Komunitas Cinta Kasih Rayakan HUT Ke-25

DENPASAR – Bersamaan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Komunitas Cinta Kasih (KCK) merayakan ulang tahun ke-25 atau Pesta Perak.
KCK berdiri di Denpasar pada 17 Agustus 2000, dan menjadi salah satu kelompok kategorial Keuskupan Denpasar yang khusus bergerak dalam bidang sosial karitatif (cinta kasih).
Uniknya, sejak berdirinya hingga kini, anggota KCK umumnya terdiri dari kaum perempuan, di bawah pimpinan Ibu Helen Bambang sebagai Ketua.
Dalam kiprahnya, KCK telah banyak menolong sesama yang kurang mampu atau yang membutuhkan dari berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan agama.
Perayaan syukur 25 tahun berdirinya komunitas ini dilaksanakan di Catholic Center Keuskupan Denpasar, Minggu (17/8/2025) petang. Didahului dengan Ekaristi meriah yang dipimpin Uskup Denpasar Mgr. Silvester San (selaku Selebran Utama) bersama Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat.
Turut didampingi 7 imam konselebrasi antara lain Vikjen RD. Herman Yoseph Babey, RD. Evensius Dewantoro, RP. Yohanes Nyoman Madia, SVD, RP. Yosef Wora, SVD, RD. Flavianus Endi, RD. Adianto Paulus Harun, dan RP. Armin, OCD.

Tampak hadir ibu-ibu anggota KCK, para donatur, kolega, biarawati dan undangan lainnya yang memadati aula pertemuan Catholic Center untuk memeriahkan pesta perak komunitas ini.
Usai misa, dilanjutkan dengan acara resepsi yang diisi dengan pemotongan kue ulang tahun, sapaan kasih dan aneka hiburan antara lain penampilan band, dance bersama serta door prize.
Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa perayaan hari itu sangat istimewa dan menarik, selain perayaan syukur 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, saat bersamaan KCK merayakan syukur atas HUT ke-25 (Pesta Perak).
Di sela-sela homilinya Bapak Uskup San mengatakan, “Kita menyadari, sebagai umat Katolik di Indonesia, kita memiliki tanggung jawab sebagai warga Negara sekaligus sebagai warga Gereja. Maka hendaknya kita terpanggil menjadi warga Negara yang baik dan juga warga Gereja yang baik, dengan menjadi 100% Indonesia, 100% Katolik.”

Bapak Uskup melanjutkan, bersama KCK umat diajak untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah menyertai karya pelayanan cinta kasih selama 25 tahun kepada mereka yang membutuhkan terutama orang-orang kurang mampu dan mereka yang menderita.
Karya pelayanan KCK, lanjut Bapak Uskup, sangat nyata dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan cinta kasih, baik di bidang Kesehatan, pendidikan, serta karya sosial lainnya.
Sebagai informasi, sejak berdirinya 25 tahun lalu, KCK telah melayani masyarakat dari beragam suku dan agama dengan karya nyata antara lain di bidang Kesehatan berupa pemeriksaan mata dan operasi katarak secara gratis, membantu biaya pasien-pasien kurang mampu, dll.

Di bidang Pendidikan, antara lain memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu, dari SD hingga Perguruan Tinggi.
Pelayanan sosial lainnya adalah bantuan sembako secara rutin setiap bulan bagi keluarga kurang mampu dan yang membutuhkan, bantuan dan kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo, bantuan bedah rumah, dan lain-lain.
Mgr. San, dalam lanjutan homili pada perayaan itu mengharapkan agar KCK tetap bertahan dan terus berkembang untuk hadir bagi mereka yang kurang mampu dan yang membutuhkan, hadir untuk mereka yang menderita secara sosial dan ekonomi.
Menurut Bapak Uskup, mereka yang datang meminta uluran tangan KCK, selama ini tidak pernah pulang dengan tangan hampa.
“Umat atau siapa saja yang datang ke KCK pulang tidak pernah dengan tangan hampa. Itulah bukti pelayanan KCK dalam memuliakan Tuhan,” ungkap Uskup yang baru merayakan HUT kelahiran ke 64 pada 14 Agustus 2025.
Oleh sebab itu, Bapak Uskup mengajak umat untuk terus berdoa bagi KCK maupun dukungan nyata bagi karya pelayanan mereka.
Ketua Pantitia Perayaan 25 Tahun KCK, Ibu Ira, dalam sapaan kasihnya mengungkapkan, KCK tetap berdiri kokoh selama 25 tahun dengan karya pelayanannya, semua karena kemurahan Tuhan lewat orang-orang baik yang mendukung karya KCK.

“Banyak dukungan doa termasuk dari Bapak Uskup dan para imam. Kami juga mendapat banyak dukungan para donatur,” katanya.
Dia melanjutkan, KCK juga boleh ada sampai saat ini karena penyelenggaraan Tuhan melalui banyak donatur sehingga KCK menjadi berkat bagi banyak oran, khususnya mereka yang membutuhkan dan kurang mampu.
Salah seorang imam yang hadir perayaan syukur itu, RD. Flavianus Endi, mengungkapkan KCK selama 25 tahun ini telah berjalan dalam terang kasih Tuhan.

“Perjalanan KCK adalah perjalanan kasih dengan mengasihi sesama yang membutuhkan dan Tuhan sendiri selalu menyertai perjalanan mereka dalam kebersamaan dan dalam suka duka untuk menjadi berkat bagi mereka yang menerima uluran tangan KCK,” katanya.

Aneka acara hiburan ditampilkan dalam perayaan syukur ini. Tak ketinggalaan penampilan duet yang memukau Bapak Uskup Silvester dan Bapak Uskup Sipri dalam lagu Italia ‘Che Sara’, aneka hiburaan lainnya.
Hironimus Adil



