Aksi Nyata APP V, KBG Renya Rosari 1 Melawat Lansia di Panti Jompo Wana Seraya

DENPASAR – Tema pendalaman Aksi Puasa Pembangun (APP) terkahir atau ke-V untuk umat basis di Keuskupan Denpasar yaitu “Wujud Misi dalam Ber-APP adalah Melakukan Perbuatan-perbuatan Baik Allah.”
Selaras dengan tema di atas, Komunitas Basis Gerejani (KBG) Renya Rosari 1 Lingkungan Renya Rosari, Paroki St. Yoseph Denpasar, dalam pendalaman APP ke-V pada Senin (23/3) lalu, menyepakati aksi nyatanya melakukan lawatan kepada para Lansia di Panti Wreda ‘Wana Seraya’ yang terletak di dekat jalan Bypass Ida Baguis Mantra, Biaung, Kota Denpasar.
Lawatan penuh kasih ini adalah momentum berharga bagi KBG Renya Rosari 1 untuk berjumpa dengan para Lansia di panti itu yang selalu merindukan perhatian dan kasih sayang sesama. Kunjungan ini semakin bermakna sebagai wujud nyata perbuatan baik Allah dengan memberi perhatian, penguatan, penghiburan dan berdoa, khususnya bagi opa-oma yang kini jauh dari keluarganya.
Hari Minggu Palma (29/3/2026) setelah misa, adalah waktu yang disepakati bersama oleh warga KBG tersebut untuk melakukan kunjungan sosial itu. Berangkat dari rumah salah seorang warga KBG di jalan Anyelir sekitar pukul 12.00 dan tiba di Wana Seraya sekitar pukul 12.30.

Warga KBG Renya Rosari 1 disambut dengan ramah oleh pengelola dan pengasuh panti milik pemerintah itu, dan tak lama kemudian opa oma yang berdiam di panti itu berkumpul di aula yang terletak di tengah kompleks panti.
Tidak ada acara formal, hanya sapaan kasih dan perkenalan yang disampaikan Ketua KBG Renya Rosari 1, Ibu Leny. Secara singkat, Ibu Leny, mengungkapkan kedatangan salah satu komunitas Gereja Katolik itu hanya ingin berjumpa, berdoa dan berbagi kasih.
“Harapan kami, opa-oma di sini selalu sehat. Kami hanya membawa sedikit talih kasih, tidak seberapa tetapi kami memiki hati yang besar untuk hadir di sini dan paling utama ingin bersukacita bersama opa-oma,” ungkapnya.
Mewakili pengelola dan pengasuh Panti Wreda Seraya, Ketut Widi, menghaturkan banyak terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari warga KBG tersebut.

Ketut Widi menjelaskan bahwa Panti itu merupakan milik pemerintah. Memiliki 6 wisma, dan setiap wiswa ada kamar-kamar untuk opa oma yang memilih menghabiskan masa tuanya di sana.
“Saat ini ada 43 Lansia yang ada di sini. Kami memiliki 6 wisma, termasuk wiswa khusus untuk merawat yang sedang sakit. Setiap orang mendapat 1 kamar tidur,” jelas Ketut Widi, seraya menambahkan dari jumlah tersebut, mayoritas beragama Hindu dan sekitar 6 orang non Hindu, seperti Muslim dan Kristen.
Ketut Widi, mengatakan hampir setiap hari ada saja aktivitas opa oma itu, di antaranya olah raga bersama, pemeriksaan kesehatan, mengikuti siraman rohani (khusus Hindu), yoga, melakukan aksi bersih-bersih bersama, dan lain-lain. Mereka juga cukup mandiri, seperti mengambil makanan sendiri, membersihkan diri, dan sebagainya.

Persyaratan untuk bisa diterima di tempat itu, antara lain atas permohonan dan kehendak sendiri dan bukan atas kehendak keluarga/orang lain, usia minimal 60 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri (miskin), terlantar atau tidak memiliki keluarga ataupun ada keluarga tapi tidak mampu memeliharanya, serta dalam kondisi sehat (tidak dalam keadaan sakit jiwa) atau tidak memiliki sakit menular.
Fasilitas pelayanan panti, mulai dari pengasramaan, makan, sandang, kesehatan, bimbingan sosial dan kreatif, bimbingan keterampilan, bimbingan fisik, bimbingan mental spiritual hingga pemakaman jika meninggal dunia.

Dalam kunjungan hampir dua jam warga KBG Renya Rosari 1, selain memberikan bingkisan dan tali kasih yang merupakan partisipasi warga, juga melakukan penghiburan dan sukacita dengan nyanyi dan menari bersama opa oma yang hadir.
Sebelum pulang mereka sempat berkunjung ke wisma perawatan untuk menjenguk opa oma yang sedang kurang sehat. Lalu pamit dan masing-masing membawa sukacita karena telah melakukan perbuatan baik kecil untuk sesama.*
Hironimus Adil



