SETIA DALAM DERITANYA

Kamis, 07 Agustus 202
Bil 20:1-13
Mat 16:13-23
Kualitas iman seseorang tidak ditentukan dengan mengukur suksesnya hidup, tetapi pada kegembiraan karena memilih berjalan di dalam hadirat-Nya.
Yesus dengan tegas berkata bahwa Salib adalah bagian dari misi-Nya. Maka menjadi murid berarti bersedia berjalan dalam kebenaran sekalipun jalannya sulit. Iman sejati tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi dibuktikan dalam kesetiaan ketika harus memilih kehendak Allah dan bukan kehendak diri (Mat 16:13-23).
Dalam hidup kita, sering kita juga ingin ikut Yesus, tetapi menolak penderitaan, salib, atau proses yang sulit. Apakah kita sedang mengikuti Yesus yang sejati atau Yesus versi kita sendiri?
Ya Tuhan, bentuklah kami agar tidak hanya mengenal-Mu, tapi juga mengikuti-Mu dengan setia, meski harus menempuh jalan salib, amin.
Jakarta, 07 Agustus 2025

RD. Herman Y. Babey



