SEKAMI Mataram Belajar Membuat Refleksi

Mataram–Hal berbeda dilakukan SEKAMI Paroki St. Maria Immaculata Mataram, khususnya SEKAMI usia remaja. Dengan memanfaatkan 2 momen kegiatan yaitu Hari Orang Sakit Sedunia di bulan Februari yang lalu dan renungan APP 2026, SEKAMI remaja Paroki Mataram belajar membuat refleksi dari aksi nyata/aksi mosioner yang mereka lakukan.
Dengan pertanyaan panduan yang diberikan kakak-kakak pendamping, para remaja ini secara khusus belajar menuliskan apa yang mereka rasakan, mereka alami yang bertujuan membantu para remaja mengolah pengalaman iman mereka melalui proses refleksi yang terarah.

Refleksi ini sengaja disusun berdasarkan pengalaman nyata yang telah dijalani para remaja dalam kedua kegiatan tersebut, seperti kunjungan kepada orang sakit, aksi solidaritas, serta keterlibatan dalam kegiatan rohani selama masa APP, seperti pantang dan puasa. Dengan demikian, para remaja tidak hanya mengingat kegiatan yang telah dilakukan, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Salah seorang kakak pendamping, Kak Galang, mengungkapkan, bahwa kegiatan menulis refleksi ini sengaja dilakukan sebagai tindak lanjut dari SOMA Pendamping SEKAMI Remaja. ‘Dalam T-SOM yang akan diikuti oleh adik-adik remaja, membuat refleksi menjadi salah satu bagian yang dilakukan, untuk itu kami melatih adik-adik membuat refleksi lewat aksi nyata HOS dan APP 2026’, ungkapnya.

Sementara bagi SEKAMI remaja, belajar menulis refleksi menjadi hal yang menarik, kalau selama ini hasil dari aksi misioner mereka hanya diceritakan/sharing langsung, sekarang mereka diajak untuk menuliskan menjadi sebuah refleksi. ‘Pada saat saya membuat sebuah refleksi, saya merasa lega karena kita dapat mengungkapkan isi hati kita, dan saya merasa senang karena sudah menceritakan semua pikiran saya melalui sebuah refleksi yang sudah saya lakukan sebelumnya’, ungkap Amora, salah seorang SEKAMI remaja.
Pada Minggu (19/4), para Remaja dan pendamping kemudian membuat majalah dinding (mading) dari kumpulan semua refleksi yang pernah dibuat. Terbagi dalam 4 kelompok, para remaja menuliskan kembali refleksinya ke kertas warna-warni, menghiasnya sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik. Majalah dinding yang dibuat, mereka beri nama SIRAM (Refleksi Remaja Misioner).

Melalui proses ini, SEKAMI remaja di Paroki St. Maria Immaculata Mataram diharapkan semakin mampu menghidupi nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari serta terus bertumbuh sebagai pribadi yang peduli dan siap melayani.
Penulis : Bowo-Mataram



