LINTAS PERISTIWA

Mgr. Silvester San Memasuki Usia 64 Tahun

DENPASAR – Perayaan Ekaristi Harian di Kapela Keuskupan Denpasar, Kamis, 14 Agustus 2025, terasa istimewa.

Perayaan berlangsung secara konselebran dengan Selebran Utama, Mgr. Silvester San, didampingi dua imam yang sehari-hari tinggal di Wisma Keuskupan, RD. Agustinus Sugiyarto (Ekonom/Sekretaris Uskup) dan RD. Yohanes Kadek Ariana (Ketua BPK Yayasan Insan Mandiri).

Intensi khusus dalam misa harian ini adalah sukyur atas ulang tahun Bapak Uskup Mgr. Silvester San ke-64. Sebagai informasi, Mgr. Silvester San, lahir di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, 14 Agustus 1961, buah cinta Bapak Roben Robo dan Mama Katharina No’o Nere, keduanya sudah meninggal dunia.

Misa syukur di Kapela Keuskupan bersamaan dengan Misa Harian

Bapak Uskup, dalam misa itu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas anugereh kehidupan yang telah dijalani selama 64 tahun.

“Hari ini, 14 Agustus 2025 adalah ulang tahun saya ke-64. Saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan yang saya alami dan berterima kasih kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan saya,” ungkap Mgr. San.

Dalam homilinya, Bapak Uskup, mangatakan bahwa sebagai manusia dirinya selalu berusaha untuk menghayati nilai kasabaran dan pengampunan. Hal tersebut selaras dengan bacaan Injil hari itu yang intinya mengajarkan tentang kedua nilai itu, kesabaran dan pengampunan.

Bapak Uskup juga sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan hidupnya, terutama saat menjadi imam dan menjadi Uskup Denpasar. Uskup yang ditahbiskan di Gereja Katedral Denpasar 19 Februari 2009 ini, sungguh merasakan kebaikan Tuhan yang telah menyertainya dalam menjalani karya pelayanan baik sebagai imam dan sekarang sebagai Uskup.

Usai perayaan misa harian di Kapela Keuskupan, Yubilaris mengundang semua umat yang hadir dalam misa itu untuk sarapan bersama di ruang makan keuskupan. Dalam acara sarapan sederhana ini pihak rumah tangga keuskupan menyiapakan tumpeng ulang tahun untuk Bapak Uskup.

Untuk menyempurnakan ungkapan syukur atas ulang tahun Sang Gembala, siang harinyaa ada jamuan makan bersama di Catholic Center dengan mengundang para imam, biarawati dan sejumlah undangan terbatas termasuk keluarga Bapak Uskup bersama keluarga besar keuskupan.

Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, mewakili Keuskupan Denpasar mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sang Gembala dengan harapan Bapak Uskup selalu diberikan rahmat kesehatan, umur panjang serta pernyartaan Tuhan senantiasa menyertai dalam karya pelayanan Bapak Uskup.

Romo Babey juga mengucapkan terima kasih kepada para imam, biarawan, biarawati, keluarga dan seluruh umat, baik yang hadir dalam perjamuan syukur itu maupun yang tidak, atas doa, dukungan dan perhatiannya kepada Bapak Uskup.

Sapaan Kasih dari Vikjen RD. Herman Yoseph Babey

Sementara Yubilaris Mgr. Silvester San, dalam sapaan kasihnya kembali mengungkapkan syukur kepada Tuhan serta berterima kasih atas doa dan segala bentuk dukungan para imam, biarawan, biarawati, keluarga dan seluruh umat Keuksupan Denpasar dan dari mana pun.

Dalam kesempatan ini, Bapak Uskup menceritakan bahwa saat masa kecil hingga SD dulu tidak pernah mengenal perayaan ulang tahun dan baru merasakan ulang tahunnya dirayakan ketika berada di Seminari.

Bersama para Imam yang hadir dalam jamuan makan siang di Catholic Center

Bapak Uskup juga mengenang masa kecilnya yang pernah terserang wabah menceret. Ketika itu terjadi wabah menceret di kampung kelahirannya, tak terkecuali Bapak Uskup juga terserang wabah itu. Banyak anak seusianya yang meninggal dunia.

Kwatir akan kondisi tersebut, Mama Katharina berjuang supaya sang buah hati harus dibawa ke Ende untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan. Namun apa daya, zaman itu kendaraan sangat langka dengan kondisi jalan yang buruk.

Bapak Uskup bersama sejumlah undangan yang hadir

Rupanya Tuhan mengirimkan pertolongan, tiba-tiba di kampung mereka muncul sebuah mobil jeep. Mama Katharina lalu menghubungi sopir untuk minta tolong jika masih ada kursi bisa ikut dalam mobil itu saat pulang ke Ende.

Bersama keluarga besar keuskupan

Kebetulan tersisa satu kursi, mama Katharina pun membawa sang buah hati ke Ende keesokan harinya. Di Ende, langsung ke sebuah toko obat China dan diberikan obat tablet dengan ukuran sangat kecil. Setelah minum obat itu, menceret langsung stop dan sembuh serta terus sehat hingga kini.

Bapak Uskup bersama sang adik Thomas Romo (kanan) dan putranya Stenly (kiri)

Usai sapaan kasih dari Vikjen dan Yubilaris dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun dan makan bersama dan dilanjutkan ramah tamah.*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button