LINTAS PERISTIWA

17 Tahun Mgr. DR. Silvester San Menggembala Keuskupan Denpasar

DENPASAR – Mgr. DR. Silvester San, memasuki usia Episkopal (Tahbisan Uskup) ke 17. Dengan demikian sudah 17 tahun, sang Gembala memimpin umat Katolik Keuskupan Denpasar yang menjangkau dua wilayah Provinsi: Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mgr. DR. Silvester San, ditahbiskan menjadi Uskup Denpasar pada 19 Februari 2009, dalam sebuah perayaan akbar di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar.

Perayaan Khusus

Untuk merayakan HUT Episkopal ke-17, sebuah perayaan khusus dibuat oleh keluarga besar Keuskupan Denpasar. Perayaan Ekaristi untuk menyukuri 17 tahun ditahbiskan sebagai Uskup, dilangsungkan di Kapel Keuskupan Denpasar, bersamaan misa harian pada pukul 07.00.

Misa dipimpin sendiri oleh Mgr. Silvestar San, didampingi tiga imam konselebran yang bersama Bapak Uskup tinggal di rumah keuskupan, yaitu Vikjen RD. Herman Yoseph Babey, Sekretaris/Ekonom RD. Agustinus Sugiyarto dan Ketua BPK Yayasan Insan Mandiri RD. Yohanes Kadek Ariana.

Dalam misa yang dihadiri oleh para karyawan-karyawati Keuskupan dan Pusat Pastoral serta sejumlah umat yang biasa ikut misa harian di Kapel itu, Bapak Uskup mengungkapkan rasa syukur yang berlimpah kepada Tuhan yang telah menyertai perjalanan kegembalaannya selama 17 tahun di Keuskupan Denpasar, juga atas segala rahmat dan berkat yang senantiasa dianugerahkan-Nya, termasuk rahmat kesehatan.

Bapak Uskup, para imam dan umat yang mengikuti misa harian sekaligus syukur atas HUT 17 Episkopal Mgr. San di Kapel Keuskupan seusai misa

Bapak Uskup juga mohon doa seluruh umat, para imam, biarawan-biarawati, agar penyertaan Tuhan selalu mengiringi perjalanan kegembalaan selanjutnya, sekaligus berterima kasih atas segala dukungan dalam segala karya pelayanannya.

Usai misa, RD. Agustinus Sugiyarto, mengajak semua umat yang hadir dalam misa pagi itu, untuk sarapan dan sukacita bersama Bapak Uskup di ruang makan keuskupan.

Seluruh umat yang hadir dalam misa syukur HUT Tahbisan Uskup diundang untuk sarapan dan sukacita bersama Bapak Uskup di ruang makan

Acara ramah tamah bersama para imam, biarawan-biarawati dan undangan terbatas lainnya dilangsungkan siang hari pukul 11.00 di Catholic Center.

Sebelum acara pemotongan kue ulang tahun, Bapak Uskup yang lahir di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, 14 Agustus 1961, itu diberi kesempatan untuk menyapa seluruh hadirin.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Silvester San, menegaskan bahwa hidup itu harus dilalui dengan perjuangan, karena hidup tidak ada yang instan. Hal ini juga diungkapkan Bapak Uskup dalam homilinya saat misa syukur di kapel keuskupan pagi harinya.

Acara ramah tamah syukuran HUT Episkopal ke 17 Bapak Uskup di Catholic Center

“Saya tadi mengatakan hal ini juga kepada umat yang datang misa di kapel keuskupan, bahwa tidak ada hidup yang instan, semua butuh proses, butuh perjuangan,” katanya.

Ketika menjadi Uskup Denpasar, tentu juga melalui sebuah proses, tidak terjadi secara instan dan otomatis.

Sebagai informasi, saat diangkat menjadi Uskup Denpasar oleh Paus Benedictus XVI pada 22 November 2008, Mgr. San tengah menjabat sebagai Praeses (Rektor) Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Maumere.

Demi ketaatan pada Pemimpin Gereja Katolik sejagat itu, Mgr. San, meninggalkan dunia akademik untuk memimpin umat Katolik yang merupakan sebuah kawanan kecil di antara mayoritas Hindu di Bali dan Islam di NTB.

Para Imam dan undangan yang hadir dalam acara ramah tamah.

Menurut Bapak Uskup, dalam melayani Keuskupan Denpasar selama 17 tahun ini, banyak perkembangan yang terjadi, dan semua itu tidak instan, tidak terjadi otomatis begitu saja.

“Ketika ditunjuk menjadi Uskup Denpasar, saya sangat menyadari bahwa itu merupakan kehendak Allah sendiri,” ungkap Mgr. San.

Bapak Uskup sangat menyadari, banyak pihak yang berjasa dalam mengembangkan Gereja keuskupan ini sejak secara resmi dimulainya misi Katolik di pulau Bali dan NTB, antara lain Pater Kersten,SVD, yang mengawali karya misi di Bali, lalu tokoh-tokoh lainnya baik klerus (Uskup pendahulu dan para imam), biarawan-biarawati serta tokoh-tokoh awam.

