LINTAS PERISTIWA

Kunjungan Persaudaraan Dekenat Bali Timur di YGYB, Perkuat Sinergi Pelayanan Antarparoki

DENPASAR – Para biarawan dan biarawati di wilayah Dekenat Bali Timur menggelar kunjungan persaudaraan ke Gereja Yesus Gembala Yang Baik (YGYB), Kamis (7/5/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman pelayanan, sekaligus memperkuat sinergi kehidupan menggereja di tingkat paroki dan Kelompok Basis Gereja (KBG).

Kunjungan tersebut dipimpin Romo Deken Bali Timur, RP. Laurensius Ketut Supriyanto, SVD, dan diterima langsung oleh Pastor Paroki Gereja YGYB, RP. Yohanes I Nyoman Madya Adnyana, SVD, bersama jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), pengurus lingkungan, KBG, kelompok kategorial, hingga Orang Muda Katolik (OMK).

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan yang diawali dengan ramah tamah dan makan malam bersama. Setelah itu, peserta dibagi menjadi dua kelompok diskusi, yakni kelompok orang tua dan kelompok OMK, dengan para pastor turut mendampingi masing-masing kelompok agar pembahasan lebih fokus dan tepat sasaran.

Dalam diskusi kelompok orang tua yang berlangsung di Aula Gereja Yesus Gembala Yang Baik, mencuat tiga isu utama yang menjadi perhatian bersama, yakni pendidikan sekolah Katolik, Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), serta dinamika kehidupan umat di tingkat KBG.

Hadir dalam pertemuan ini, RD. Dr. Yohanes Kadek Ariana, S.S., M.Pd, selaku Direktur BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar, Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosari Gianyar RD. Dr Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, Pr, serta RP. Yosef Casius Wora, SVD, dari Paroki Katedral Denpasar. Diskusi dipandu langsung oleh RP. Laurensius Ketut Supriyanto, SVD didampingi Pastor Paroki RP. Yohanes I Nyoman Madya Adnyana, SVD.

Dalam paparannya, Romo Kadek–panggilan RD Dr Yohanes Kadek Ariana, S.S., M.Pd, menyoroti pentingnya perhatian terhadap dunia pendidikan Katolik di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, sekolah Katolik harus tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan umat, tidak hanya kalangan ekonomi atas.

Sekolah Katolik tidak hanya didominasi keluarga kaya dan berada, tetapi juga bisa dinikmati umat dari kalangan menengah ke bawah yang memiliki kesadaran akan pentingnya kualitas pendidikan.

Sementara itu, Romo Wanta –panggilan Romo Dr Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta– lebih menekankan pentingnya penguatan kehidupan umat di tingkat KBG. Menurutnya, Gereja harus menjadi rumah yang ramah bagi siapa pun, termasuk mereka yang sedang mengalami pergulatan hidup.

Ia menilai, kehidupan basis yang sehat dan aktif akan membantu umat tetap merasakan kehadiran Gereja di tengah kehidupan sehari-hari. “Pastor tidak mungkin menggembalakan ribuan umat seorang diri. Karena itu, peran KBG sangat penting untuk membantu pelayanan umat menjadi lebih dekat dan nyata,” katanya.

Sementara itu, Romo Yosef –panggilan ujar RP Yosef Casius Wora, SVD– memaparkan tentang kondisi umat di Paroki Katedral Denpasar. Jumlah umat di Paroki Katedral Denpasar terus mengalami peningkatan. Hal ini tentu menjadi rahmat sekaligus tantangan bagi Gereja dalam memberikan pelayanan yang semakin baik.

“Dengan umat yang terus bertambah, tentu dibutuhkan penguatan pelayanan hingga ke tingkat lingkungan dan KBG agar perhatian pastoral tetap bisa dirasakan secara dekat oleh setiap umat,” imbuhnya.

Kegiatan pelayanan berbasis KBG yang dijalankan Paroki YGYB pun mendapat apresiasi dari Romo Deken Bali Timur. Menurutnya, tidak semua paroki mampu menjalankan pelayanan hingga tingkat basis secara aktif dan konsisten.

“Kalau ini terus didukung umat, bisa menjadi pilot project bagi paroki lain dalam menata kehidupan berparoki yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Romo Ketut menjelaskan, kunjungan persaudaraan yang dilakukan di Paroki YGYB ini lahir dari semangat kebersamaan antar-paroki dalam menghadapi tantangan pelayanan yang semakin kompleks. Melalui forum santai dan terbuka, para pastor dan umat dapat saling berbagi pengalaman, kendala, hingga mencari solusi bersama.

“Dasarnya adalah persaudaraan. Kita punya pemikiran dan program yang sama, tetapi di tengah perjalanan tentu ada tantangan, ada hal yang perlu dikoreksi atau dipertanyakan. Di sinilah saatnya kita saling berbagi dan menguatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat tindak lanjut visitasi yang dilakukan Uskup Denpasar, Mgr Silvester San, meski dikemas dalam suasana yang lebih sederhana dan kekeluargaan.

Di akhir kegiatan, Pastor Paroki RP Yohanes I Nyoman Madya Adnyana, SVD menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan persaudaraan tersebut. Ia berharap kebersamaan dan sinergi antarparoki di wilayah Dekenat Bali Timur dapat terus terjalin demi memperkuat kehidupan umat dan pelayanan Gereja ke depan. *

Penulis: Karolina Ida-Komsos Paroki YGYB Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button