LINTAS PAROKI

Pelatihan Gawat Darurat di MBSB

NUSA DUA – Sebanyak 50 orang warga Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua perwakilan dari DPP, Lingkungan, Tatib, OMK, Sekami dan Sie Kesehatan, menghadiri pelatihan gawat darurat di ruang Christophorus, Minggu (14/12/2025).

Acara dimulai pukul 11.00 wita, dibuka dengan doa oleh Pastor Paroki MBSB RD. Adianto Paulus Harun yang juga menjadi peserta dan menyimak acara sampai selesai.

Dalam sambutannya Romo Adi sangat mengapresiasi diadakan acara ini karena sangat bermanfaat dalam persiapan membantu saudara-saudari yang dalam situasi gawat darurat . “Dan setelah acara ini diharapkan peserta siap untuk menjadi relawan di tim Kesehatan,” harap Rm. Adi.

Sebagai satu satunya narasumber di acara ini dokter Lato Kartiko Wibowo MD yang akrab dipanggil dr. Lato menyatakan bahwa pelatihan dan simulasi yang diadakan ini sangat dasar dan sederhana .

dr. Lato Kartiko Wibowo

Dalam paparannya dr. Lato mengajak peserta untuk mengenal faktor resiko atau keadaan darurat apa saja yang bisa terjadi, siapa saja Tim dan pembagian tugasnya, jalur evakuasi dan titik kumpul. Di samping itu, juga harus kenal SOP, komunikasi internal dan external, tata cara pengendalian masa, di mana letak peralatan darurat sperti alat pemadam kebakaran & nomor kontak darurat terdekat.

Dokter Lato juga menggarisbawahi agar penanggulangan gawat darurat dapat terlaksana dengan baik harus ada sistem dan personel yang dilatih. “Karena seorang dokter atau seorang petugas medis saja tidak cukup,” jelasnya.

Suasana Pelatihan Gawat Darurat

Maka dari itu, agar sistem dibuat dan perlu diadakan pelatihan lanjutan agar lebih percaya diri dan sigap dalam menghadapi situasi gawat darurat yang bisa sewaktu waktu terjadi.

Peserta sangat antusias terutama saat diajak terlibat dalam simulasi keadaan darurat. Seperti mengerahkan masa untuk ke tempat titik kumpul, penangaanan bayi yang tersedak, evakuasi orang tua yang susah bernafas dan pemadaman api menggunakan APAR.

Simulasi penggunaan APAR (Alat pemadam api ringan).

Dalam penutupan acara ini Ketua BPU Cecilia Murdiani, mengungkapkan agar pelatihan gawat darurat tidak sampai di sini saja namun ada kelanjutannya.

Peserta siap nenjadi relawan gawat darurat paroki

“Hendaknya pengetahuan yang didapat hari ini disosialisasikan pada team yang ada di lingkungan masing-masing terutama team tatib . Nantinya diharapkan masing-masing dari lingkungan dapat ambil bagian dalam menghadapi segala situasi terutama dalam situasi gawat darurat,” pungkasnya. *

Penulis: Beata Florentina
editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button