LINTAS PAROKI

Rosario di Gua Maria Momentum Kebangkitan Perempuan Katolik Ampenan

Ampenan – Suasana penuh kyhusuk dalam doa dan kebersamaan tampak di Gua Maria yang terletak di belakang Paroki Santo Antonius Padua Ampenan pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 17.00 WITA.

Sie Gender dan Pemberdayaan Perempuan DPP Paroki bekerja sama dengan WKRI Cabang Ampenan mengadakan kegiatan doa Rosario bersama yang diikuti sekitar 25 orang.

Dalam suasana teduh di depan Gua Maria, para peserta dengan khusyuk mendaraskan doa Rosario lima peristiwa. Nuansa iman, persaudaraan, dan kekompakan begitu terasa selama doa berlangsung.

Kegiatan ini menjadi momen rohani yang mempererat kebersamaan kaum perempuan Katolik di paroki sekaligus menjadi sarana memperdalam iman melalui devosi kepada Bunda Maria.

Setelah doa Rosario selesai, Ketua WKRI Cabang Ampenan, Ibu Elly, menyampaikan beberapa agenda dan program kegiatan WKRI ke depan.

Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh perempuan Katolik untuk semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan kegiatan senam rutin bersama di halaman gereja sebagai sarana membangun kesehatan dan kebersamaan antaranggota dan umat lainya di Paroki Ampenan.

Selain itu, WKRI Cabang Ampenan juga akan turut ambil bagian dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun Paroki ke-46 melalui berbagai kegiatan pelayanan dan partisipasi umat.

Tidak hanya itu, pihak WKRI juga berencana menghadirkan narasumber dari luar daerah untuk memberikan seminar dan pembinaan bagi kaum perempuan, khususnya dalam bidang kesehatan, keluarga, dan pengembangan diri.

Koordinator Sie Gender dan Kesetaraan Perempuan DPP Paroki Santo Antonius Padua Ampenan yang akrab di sapa Ida menyampaikan Koordinator Sie Gender dan Kesetaraan Perempuan DPP Paroki Santo Antonius Padua Ampenan mengatakan bahwa kegiatan doa Rosario bersama ini merupakan program rutin yang tidak hanya dilaksanakan kali ini saja. Ke depannya,

Sie Gender dan Pemberdayaan Perempuan akan menghadirkan berbagai program lainnya yang bertujuan mengajak perempuan-perempuan di paroki agar semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja, pelayanan, maupun kegiatan sosial di lingkungan paroki.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan kaum perempuan dapat semakin berani mengambil peran, membangun kebersamaan, serta menjadi bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Gereja.

Sementara itu, Ketua WKRI Cabang Ampenan yang juga merupakan seorang bidan di salah satu klinik bersalin di Kota Mataram, Ibu Elly, mengatakan bahwa kegiatan ini dibuat untuk mempererat persaudaraan antarperempuan Katolik sekaligus menjadi ruang saling mendukung dan bertumbuh bersama dalam iman maupun kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin perempuan-perempuan di paroki tidak hanya hadir saat kegiatan tertentu saja, tetapi sungguh merasa menjadi bagian dari Gereja yang hidup, aktif, dan saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai tanda sukacita serta semangat pelayanan kaum perempuan di lingkungan Paroki Santo Antonius Padua Ampenan.

Melalui kegiatan doa Rosario bersama ini, semangat persaudaraan, pelayanan, dan keterlibatan perempuan Katolik di lingkungan Paroki Santo Antonius Padua Ampenan diharapkan semakin tumbuh dan berkembang. Kebersamaan yang terjalin di kaki Gua Maria bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi momen untuk saling menguatkan dalam iman, membangun kepedulian, serta mempererat tali persaudaraan antarumat, khususnya kaum perempuan di paroki.

Dengan semangat doa dan pelayanan, Sie Gender dan Pemberdayaan Perempuan bersama WKRI Cabang Ampenan berharap semakin banyak perempuan Katolik yang terdorong untuk aktif mengambil bagian dalam kehidupan Gereja, baik melalui kegiatan rohani, sosial, maupun pelayanan kepada sesama.

Dari kegiatan sederhana seperti doa Rosario bersama ini, lahirlah harapan agar perempuan-perempuan di paroki dapat menjadi pribadi yang semakin kuat dalam iman, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi terang dan teladan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Penulis: AnthonyLaziale_Komsos Ampenan

Editor:Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button