaksanaan kemah.
“Semua itu fokus pada membangkitkan semangat misi pada anak-anak kita supaya mereka memiliki semangat untuk berbuat sesuatu. Sesuai dengan tema solid dan solider, mereka harus punya semangat di dalam diri mereka, lalu mau melakukan sesuatu kepada lingkungan dan masyarakat tempat mereka tinggal,” ungkap Romo Gabriel.
Sebagai bungsu, Dekenat Bali Tengah merasa bangga karena didukung penuh oleh Keuskupan Denpasar. Kemah Remaja Misioner 2026 menjadi kegiatan awal yang diadakan oleh dekenat, sebelum kelak melaksanakan kegiatan lanjutan yang sama-sama membawa semangat misioner.
“Mereka sudah solider dalam kegiatan Sekami dan remaja Katolik di parokinya masing-masing dan itu gerakan yang mau dibangun ke dalam diri anak-anak Katolik,” jelasnya.

Sementara itu, Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, menjelaskan bahwa kedatangannya adalah untuk membuka Kemah Remaja Misioner 2026. Kegiatan tersebut dinilai sebagai kegiatan yang positif karena merupakan sarana pembinaan untuk anak-anak yang menjadi generasi penerus.
Uskup Mgr. Silvester San berharap, para pembimbing dapat memberikan masukan yang diharapkan sehingga semangat anak-anak sebagai remaja misioner dapat tercapai, baik sebagai remaja solid yang berhikmat maupun sebagai remaja solider yang menghayati kebaikan kepada orang lain.
“Kegiatan ini sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang baru karena sebelumnya sudah dilaksanakan, yang pasti bahwa kegiatan ini membawa manfaat untuk paroki masing-masing. Saya yakin bahwa hampir di semua paroki, Sekami sangat hidup dan mereka menjadi generasi yang kita harapkan menjadi orang muda Katolik yang baik,” ujar Uskup Mgr. Silvester San.

Selain itu, Uskup Denpasar juga menilai antusiasme anak-anak yang hadir pada Kemah Remaja Misioner 2026 sangat tinggi. Oleh sebab itu, Mgr. Silvester San berharap agar semangat tersebut dapat terus dinyalakan, terutama terkait dengan tema Sinode Keuskupan Denpasar.
“Anak-anak akan kembali ke rumah mereka dengan pembekalan yang mereka miliki dan bisa memberikan semangat juga kepada teman-temannya yang ada di perumahan,” tambahnya.
Penyelenggaraan perkemahan di kawasan Jimbaran menyebabkan Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua menjadi tuan rumah. Pastor Paroki MBSB Nusa Dua, RD. Adianto Paulus Harun, merasa bersyukur karena tempat tersebut dipakai untuk berbagi berkat, terutama bagi anak-anak.
Menurut RD. Adianto, keikutsertaan anak-anak dalam kemah tersebut adalah untuk menimba berkat Tuhan melalui perjumpaan dengan teman-teman misioner dan melalui materi-materi penguatan iman yang disampaikan.

“Anak dari MBSB sangat antusias. Kita termasuk paroki dengan peserta yang banyak, sekitar 40 anak, dan mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini, demikian pun juga dengan anak-anak dari paroki lain,” kata RD. Adianto.
RD. Adianto berpesan agar anak-anak yang mengikuti kemah menjadi semakin bersemangat dalam kehidupan menggereja, iman mereka diteguhkan, dan solider dengan teman-teman yang berada di lingkup mereka, baik yang seiman maupun tidak seiman.
Penulis : Sandra,Paroki MBSB Nusa Dua



