Reuni Tahunan Bersama Legio Maria Kuria Ratu Para Malaikat Tuka
“Bergerak bersama Bunda Maria, perlu gerakan. Gerakan yang diperlukan ada tiga yaitu gerakan iman seperti Bunda Maria yang selalu mengagungkan Tuhan. Gerakan kedua adalah gerakan sosial di mana kehadiran Bunda Maria memberi dampak bagi Elisabeth (orang lain). Gerakan ketiga adalah gerakan pribadi – transformasi diri.”
Hal di atas diungkapkan RD. Flavianus Endi – Pendamping Rohani Kuria Legio Maria Ratu Para Malaikat Tuka, pada reuni tahunan bersama Legio Maria dari beberapa presidium.
Sabtu (20/07/24) Legio Maria Kuria Ratu Para Malaikat Tuka, mengadakan reuni tahunan bersama. Ini reuni kali pertama, diadakan di Mulia Agro Eduwisata, Mangesta, Penebel Tabanan.
Dihadiri kurang lebih 268 orang peserta yang merupakan anggota dari 11 presidium dari Dekenat Bali Barat termasuk Tuka, Tangeb, Babakan dan Kulibul. Tampak berbaur di lokasi Legioner Junior dan Legioner Senior.
Kegiatan ini dihadiri oleh RD. Flavianus Endi, RD. Lucius Nyoman Purnawan dan Ketua Kuria Ratu Para Malaikat Tuka, Guido Gusti Ngurah Darmadi.
Acara dibuka oleh Ketua Kuria didampingi Romo Vian, sapaan RD. Flavianus Endi. Pembukaan ditandai dengan meneriakan yel-yel dengan menyebut tema “Bergerak Bersama Bunda Maria.”
Para peserta diajak untuk bergerak bersama sambil meneriakkan yel-yel tersebut sebelum seluruh peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok atau disebut sebagai keluarga. Masing-masing keluarga anggotanya heterogen, karena para peserta diatur secara acak sehingga satu keluarga beranggotakan dari 11 presidium yang ada.

Tiap keluarga memilih salah satu nama dari santo-santa yang ada. Tugas masing-masing keluarga adalah membuat yel-yel keluarga dan menampilkannya setelah 5 menit ke depan. Suasana saling mencari bergerak ke keluarganya masing-masing setelah mendapat komando dari MC.
“Ini merupakan kegiatan kebersamaan yang bertujuan untuk saling mengakrabkan anggota legio sebagai sebuah keluarga,”ungkap Ngurah Darmadi. Lebih lanjut Darmadi menyampaikan bahwa kegiatan ini baru kali pertama diadakan dan akan terus berlanjut sesuai dengan buku pedoman Legio Maria.
Romo Vian selaku pendamping rohani sangat intens mendampingi kegiatan ini termasuk mendampingi secara penuh Panitia Pelaksana.
Panitia kali ini diserahkan kepada Presidium Kerahajengan Sane Lara, Piling. Presidium ini merupakan presidium termuda di wilayah Keuskupan Denpasar. Kerja keras panitia pengarah dan pelaksana sangat solid sehingga seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Kebersamaan dalam kegiatan ini dimeriahkan pula dengan games dan kuis yang melibatkan personal maupun secara berkelompok. Ada game ‘Bisik Kata Berantai’ dan ‘Menjaga Lilin’. Pada game ini para peserta diajak untuk bekerja sama menyampaikan pesan dan menjaga cahaya lilin agar tidak padam yang bisa saja dipadamkan oleh peserta sendiri atau peserta lainnya.

Kemudian masing-masing presidium juga membawa atraksi yang menyedot perhatian para peserta. Mereka dengan gaya dan kebolehan masing-masing menampilkan dance, nyanyi, drama, dan juga fashion show. Fashion show bertema profesi ibu-ibu yang ditampilkan oleh Presidium Maria Diangkat ke Surga Kulibul memperoleh juara pertama.
Game ‘Menjaga Lilin’ juaranya diraih oleh Presidium Panglipur Sungsut Sedih (Tangeb) yang bergabung dengan Presidium Kerahajengan Sang Lara (Piling).
Makan siang mengajak para peserta untuk bersantai sejenak. Sambil duduk di bawah pohon, melihat aliran sungai di antara tebing dan bebatuan, para peserta menikmati kebersamaan ini dengan penuh canda tawa. Mereka terus bergerak penuh keakraban.
Sebelum acara ditutup anak yang telah diutus mengikuti perkemahan Legio Maria di Tumpang Malang yaitu Gaby, Putri, Gio, Claudia, dan Cassy (pendamping) diberikan kesempatan untuk bersharing. Romo Vian dan Ngurah Darmadi berharap anak-anak ini menjadi penggerak untuk anak-anak muda lainnya agar Legio Maria semakin dikenal dan dicintai kaum muda.
Kesan dan Pesan
Beberapa peserta reuni yang sempat ditemui menyambut baik kegiatan ini. Bahkan berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan tema dan suasana yang berbeda. Pemisahan kegiatan antara senior dan junior perlu direncanakan ke depannya.
“Sebaiknya ada pemisahan kegiatan antara senior dan junior agar pertemuan ini menjadi lebih efektif,” ungkap Suster Martina dari Presidium Penating Anak Serani Babakan. Hal senada juga disampaikan oleh Nita – legioner senior dari Kulibul.
Anton, peserta lainnya yang kelihatan sekali wajah ceria, memuji kegiatan ini luar biasa. Anton berharap agar para legioner Junior diberikan kegiatan tersendiri agar mereka lebih militan menjadi legioner senior berikutnya. “Tetap semangat para legioner,” ungkapnya.
“Acara ini sangat luar biasa, karena kita dapat bertemu dengan teman-teman yang baru, serta berbaur bersama pada legioner senior dan junior. Pokoknya seru,” demikian Chika, Legioner Muda dari Singaraja. Hal senada diungkapkan Thomas Kamasan, Legioner Senior dari paroki yang sama. *
Penulis: Ide
Editor: Hiro/KomsosKD


