Sidang Pleno DPK Dimulai, Fungsionaris Pastoral Diminta Teladani Perwira Kapernaum

DENPASAR – Sidang pleno Dewan Pastoral Keuskupan (DPK) Denpasar telah resmi dimulai, Senin (2/12/2024) petang. Para fungsionaris pastoral diminta meneladani Perwira Kapernaum.
Sidang yang dihadiri oleh seluruh fungsionaris pastoral (pleno) keuskupan ini dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San, didampingi Ketua Unio Keuskupan Denpasar RD. Adianto Paulus Harun dan Rektor SVD Bali Lombok yang baru diangkat menjadi Deken Bali Timur RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD.

Homili Bapak Uskup dalam misa itu terinspirasi dari bacaan Injil (bdk. Mat. 8: 5-11). Dalam Injil dikisahkan tentang Perwira Kapernaum yang datang bertemu Yesus untuk memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang menderita karena sakit lumpuh.
Ketika sang perwira datang dan memohon Yesus menyembuhkan hambanya, Yesus spontan berkata kepadanya, Aku akan datang menyembuhkannya. Namun, perwira itu menjawab bahwa dirinya tidak layak menerima Dia di rumahnya. Perwira itu hanya butuh sepatah kata dari Yesus, karena dia percaya hambanya pasti sembuh.
Menurut Bapak Uskup, sikap ketidalayakan sang perwira menunjukan kerendahan hatinya, sekaligus memiliki iman yang luar biasa kepada Yesus. “Selain memiliki iman yang teguh dan tangguh, juga kerendahan hati perlu di hadapan Tuhan,” kata Bapak Uskup.

Bapak Uskup melanjutkan, dalam kisah Injil itu juga diceritakan sang Perwira Kapernaum mempunyai sikap belas kasih dan juga sangat mencintai hambanya yang sakit sehingga dia pergi bertemu Yesus memohon kesembuhan hambanya itu.
“Kisah sang perwira dapat menjadi inspirasi bagi kita. Pertama, harus punya kemauan untuk bertemu dengan Tuhan. Kedua, memiliki kerendahan hati. Ketiga, memiliki iman yang teguh dengan percaya kepada Tuhan. Keempat, belarasa dan cinta kasih kepada sesama,” ungkap Mgr. San.

Di samping itu, terinspirasi oleh bacaan pertama (bdk. Yes. 2: 1-5), bahwa iman juga harus dinyatakan juga dengan hidup damai serta rukun dengan sesama.
Di samping itu, Bapak Uskup juga mengatakan bahwa dalam Sidang Pleno ini para Fungsionaris Pastoral Keuskupan Denpasar akan mengevaluasi karya pastoral selama 2024 dan merancang program pastoral 2025.

“Semoga karya pastoral yang telah kita bangun bermanfaat bagi umat di Keuskupan Denpasar. Saya minta kisah Perwira Kapernaun tadi bisa menjadi teladan bagi seluruh fungsionaris pastoral dalam melaksanakan berbagai karya pastoral yaitu mempunyai sikap rendah hati, memiliki iman yang teguh dan tangguh, serta sikap belarasa dan cinta kasih terhadap sesama dan umat yang kita layani,” harap Bapak Uskup.
Selepas misa dan santapan malam, sidang dilanjutkan dengan sambutan Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey. Rm. Babey mengucapkan selamat datang kepada Bapak Uskup dan Dewan Pastoral Keuskupan Denpasar dalam sidang tahunan ini.
Seraya mengucapkan syukur kepada Tuhah, Rm. Babey juga berterima kasih kepada seluruh fungsionaris pastoral mulai dari tingkat KBG sampai Keuskupan yang telah melaksanakan karya pastoral 2024 yang dituntun oleh tema “Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal Melalui Kepemimpinan Partisipatif dan Transformatif.”
“Kita telah menjalankan karya pastoral 2024 ini dengan baik, dan jika ada yang tidak bisa berjalan sesuai harapan itu sangat manusiawi dan menjadi refleksi dan evaluasi bagi kita,” ungkap Direktur Puspas.

Rm. Babey menambahkan, dalam sidang ini juga para peserta sidang pleno akan bergelut bersama dalam rancang bangun program tahun 2025, dengan memperhatikan tema utama “Bangkit dan Bergerak Bersama mewujudkan Gereja Sinodal yang Militan melalui Katekese Kontekstual.”
“Semoga lewat program yang kita rancang dapat menjawabi apa yang menjadi harapan umat yang disuarakan dalam Sinode V Keuskupan Denpasar, terwujudnya Gereja yang militan, terutama iman umat melalui katekese kontekstual,” harap imam yang juga Vikjen Keuskupan Denpasar ini.
Selanjutnya pengarahan Bapak Uskup Denpasar. Dalam kesempatan itu, Bapak Uskup menyampaikan catatan karya pastoral yang telah dilaksanakan, baik secara nasional maupun karya-karya pastoral yang telah dilakukan oleh Puspas Keuskupan Denpasar.

Bapak Uskup pada bagian akhir pengarahannya mengungkapkan “Selaku Uskup dan Pimpinan Gereja Lokal, saya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Vikjen lama dan baru, para Dewan Pastoral Keuskupan, Ketua Bidang, Ketua dan Sekretaris Komisi, Pastor-pastor Paroki dan Rekan serta para fungsionaris pastoral mulai dari KBG, Lingkungan, Paroki. Juga terima kasih kepada Pembimas Bali dan NTB serta penyelenggara Bimas Katolik Kabupaten Buleleng. Terima kasih semuaanya dan selamat bersidang.”
Usai pengarahan Uskup, dilanjutkan orientasi sidang oleh Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey. Sidang Pleno DPK akan berlangsung selama lima hari 2 – 6 Desember 2024, di Griya Pastoral Keuskupan Denpasar, jalan Rambutan No. 27 Denpasar.*
Hironimus Adi


