Berani Dipanggil Siap Diutus, Sejumlah ‘Tamu Istimewa’ Berkumpul di Singaraja

SINGARAJA – Paroki Singaraja dalam beberapa hari ini kedatangan sejumlah ‘tamu khusus dan istimewa’.
Betapa tidak, sejumlah Imam, Suster, Bruder, Diakon, Frater dan Seminaris, mulai Jumat (20/6/2025), berkumpul di Paroki St. Paulus Singaraja.
Mereka datang dalam rombongan besar menggunakan bus, start dari Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar.
Paling banyak di antara mereka adalah Frater Keuskupan Denpasar yang saat ini sedang berlibur, termasuk Frater TOP di Seminari Tuka.
Kehadiran para Klerus, Biarawan-Biarawati, Diakon dan para calon imam di paroki paling utara pulau Bali ini, tidak sedang menghadiri sebuah perayaan khusus tetapi dalam rangka Live In Panggilan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari promosi panggilan khusus itu diselenggarakan oleh Komisi Panggilan dan Seminari Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, berkolaborasi dengan Paroki St. Paulus Singaraja sebagai Tuan Rumah sekaligus Panitia Lokal.
Live In akan berlangsung selama 3 hari, Jumat – Minggu, 20 – 22 Juni 2025. Tema yang diusung dalam Live In Panggilan ini adalah “Berani Dipanggil Siap Diutus.”
Selama berada di Singaraja mereka menyebar dan tinggal di rumah-rumah umat di setiap Lingkungan dan Stasi yang ada di Paroki St. Paulus Singaraja. Paling jauh dari pusat paroki adalah Stasi Seririt, ditempuh sekitar 1 jam dengan kendaraan.
Tidak hanya para imam, bruder dan suster serta para calon imam, juga ikut bergabung menjadi peserta live in adalah Sekami Remaja dan OMK, utusan dari paroki-paroki di Dekenat Bali Barat yaitu Tabanan, Gumbrih dan Negara dan tentu saja paroki tuan rumah. Hanya Paroki Palasari absen dalam kegiatan ini.

Para peserta dari setiap paroki ini juga ikut Live In bersama para kaum dan calon panggilan khusus di rumah-rumah umat.
Rombongan besar yang start dari gereja Roh Kudus Katedral Denpasar, tiba di Kota Singaraja pukul 12.30. Sekitar tiga setengah jam dalam perjalanan, termasuk istirahat 30 menit di pertengahan jalan. Peserta dari paroki-paroki tiba sedikit lebih cepat dari rombongan Denpasar.
Setelah rehat sejenak dengan suguhan kopi panas ditemani ubi dan pisang goreng di aula Paroki St. Paulus Singaraja, seluruh peserta Live In mengikuti acara pembukaan sebelum ke rumah-rumah umat.
Dalam acara pembukaan Live In, Pastor Paroki St. Paulus Singaraja RD. Libert Marung, mengucapkan selamat datang kepada semua peserta Live In dan bersyukur semua tiba dengan selamat.

Pastor Paroki mengajak seluruh umat di Lingkungan dan Stasi agar menerima peserta Live In dengan gembira dan sukacita. “Ajak mereka bicara, sharing pengalaman dan cerita apa saja, jangan saling diam. Kesempatan untuk itu adalah malam ini (Jumat malam),” katanya.
Romo Libert, demikian biasa disapa, berharap agar para Frater, Bruder, Suster, Diakon dan Romo, untuk mengalami sungguh-sungguh kebersamaan dengan umat baik dalam keluarga di mana mereka tinggal selama tiga hari ini maupun dalam pertemuan dan sharing di Lingkungan dan Stasi.
“Kedua, harapan saya untuk anak-anak, remaja dan OMK yang ikut serta dalam Live In supaya jangan sungkan-sungkan beritahu kepada tuan rumah atau siapa saja yang ikut dalam Live In itu jika membutuhkan sesuatu atau sedang tidak enak badan,” harap Rm. Libert.
Diakhir sambutannya Pastor Paroki menitipkan pesan “Tolong jaga baik mereka, terutama para frater. Jaga panggian mereka baik-baik. Dukung panggilan mereka dengan cara apapun.”
Ketua Komisi Panggilan dan Seminari RD. Antonius Gede Ekadan Putra, dalam sapaan sebelum membuka kegiatan Live In, menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki dan Pastor Rekan, para Fungsionaris Pastoral dan seluruh umat Paroki Singaraja karena boleh menerima para peserta Live In Panggilan untuk beraktivitas dan berinteraksi selama tiga hari ini.

Romo Tony, sapaan akrab Ketua Komisi Panggilan dan Seminari, menerangkan bahwa Live In sebagai ajang memperkenalkan panggilan khusus yang dikemas dengan berbagai acara dan kegiatan menarik.
Diharapkan buah dari Live In adalah adanya anak-anak, remaja dan OMK di Dekenat Bali Barat ini yang berani untuk menjawab panggilan khusus dari Tuhan dan siap diutus ke mana pun.
Romo Tony menyampaikan apresiasi khusus dan salut kepada Paroki St. Paulus Singaraja. Sebab, demi menyukseskan acara ini, Komuni Pertama yang seharusnya terjadi pada Minggu ini yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, rela diundur tahun depan.
“Mari kita nikmati kebersamaan dengan keluarga, anak-anak, remaja dan OMK di paroki ini. Kita percaya walau pertemuan ini singkat tapi semoga bermanfaat dan bermakna,” ungkap Rm. Tony.
Ketua Bidang Pembinaan Iman (BPI) Paroki St. Paulus Singaraja, Adit, mengatakan sangat bangga karena Singaraja sebagai tuan rumah.
“Kami merasa bangga paroki kami sebagai tempat Live In Panggilan,” katanya.
Adit berharap ada timbal balik (buah) dari live in ini, yaitu ada yang kecantol mau masuk seminari atau tertarik menjadi biarawan-biarawati.
Ketua BPI mengajak seluruh umat mulai dari anak-anak, remaja, OMK dan keluarga-keluarga untuk hadir dalam acara kebersamaan dan pendalaman di lingkungan-lingkungan dan stasi.
Aneka Acara
Selama Live In Panggilan ini, aneka acara atau kegiatan dilakukan oleh para peserta bersama umat setempat, antara lain bincang-bincang seru, ibadat Sabda dan Rosario, malam keakraban, katekese panggilan, games, malam vokasional dan tentu saja perayaan Ekaristi.
Kegiatan-kegiatan itu akan dilaksanakan di Lingkungan/Stasi dan di Paroki secara menarik dan kreatif. Para Romo, Bruder, Suster, Diakon, Frater dan Seminaris yang ikut dalam Live In akan bertindak sebagai Fasilitator dalam berbagai dinamika acara.

Sekretari Komisi Panggilan dan Seminari Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, Sr. Katherin Oematan, RVM, menerangkan bahwa yang ikut dalam Live In Panggilan ini terdiri dari 14 orang Frater, 10 orang Seminaris, Suster ada 8 orang, Imam 2 orang (Projo dan CDD; tidak termasuk 2 imam Paroki Singaraja), Bruder (CDD) 1 orang dan Diakon (SVD) 1 orang.
Sementara utusan Sekami Remaja dan OMK dari paroki-paroki, terdiri dari Gumbrih 11 orang, Tabanan 5 orang, Negara 7 orang dan dari Paroki Singaraja selaku tuan rumah. *
Hironimus Adil



