LINTAS PERISTIWA

Pelatihan Paroki Tangguh Bencana Tahap Kedua

DENPASAR – Caritas Indonesia berkolaborasi dengan Caritas-Pengembangan Sosial Ekonomi (C-PSE) Keuskupan Denpasar, kembali menyelenggarakan Pelatihan Paroki Tangguh Bencana tahap kedua.

Pelatihan tahap II ini berlangsung 24-26 Juli 2025 di Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta. Peserta pelatihan sebagian besar merupakan peserta yang telah mengikuti pelatihan tahap pertama, Mei 2025 lalu di tempat yang sama.

Sebagai informasi, tiga paroki telah ditetapkan oleh C-PSE Keuskupan Denpasar yang dijadikan Paroki Tangguh Bencana yaitu Paroki Maria Immaculata Mataram (NTB), Paroki St. Maria Ratu Gumbrih dan Paroki F.X. Kuta. Total peserta 30 orang dari tiga paroki tersebut.

Keuskupan Denpasar merupakan salah satu dari 6 Keuskupan di Indonesia yang dipilih oleh Caritas Indonesia menjadi pilot projek program Paroki Tangguh Bencana.

Dalam tahap pertama, fokus pelatihannya pada Standar Layanan Kemanusiaan. Mamasuki tahap kedua ini, peserta mendapatkan materi pelatihan lebih mendalam seputar managemen kebencanaan serta belajar tentang karateristik maupun panorama kebencanaan, managemen mengurangi resiko kebencanaan serta membangun keluarga tangguh bencana.

Sejatinya, pelatihan ini dirancang untuk menyatukan keprihatinan ekologis, kemanusiaan, dan iman, dengan menjadikan paroki sebagai pusat ketangguhan komunitas.

Ketua Caritas-PSE Keuskupan Denpasar RD. Evensius Dewantoro Boli Daton, pada acara pembukaan mengungkapkan, pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh tentang penanggulangan bencana, mulai dari konteks, manajemen, hingga penyusunan mekanisme tanggap darurat berbasis paroki.
Kemudian peserta diperkaya juga bagaimana pola pendekatan partisipatif seperti Community Managed Disaster Risk Reduction (CMDRR) serta penguatan peran keluarga sebagai unit dasar ketangguhan. Semua itu menjadi bagian integral dari pelatihan ini.

“Diharapkan setelah pelatihan ini, para relawan terlatih ini dapat mengaktivasi paroki tangguh bencana, serta melibatkan peran masyarakat untuk berpartisipasi menolong warga terdampak jika terjadi bencana. Keberadaan kita dapat memberi harapan dan siap untuk ada bersama warga terdampak,” ungkap Romo Evensius yang akrab disapa Rm. Venus.

Menurut Rm. Venus, pemerintah daerah menyambut baik program ini, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Program ini, menurut Rm. Venus, merupakan bagian dari keterlibatan Gereja dalam membantu pemerintah melalui program ini.

Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey (berdiri) dan Ketua C-PSE Keuskupan Denpasar RD. Evensius Dewantoro, saat acara pembukaan

Vikjen/Direktur Puspas Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Denpasar berkenan hadir untuk membuka pelatihan tahap kedua.

Dalam sambutannya, Vikjen merefleksikan bahwa orang bisa mati mendadak atau mengalami penderitaan seketika, saat terjadi bencana dan tanpa seorang pun bisa prediksi. Untuk menolong mereka itu dibutuhkan relawan yang bergerak cepat.

“Maka inti dari pelatihan ini mempersiapkan saudara-saudari sebagai relawan tangguh bencana. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun komunitas Gereja yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman khususnya dalam konteks meningkatkan risiko bencana alam dan krisis kemanusiaan,” kata Rm. Babey.

Menurut Rm. Babey, secara iman dan teologis, Kitab Suci mengajarkan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Markus 12:31). Tindakan kasih itu, lanjutnya, bukan sekedar moral melainkan panggilan konkret untuk hadir, menolong dan membangun ketahanan bersama, terutama di tengah situasi krisis.

“Mari kita membangun Gereja yang tangguh bukan hanya dalam struktur tetapi terutama dalam iman, harapan, kasih dan solidaritas. Juga mampu menjadi tanda kasih Allah di tengah dunia yang terluka,” ajak Vikjen.

Sebagai fasilitator pelatihan kali ini adalah Adi Rusprianto dan Toufin, dari Caritas Indonesia. Keduanya akan mendampingi peserta sampai kegiatan tuntas.

Adi dan Toufin, dua Fasilitator dari Caritas Indonesia

Hadir juga untuk mengisi materi pembelajaran, Analis Bencana dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Indra Iriawan, yang didampingi Ardy Ganggas, Staf Ahli Bidang Kebencanaan Kota Denpasar.*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button