LINTAS PERISTIWA

ASG Sebagai Spiritual Dasar Pelayanan Kemanusiaan

KUTA – Ajaran Sosial Gereja (ASG) merupakan spiritual dasar pelayanan kemanusiaan. Karena itu, dalam Pelatihan Program Paroki Tangguh, ASG menjadi salah satu materi penting untuk membekali para calon relawan.

Direktur Caritas-Ketua Komisi PSE Keuskupan Denpasar RD. Evensius Dewantoro, menjadi fasilitator yang tampil memaparkan tentang ASG, mengawali pelatihan hari kedua, Selasa (27/5).

ASG merupakan Magisterium atau Ajaran para Bapak Gereja (Paus). ASG merupakan panggilan untuk aksi. “Dari refleksi (lewat dokumen ASG) bergerak ke aksi. Dari berdoa menuju ke bekerja, dari iman menuju perbuatan, atau dari altar ke pasar,” katanya.

RD. Venus saat mempresantasikan materi ASG

Lahirnya ASG, menurut Rm. Venus, demikian Direktur Caritas Keuskupan Denpasar biasa disapa, untuk menanggapi situasi dunia atau dinamikan sosial yang sedang terjadi. Misalnya ASG pertama, ‘Rerum Novarum’ oleh Paus Leo XIII tahun 1891, untuk menanggapi masalah buruh terkait revolusi industri di Eropa Barat pada waktu itu.

Kemudian terbit ASG pada tahun-tahun berikutnya dari para Paus hingga terakhir dari Paus Fransiskus, ‘Laudate Deum’ (2023), sebagai kelanjutan dari ensiklik ‘Laudato Si’ (2015) yang bicara tentang masalah lingkungan hidup. Zaman Paus Fransiskus juga mengeluarkan ajaran tentang ‘Lumen Fidei’ (2013) dan ‘Frateli Tuti’ (Persaudaraan manusia’ (2020)

“ASG adalah Dokumen Gereja sebagai panduan umat Katolik dalam karya dan membangun dunia dan banyak ASG itu bersifat universal,” kata Rm. Venus

Rm. Venus, menjelaskan lebih lanjut tentang pointer vital dari Ajaran Sosial Gereja (ASG). Poin-point penting dari ASG yang disampaikan Rm. Venus, secara garis besar dirangkum sebagai berikut.

Peserta aktif bertanya serta menanggapi dan sharing pengalaman

Bahwa ASG merupakan pengajaran Gereja tentang kemanusiaan dalam cahaya Injil Yesus Kristus. ASG bercorak aktual karena berupaya menanggapi ‘tanda-tanda zaman’.

ASG juga merupakan panggilan dan perutusan murid-murid Kristus untuk bertindak dalam dunia menurut prinsip keadilan dan perdamaian. Di sisi lain, ASG adalah tuntutan etis, bagaimana Gereja hadir dalam menggerakkan panggilan iman Kristiani yang mendunia.

Melalui ASG pula Gereja belajar mewujudkan sikap peduli terhadap kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian ASG menjadi anugerah dalam Gereja yang mendorong dan menyemangati umat Katolik untuk rela dan berani menegaskan keterlibatannya dan kolaboratifnya dengan semua pihak.

Lebih jauh Rm. Venus menegaskan bahwa ASG merupakan perwujudan ‘solidaritas kristiani’ secara bermakna dan berdaya guna terutama di dalam lingkungan Gereja sendiri.

Kemudian ASG merupakan sumbangan pemikiran Gereja bagi pembaharuan hubungan manusiawi, khususnya hubungan kerja yang adil dan beradab serta membangun perkembangan kemanusiaan secara global dan berlangsung layaknya secara manusiawi. ASG menekankan prinsip-prinsip etis manusiawi dan menunjukan diri sebagai gagasan ‘kurikulum hidup’ yang berbasis solidaritas manusiwi.

Ice breaking dipimpin Ibu Kustati (Sekretaris PSE) sebelum memulai mater

ASG secara nyata merupakan ajakan bagi umat manusia, khususnya umat Katolik, untuk hormat akan hidup sesama, belajar dan bekerja rajin serta arif, mengembangkan pola pikir yang positif konstruktif dalam keadilan dan perdamaian, menghormati mahluk dengan rendah hati, bersikap peduli kemanusiaan dengan murah hati dan taat kepada Tuhan sumber hidup manusia.

“ASG juga adalah wawasan Pendidikan manusiawi menuju pelayanan pastoral yang bercorak kolaboratif dengan mengutamakan peran setiap orang. ASG adalah koinonia (persekutuan) sekaligus diakonia (pelayanan) dalam dunia kita,” kata Rm. Venus.

ASG juga merupakan ajakan untuk sayang kehidupan, tumbuh subur dalam lingkungan persekutuan hidup gerejawi yang terbuka bagi perkembangan umat manusia dalam keadilan dan perdamaian. Di samping itu, ASG sebagai wawasan iman dengan perbuatan nyata Gereja. ASG sebagai bukti persaudaraan gerejawi dalam upaya menemukan jalan keluar bersama atas kemiskinan manusiawi.

Kemudian ASG bermaksud menggerakkan serta membangkitkan sikap hidup serta perbatan hidup yang memerdekakan manusia dari belenggu dan perbudakan kemiskinan.

Setelah peserta dihantar dengan pemahaman tentang ASG, kemudian peserta diajak untuk mengetahui lebih jauh (Pengenalan Caritas) yang disampaikan oleh fasilitator dari Caritas Indonesia. *
Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button