LINTAS PERISTIWA

Kemeriahan Pesta Pelindung Paroki Mataram Wujud Nyata Gereja Sinodal di Pulau Seribu Masjid

Sebagai wujud syukur atas usia yang mencapai 89 tahun sekaligus pesta pelindungnya Santa Maria Immaculata, Paroki St. Maria Immaculata Mataram telah melaksanakan rangkaian acara, dimulai dari Novena tiga Salam Maria selama sembilan hari dan beberapa acara yang dilaksanakan pada Jumat-Senin [6-9/12/2024].

Pesta pelindung tahun ini mengambil tema “Immaculata: Bersama Maria, Bangkit dan Bergerak untuk Mewujudkan Gereja Sinodal yang Berperan dalam Persekutuan, Partisipasi, dan Misi”.

Rangkaian acara dimulai dengan Rekoleksi yang diikuti oleh seluruh umat dan dilanjutkan dengan misa Jumat Pertama pada Jumat [6/12].

Screenshot

Pemaparan materi rekoleksi dibawakan oleh Pastor Paroki St. Maria Immaculata Mataram, RD. Martinus Emanuel Anno. Dalam rekoleksi tersebut, RD. Eman, demikian biasa disapa, menekankan pemahaman tentang Maria yang Dikandung tanpa Noda, di mana Maria sebagai Bunda Yesus diperciki oleh kekudusan Yesus sehingga tidak memiliki dosa asal.

Pada Sabtu [7/12], dilaksanakan Lomba Tari Kreasi NTT. Lomba ini mendapat perhatian yang cukup besar umat di setiap lingkungan.

Lomba itu diikuti oleh 10 lingkungan, yaitu lingkungan St. Agatha Sweta, St. Arnoldus Gomong, St. Yohanes Pembaptis Rembiga, St. Clara Cakra Utara, St, Theresia Pagutan, St. Yoseph Mataram, Keluarga Kudus Nazareth Karang Taruna, Ratu Pencinta Damai Punia, St. Dominikus Cakra Selatan, dan St. Maria Fatima Gebang.

Di sesi akhir, audiens dihibur dengan penampilan spesial dari “Pastoran Squad” yang terdiri dari para pastor, frater, dan awam yang bekerja di lingkungan gereja.

Acara ini mendapat sambutan hangat dari umat, terbukti dari banyaknya umat yang menonton acara lomba untuk mendukung lingkungan mereka.

Rasa penasaran umat semakin membuncah, ketika MC mengumumkan juara lomba, yang dimenangkan oleh lingkungan St. Dominikus Cakra Selatan sebagai Juara 1.

“Saya berterima kasih kepada ketua-ketua lingkungan yang sudah menggerakkan umat dan kepada umat yang berani bergerak bersama dalam mewujudkan Gereja Sinodal,” ucap Ketua Panitia, Richard Priambodo S.

Keesokan harinya [8/12], rangkaian acara dilanjutkan dengan gerak jalan santai dan lomba yel-yel setiap lingkungan. Acara ini sekaligus menjadi momen kebersamaan untuk menjalin keakraban serta membuktikan kekompakan warga di lingkungan mereka.

Setiap lingkungan menyerukan yel-yel terbaik dengan penuh semangat, bahkan ada yang membuat yel-yel seperti lagu berdurasi tiga menit.

Lomba ini dimenangkan oleh lingkungan St. Clara Cakra Utara, dengan yel-yelnya yang mengusung tema Gereja Sinodal, sesuai dengan tema HUT Paroki kali ini.

Setelah lomba yel-yel, umat diajak untuk mengikuti zumba yang dilaksanakan di jalan raya depan gereja. Dipimpin oleh seorang instruktur zumba dari luar Paroki Mataram, olahraga ini diwarnai dengan gerak penuh semangat dan seruan gembira dari umat.

Setelah berolahraga bersama, dilakukan pengundian doorprize yang terdiri dari payung, helm, tabungan, sepeda, hingga kulkas sebagai hadiah utama.

Rangkaian acara Pesta Pelindung St. Maria Immaculata Mataram dan HUT ke-89 ditutup dengan Misa Syukur dan acara ramah tamah yang dilaksanakan pada Senin [9/12].

Dalam khotbahnya, RD Eman menekankan tentang pentingnya kekuatan iman. “Dengan semakin bertambahnya usia, mestinya iman kita semakin kokoh dan kuat, terbukti dalam militansi iman. Kita harus berani menunjukkan bahwa kita ada untuk masyarakat sebagai 100% orang Katolik dan 100% orang Indonesia,” pungkas RD. Eman.

Selamat Ulang Tahun ke-89 Paroki Mataram, maju terus, bergerak bersama mewujudkan gereja sinodal : pesekutuan, partisipasi, misi.

Penulis :

Helena (Komsos Mataram)
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button