Apresiasi Penataan Makam Mumbul, Vikjen KD : Pikirkan Peningkatan Iuran

NUSA DUA – Taman Makam Katolik Mumbul, Nusa Dua semakin tertata dengan baik, rapi dan menjadi tempat yang menyenangkan bagi para peziarah.
Atas kondisi terkini taman makam itu, Vikjen Keuskupan Denpasar (KD) RD. Herman Yoseph Babey memberikan apresiasi kepada pengurus Rukun Kematian Katolik Dekenat Bali Timur (RKK-DBT) periode ini, atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah menghadirkan tempat itu sebagai tempat yang indah.
Vikjen menyampaikan terima kasih kepada RKK-DBT, sebab makam Katolik ini bukan lagi tempat yang menakutkan, tetapi dapat mengundang orang untuk datang dan boleh betah berada di tempat itu.

Hal tersebut dikatakan Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Denpasar itu, dalam sambutannya pada Misa Peringatan Arwah Orang beriman yang dilaksanakan di Taman Makam Katolik Mumbul, Minggu (2/11/2025).
Di hadapan umat yang sebagaian besar adalah anggota rukun kematian, Rm. Babey, mengungkapkan bahwa penataan pemakaman ini berasal dari iuran anggota dan sudah ada bukti sudah lebih tertata baik, maka perlu memikirkan peningkatan iuran ke depannya agar semakin lebih baik lagi.
“Harus memikirkan untuk meningkatkan iuran anggota. Sudah ada bukti penataan tempat ini lebih bagus dan itu dari iuran bapak-ibu sekalian. Sehingga kalau suatu waktu ada kebiajakan perubahan iuran oleh pengurus, tolong jangan tolak,” pinta Vikjen.

Menanggapi pernyataan Vikjen tersebut, pengurus RKK-DBT menyambut secara positif.
Ketua I RKK-DBT Angelica A. A. A. Putu Priniti, mengatakan untuk menentukan berapa besar iuran yang akan datang, itu harus disepakati nanti dalam rapat pleno para pengurus bersama Rukun Kematian Paroki dan para Pastor Paroki anggota RKK-DBT. “Soal besarnya, tunggu saja pleno ya,” katanya.
Ketua II RKK-DBT Martin Pake Seko, juga sangat setuju dengan usulan Vikjen. Ketua II mengusulkan dengan menyebut angka tertentu dengan kompensasi-kompensasi yang akan didapatkan para anggota.

Deken Bali Tengah (sebelumnya Deken Bali Timur) RD. Evensius Dewantoro, juga mengungkapkan pujian yang sama atas penataan makam itu.
“Terima kasih kepada RKK-DBT dalam kerjasama dengan Rukun Kematian Paroki. Penampilan taman makam ini bukti sebuah kerja keras, penuh perjuangan dan dedikasi yang tinggi dari pengurus sehingga tempat ini sangat indah, rindang dan hijau. Mari kita jaga tempat yang indah ini, sebagai wujud penghormatan kita juga bagi ‘penghuni’ di sini. Dan jangan lupa lupa iuran kematian dibayar tepat waktu,” kata Rm. Evensius.

Misa Peringatan Arwah 2025 ini dipercayakan kepada RK Paroki St. Silvester Pecatu sebagai Panitia Pelaksana, dengan mempercayakan Gusti Wawo sebagai Ketua Panitia.
Gusti Wawo, sebelumnya dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara peringatan arwah orang beriman ini berjalan lancar, mulai dari persiapan, kerja bakti dalam semangat gotong royong rukun kematian paroki DBT, pemberkatan sarana baru dalam taman makam itu, hingga pelaksanaan Misa Arwah yang berlansung sore itu.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing turut mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Aplikasi Android RKK-DBT
Mawakili Pengurus RKK DBT, Sekretaris RKK-DBT Marcel Paga, dalam kesempatan yang sama menyampaikan tentang berbagai pencapaian dan harapannya.
Pertama-tama, Marcel mengungkapkan apresiasi kepada Rukun Kematian Paroki Pecatu yang menjadi panitia pelaksana dalam rangkaian misa arwah ini dalam koordinasi dengan RKK-DBT dan rukun kematian paroki lainnya.

Marcel menyampaikan, sampai 2 November 2025, jumlah anggota RKK-DBT mencapai 37.836 jiwa, tersebar di 11 paroki dan 2 stasi, serta terdata di 105 Lingkungan dan 401 KBG. “Perkiraan kami tahun depan jumlah anggota berkisar 41. 000 orang,” katanya.
Sementara ratio kematian, katanya, rata-rata 15 kematian perbulan. Jumlah makam saat ini 551 dari ideal 600 makam. Lalu jumlah kolombarium yang telah terisi 1.359 kotak, dan kerangka di ruang sunyi ada 70.
Dalam tahun ini, lanjutnya, pengurus telah menyelesaikan pavingisasi lahan parkir, perbaikan atap kolombarium sisi selatan dan timur, dan pembuatan kolam ikan dan air mancur di sekitar Gua Maria.
Sekretaris juga mengumumkan bahwa dengan mengusung moto; Solid, Terdata, Terdata, sejak September 2025 pengurus telah meluncurkan aplikasi android RKK-DBT untuk memudahkan pengurus di paroki/lingkungan dan KBG untuk memanage data anggota secara real time guna mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat dan efisien.

Marecel juga menghimbau untuk membatasi jumlah karangan bunga yang dibawa ke areal makam demi terwujudnya Taman Makam Katolik Mumbul yang bersih, indah, tertata dan ramah lingkungan.
“Kami juga mohon tidak menyalakan lilin di kaki patung Bunda Maria karena material patung terbuat dari campuran fiberglas yang mudah terbakar. Jangan pula tempel-tempel ornament di kolombarium serta taruh makanan di makam,” pungkasnya. *
Hironimus Adil