Namun, dalam perkembangan Keuskupan Denpasar hingga saat ini, kata Bapak Uskup, bukan soal siapa yang menanam, siapa yang menyiram, namun di atas semua itu, Allah-lah yang memberikan pertumbuhan.

Bapak Uskup menyerahkan potong kue ulang tahun kepada adik kandungnya Bapak Thomas Robo dan masing-masing kepada Rm. Yosef (kiri), Bapak Agung (kedua dari kiri-mewakili umat) dan Rm. Agus (kanan)

Atas pemikiran ini juga Bapak Uskup memilih moto Episkopal “Deus Incrementum Dedit” (Allah yang memberikan pertumbuhan).

“Yang penting bukan siapa yang menanam dan siapa yang menyiram, tapi yang terpenting Allah yang memberi pertumbuhan,” kata Bapak Uskup.

Dikatakan Bapak Uskup, Gereja Katolik di Keuskupan Denpasar berkembang sejak kedatangan Pater Kersten, tidak ada yang instan. Pertumbuhan umat Katolik di Bali maupun NTB, mungkin secara manusiawi berpikir iman Katolik tidak bisa ada di Bali, tapi nyatanya iman itu juga bertumbuh di sini, dan semuanya itu karena Allah.

“Apa yang saya lakukan selama 17 tahun memimpin Keuskupan Denpasar, selalu dalam bimbingan Allah. Menyelesaikan beberapa masalah yang menimpa keuskupan ini semua karena campur tangan Allah. Demikian pula dalam membenahi beberapa hal seperti memastikan administrasi yang jelas terhadap berbagai asset Gereja, semua juga karena Allah,” ungkap Delegatus Kitab Suci KWI ini.

Bapak Uskup menambahkan, kepada para imam yang membantunya di paroki-paroki selalu menekankan pentingnya mengurus administrasi, baik administrasi sakramen-sakramen supaya dicatat dengan baik, juga tak kalah pentingnya adalah mengurus tanah gereja dan aset lainnya agar administrasinya jelas.

Para imam Keuskupan Denpasar yang hadir dengan mengajak Bapak Uskup mempersembahkan lagu “Indah Rencanamu Tuhan”

Disampaikan juga bahwa Keuskupan Denpasar sudah lima kali menyelenggarakan Sinode dan Bapak Uskup San mulai berjalan bersama imam dan umat mulai dari Sinode III.

Terkait tema karya pastoral Keuskupan Denpasar tahun 2026, di mana fokus perhatian pada keluarga, Sekami, OMK dan KBG yang solid dan solider, berharap seluruh fungsionaris keuskupan dalam berjalan bersama umat untuk menyukseskannya.

Bapak Uskup juga menyinggung rencana pembangunan gereja Donggo serta perjuangan agar di umat Praya memiliki gereja sendiri. Karena itu, secara khusus Bapak Uskup minta Deken NTB, RD. Emanuel Ano, yang ikut hadir dalam acara ini untuk memperjuangkan hadirnya pariwisata religi di Lombok Tengah, supaya dengan demikian setiap agama dibantu memiliki tempat ibadah.

Bagian akhir sapaannya, Bapak Uskup mengucapkan limpah terima kasih kepada para imam yang telah membantunya selama 17 tahun. Juga kepada seluruh umat, donator dan pihak lainnya yang dengan caranya masing-masing ikut berjuang bersama membangun dan mengembangkan Keuskupan Denpasar.

“Terima kasih semuanya, dan mohon maaf kalau ada hal yang tidak dan belum dilaksanakan dengan baik,” tutup Mgr. San.

Mewakili para imam dan seluruh umat Keuskupan Denpasar, Sekretaris Keuskupan Denpasar, RD. Agustinus Sugiyarto, sebelum sambutan Bapak Uskup, dalam sapaannya mengungkapkan bahwa banyak hal yang telah dilakukan Bapak Uskup selama menjadi Uskup Denpasar.

Acara disempurnakan dengan menari ja’i bersama. Bapak Uskup sebagai yubilaris larut dalam sukacita bersama hadirin

Menurut Rm. Agus, Bapak Uskup telah membangun iman umat baik kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya membangun iman, Bapak Uskup juga memperhatikan pembangunan fisik seperti membangun gereja, Catholic Center, Rumah Duka Oase, dan lain-lain.

“Semua diperhatikan supaya kehidupan iman umat semkin nampak. Ada pengembangan paroki, lingkungan dan KBG terus bertambah seiring meningkatnya jumlah umat. Semua itu patut syukuri bersama dalam perayaan 17 tahun ini. Kita juga mendoakan Bapak Uskup agar selalu sehat dan lebih banyak lagi berbuat demi perkembangan dan kemajuan Keuskupan Denpasar. Terima kasih kehadiran dan dukungan kita semua dalam semangat persaudraan dan kebersamaan,” pungkas Rm. Agus. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button